The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
05



" ibu kenal kan ini adalah abang , sahabat dan sekaligus ayah bagi ku " merangkul Vero


" selamat pagi , saya Vero abang nya Daren " senyum kepada ibu Darren


" baiklah baiklah ayo kita makan " membawa Vero dan Darren ke meja makan


" ini makanan mu dan makan lah kau habis kan jika tidak aku tidak akan masak lagi " ocehan Amara


" siapa dia , kenapa cerewet sekali " ibu Darren menatap heran


" dia , dia adalah pelayan baru di sini Bu " menguat kan suara nya seolah olah memberikan kode kepada Amara


" selamat pagi , saya Amara " langsung berbalik badan dan pergi


" tunggu , nanti pergilah belanja bersama Darren , nanti aku akan memasak untuk makan siang kita " ibu Darren senyum kepada Amara


" baiklah nyonya , apa saja yang perlu saya beli " membalik


Amara mencatat semua yang di katakan ibu Vero depan Amara, Vero duduk sambil menatap dan senyum kepada Amara dan di sisi lain Darren juga melakukan hal yang sama namun senyum Daren tidak di balas Amara , Amara tersenyum kepada Vero karena bagi Amara sudah sudah baik kepada nya Darren yang mengetahui nya tidak diam saja


" ayo kita berangkat nanti jika toko tutup kau akan belanja di pasar saja " dingin


" baiklah kau di luan saja aku akan menganti pakaian ku " naik ke atas


" bagaimana dengan pekerjaan mu apakah baik baik saja " ibu Darren membuka pembicaraan


" semua nya berjalan dengan lancar aku juga merasa baik baik saja " membalas dengan santai padahal dia merindu kan ibu nya


" bagaimana dengan bisnis mu apakah kau tidak melanjut kan nya " mulai serius


" aku melanjut nya , sekarang aku hanya ingin istirahat saja " meletakan garpu yang ia pegang dan berbalik badan


" apakah karena ingin melindungi Darren kau tidak melanjut kan bisnis mu " mulai serius


" aku ? aku tidak meningal kan pekerjaan ku aku masih mengerjakan nya " terbawa suasana dan menghentikan kan langkah nya


" aku kan sudah bilang aku hanya ingin istirahat apa aku tidak boleh istirahat " emosi


" Vero dengar kan ibu , sebaik nya kau kembali saja ke amerika dan lanjut kan usaha mu di sana masalah Darren ibu yang akan menjaga nya "


" apa ! ibu akan menjaga nya bagaimana dengan ku , dulu ibu menitip kan ku dan hanya datang melihat ku 2 kali sebulan " menaikan nada bicara nya


" situasi nya saat itu berbeda , apakah masih menyalah ibu karena ibu meningal kan mu , saat itu ibu juga melanjut kan usaha ayah " mata ibu Vero mulai berkaca kaca


" ibu , aku hanya ingin Darren tidak merasa kan apa yang aku rasa kan karena itu sangat sakit , aku hidup dengan orang orang yang tidak aku kenal dan yang paling meyakinkan aku tidak mempunyai ibu " menetes kan air mata pertama nya


" Vero, ibu tau ibu salah tapi, yang ibu lakukan untuk mu sayang " berjalan ingin memeluk Vero


" cukup , aku tidak sanggup lagi jika harus mendapat kan penderitaan yang lebih berat lagi " menjauh lalu masuk ke kamar nya


Amara mendengar semua percakapan jin dan ibu Darren namun Amara masih bigung apakah ibu itu ibu Darren atau malah sebalik nya


" kenapa kau lama sekali " melihat Amara datang


" nama nya juga cewek yang lama lah " dingin


" kau berlama lama juga tidak ada yang berubah dari mu "


" kau pikir aku melakukan operasi aku kan hanya berganti baju saja " masuk ke dalam mobil


" baiklah ayo kita langsung berangkat "


" apa yang akan kau beli " mengambil keranjang belanjaan


" kita akan ke ujung dulu aku ingin beli buah " berjalan mendahului Darren


" baiklah baiklah sekarang kau nyonya " mengikuti Amara


" ini ini dan ini apa lagi yang perlu aku beli hmmm " melihat lihat


" apakah kau tidak lupa apa saja yang akan kita beli "


" tentu saja aku kan membawa catatan nya " mengambil selembar kertas dari dalam tas nya dan tersenyum


" baiklah ayo , aku juga ingin makan sesuatu "


" ternyata bos kita sudah mempunyai pacar baru dan lihat pacar nya seperti pembantu rumah tangga " Devano memandang Amara dari atas hingga bawah dan mulai memasang wajah jijik


" lalu jika aku pacaran dengan nya apakah kau akan mengambil nya dari ku " merangkul Amara dan membalas Devano


" apa maksud mu sekarang aku sudah memiliki pasangan , lagi pula dia bukan selera ku " menaikan alis nya


" jika aku bukan selera mu mengapa kau terus memandang ku " Amara tidak tingal diam


" memandang mu siapa aku ? tidak aku tidak mengenal mu "


" jika kau tidak mengenal ku , kenapa kau malah memperhatikan , ku apakah kau melihat hal yang lain " mulai mendekati Devano


" menurut mu apa yang sedang aku lihat " senyum jahil


" jika kau berani melihat nya lagi maka ginjal mu tidak akan aman " berjalan meningal kan Devano


" apakah kau ingin ginjal mu di ambil oleh nya " berjalan mengikuti Amara


" pasangan macam apa mereka seperi nya mereka berdua adalah psikopat "


selesai belanja Darren dan Amara langsung pulang


" ibu aku sudah pulang " Darren masuk dan tidak ada siapa siapa


" kemana semua orang " melirik ke arah lain dan melihat Vero yang sedang duduk di pinggir kolam renang


" seperti nya ibu sedang istirahat , aku akan berangkat kerja kau jaga rumah baik baik " Darren pergi


" Vero , apa yang kau lakukan di sini ? " menghampiri Vero


" tidak ada hanya menenangkan pikiran saja " senyum full


" boleh aku duduk di sampung mu "


" tentu saja kemari duduk lah " mengulur kan tangan nya


" baiklah " meraih uluran Vero


" Vero apakah merasa sedih atau sedang memikirkan sesuatu " menatap mata Vero


" tidak , aku hanya merasa tidak enak badan saja " membalas tatapan Amara


" Baek , ada yang mengatakan jika kau merasa sedih atau merasa tidak ada yang mencintai mu maka " berhenti


" maka apa kenapa kau berhenti "


" makan saja es krim , ini makan lah " memberikan es krim kepada Vero


" wahh kau sedang melakukan sulap " tersenyum dan mengambil es krim dari Amara


" Vero " menatap Varo


" yaaa " membalas tatapan Amara


" jika kau bersedih maka orang yang berada di sekitar mu juga akan sedih , jika kau ingin melihat semua orang bahagia maka bahagia lah walau kau sedang menyembunyikan 1000 luka di hati mu karena apa , karena dunia tidak perlu tau urusan pribadi mu , jadi kau pasti bisa " mengepal tangan nya dan tersenyum


" wahh kau bercerita panjang lebar " melihat ke arah lain


" aku serius , kalau kau tidak percaya maka percaya saja " menaikan bahu nya


" ahahahahah baiklah baiklah aku percaya " tertawa lepas


" Vero " mengarah kan pandangan nya ke arah Vero


" apa lagi sekarang "


" sekarang aku sudah merasa lega karena bisa melihat mu tertawa yaaaa walau aku baru pertama melihat nya " senyum full


Vero mulai merasa nyaman dengan Amara karena Amara orang yang asik dan saat Vero sedih Amara ada untuk nya bagi Vero Amara seperti penyelamat nya dan bagi Amara Vero adalah seorang Abang yang asik dan juga kocak