The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
17



" bagaimana bisa dia menjadi seperti itu ? " ibu Darren sangat khawatir


" ntah lah, dia tidak keluar kamat bakam tidak meminum seteguk air " jin menjelas ke adaan Darren


" apa yang sebenar nya terjadi dia tidak pernah seperti ini sebelum nya " khawatir


Vero menjelas kan semua yang telah terjadi selama ibu Daren pulang , ibu Daren akan membawa Darren dan Vero ke london namun Vero menolak karena dia akan melanjut kan pekerjaan Darren yang di korea


" Darren sayang buka pintu nya ini ibu nak " mengetok pintu kamar


" ibu " suara jungkook yang serak terdengar dari dalam kamar


" boleh ibu masuk " membuka pintu


" Darren apa yang terjadi sayang " melihat ke adaan Darren yang sangat parah


" ada apa ini " Vero yang langsung naik dan masuk ke kamar Daren karena teriakan ibu nya


" tolong hubungi dokter kita harus ke rumah sakit ini tidak boleh terjadi " ibu Darren sangat khawatir


" baiklah " berlari dan menelpon ambulance


dalam perjalanan menuju rumah sakit Vero menelpon Amara. Namun Amara tidak menjawab seperti nya Amara menganti nomor hp nya , di ambulance ibu Darren terus menangis karena keadaan Daren yang sangat tidak stabil


" sudah berapa lama dia tidak makan " ucap dokter yang memeriksa Darren


" dia tidak makan sekitar dua minggu " ucap Vero yang sudah dua minggu tidak melihat Darren turun untuk makan


" apakah kau tau kalau dia slalu minum alkohol " ucap dokter yang membuat semua nya kaget


"apa ! alkohol " kaget


" iya , dia sangat banyak minum alkohol sehingga paru paru nya menjadi rusak dan usus nya yang mengeras " menjelas kan


" lalu apa yang harus kami lakukan " ibu Darren sangat shock


" jalan satu satu nya hanya operasi " dokter memberikan saran


" apa operasi , tidak mungkin apakah tidak ada jalan lain " ibu Darren menangis


" maaf kalau untuk sekarang tidak ada " pergi


" kita akan lakukan operasi " ucap Vero kepada ibu Daren


" tapi kalau operasi nya gagal bagaimana apa yang akan kita lakukan " menangis


" kita coba saja dulu " membuat ibu Darren percaya


" dia adalah adik mu apakah kau mau kehilangan dia " sangat shock


" aku juga melakukan ini untuk kebaikan dia ibu " berteriak


ibu dan Vero bertengkar karena ibu tidak mau Darren di operasi, sedang kan Vero mau Darren di operasi supaya keadaan nya membaik dan bisa kembali pulih


" hello, Vero aku sudah di kereta sekarang bisa kah mau jemput aku " ucap viona yang sedang menelpon Vero


" baiklah aku akan jemput " mematikan telpon nya


" ibu aku akan keluar sebentar " berpamitan


" baiklah , jika bisa tolong belikan beberapa makanan dan handuk untuk Darren " bicara dengan lesuh


" ibu sebaik nya istirahat biar aku yang jaga Darren " mendekat


" tidak , ibu akan baik baik saja " lemas


" ayo bu , kita pulang saja " membantu ibu berdiri


" baik lah ayo " mengambil tas nya


" nanti ada teman ku yang jaga ibu "


" baiklah " nurut


sebelum ke stasiun Vero mengantar ibu nya pulang dan menunggu sampai ibu nya tertidur baru dia berangkat dan menjemput Viona yang sudah menunggu di stasiun


" kenapa kau lama sekali " mendekat


" kau sudah lama menunggu " mengambil koper viona


" hmmmm , apakah ada masalah kau kelihatan sangat lelah " menatap Vero


" Daren sakit dan ibu juga kurang enak badan " membuka kan pintu mobil


" lalu bagaimana " khawatir


" bisa kah kau jaga ibu , aku akan menjaga Darren di rumah sakit " masuk dan menyetir


" baiklah , aku akan jaga ibu " nurut


mereka belanja semua kebutuhan untuk ibu dan juga Darren untung sekrang ada viona yang bisa menjaga dan membersihkan rumah , biasa nya yang melakukan ini adalah Amara


" kau jaga ibu aku akan berangkat ke rumah sakit " mengambil barang barang Darren


" baiklah, Vero hati hati di jalan " melihat Vero jalan keluar


setelah Vero pergi viona membersihkan rumah dan memasak untuk ibu Darren setelah itu ha ni memberikan obat dan menjaga ibu Darren


" apakah kau baik baik saja ? " membantu Darren yang ingin duduk


" ayo , kita pulang saja aku tidak ingin di sini " ingin melepas infus


" tidak , kau harus sehat dan kembali seperti dulu " mengambil tangan Darren


" tapi Vero aku tidak mau di sini " lemas


" ini hanya untuk beberapa hari " meyakinkan


" baiklah hanya untuk beberapa hari" mem baring kan badan nya


" apakah kau ingin makan " menyiapkan makanan


" hmmmm " lemas


" baiklah , sekarang kau harus makan " menyiap kan makanan


" hmmm apakah kau yang masak " memakan makanan nya


" iya bagaimana apakah enak " duduk


" sangat " senyum


" apakah ibu datang " tidak ingat apa apa


"ya, sekarang ibu di rumah " menjelas kan


" hmmmm " memakan makanan nya


akhir nya Darren mau memakan makanan nya dan sekarang ibu Darren sudah sepakat untuk melakukan operasi untuk Darren, sebelum ke rumah sakit viona belanja ke pasar untuk persiapan makanan, ibu Darren tidak ikut karena masih kurang sehat


" Amara " melihat Amara dan menghampiri nya


" Amara " memeluk Amara


" viona ? kapan kau datang " bahagia


" aku datang tiga hari yang lalu " berjalan bersama


" hmmm bagus lah , bagaimana kau dan Vero " tiba tiba menanyakan kabar


" kami baik baik saja tapi " tiba tiba berubah


" tapi kenapa " menatap viona yang tiba tiba terdiam


" bisa kita duduk dan cari tempat untuk ngobrol " menatap Amara


" baiklah ayo " merangkul viona


" Amara kau mau pesan apaa " sampai di cafe


" seterah " ngikut


" baiklah , tolong dua jus " memesan


" apakah kau sangat sibuk , kau keliatan kurus " memulai topik


" benar kah " memegang pipi nya


" hmmmm iya " mengangguk


" akhir akhir ini aku kurang tidur karena menjaga ibu Darren " curhat


" apakah ibu Darren datang ke sini lagi , kapan ? " kaget


" hmmmmm " terdiam


" kenapa , bukan nya dia baru tiga minggu di london " heran


" ibu Darren datang karena " terdiam


" karena apa " santai seolah olah dia sudah melupakan Darren


" Darren dia sekarang sedang .. " ragu ragu


" kenapa dia " cuek


" Daren sekarang dia sakit , dia juga tidak mau makan dan minum selama dua minggu " sedih


" apa ! kenapa dia melakukan itu ? apakah dia anak kecil kenapa dia sangat ke kanak-kanak sekali dia sudah dewasa kenapa dia tidak mau makan " mengomel panjang


" Amara " bigung melihat Amara yang berbicara panjang lebar


" bagaimana kalau dia sakit " menangis


" Darren dia memang sudah sakit bahkan mau di operasi " ha ni yang sangat polos


" apa " menangis


aku ingin menemui Darren namum rasa kesal nya yang belum hilang di tambah saat di melihat ayah nya dia teringat tentang kejadian bagaimana anak buah Darren memperlakukan ayah nya


viona menceritakan semua nya namun tetap saja Amara tidak mau menemui Darren karena rasa kesal nya yang masih belum reda , walau Amara khawatir dia tidak akan datang , Amara sangat keras kepala