
" Amara kau sekarang berada di mana " Darren yang merasa khawatir dengan ancam Devano langsung menghubungi Amara
" aku di rumah bersama Vero , apa terjadi sesuatu " Amara juga merasa khawatir mendengar Darren yang khawatir
" tidak , tidak ada apa apa , tolong kau masuk bersama Vero aku akan pulang " mengambil jas nya dan langsung masuk ke mobil
Amara yang mendengar perkataan Darren langsung mengajak Vero untuk masuk ke rumah karena takut akan terjadi sesuatu
" ada apa kenapa kau sangat khawatir " melihat wajah Amara yang khawatir
" kata Darren kita harus masuk tidak boleh keluar sampai dia datang " melihat ke arah jendela
" ya sudah kalau gitu kau naik lah aku akan menunggu Darren " berjalan ke arah pintu
" tapi kata Darren tidak ada yang boleh keluar " menarik tangganya Vero
" baiklah aku akan masuk ke kamar sekarang " menatap Amara
" iya Vero masuk lah " menyuruh Vero masuk
" ahhh hp ku tertinggal di taman " Vero yang meningal kan hp nya
" ya sudah Vero masuk saja aku akan mengambil nya " tetap menyuruh Vero untuk masuk ke dalam kamar
" baiklah aku akan mandi , kau hati hati " Vero langsung masuk ke kamar nya
setelah jin masuk Amara merasa ragu untuk mengambil hp Vero yang tertinggal karna seperti nya peringatan Darren seperti kenyataan namun Amara tetap keluar dan memberanikan diri
" aaaa........ jangan tangkap aku , aku tidak tau apa apa pergilah " Amara terkejut karena tiba tiba ada seseorang yang memegang pundak nya dari belakang
" ini aku Amara Darren " membalik kan badan Amara
" ahhh Darren kau membuat ku kaget saja " menghela napas
" kenapa kau keluar aku kan sudah bilang jangan keluar " menarik tangan Amara dan memeluk Amara
" ada apa kenapa kau seperti ini " membalas pelukan Darren
" aku sangat khawatir apakah kau tau , tapi kau kau malah tidak mengabari ku " melepas kan pelukan nya
" ternyata kau perhatian juga , memang nya ada apa " mulai penasaran
" tidak , tidak ada apa apa ayo masuk " membawa Amara masuk sambil melihat sekeliling
sampai di dalam Amara langsung naik ke atas sedang kan Darren dia langsung menuju kamar Vero untuk membicarakan masalah nya dengan Devano
" Vero, apakah kau sudah siap mandi " melihat Vero yang baru keluar dari kamar mandi
" iya, kenapa " duduk di kursi kerja nya sambil menatap Darren
" sebenar nya aku ingin mengatakan sesuatu hyung ini masalah yang penting " duduk di meja kerja Vero
" ya sudah kata kan saja ada apa " memperhatikan Darren
" aku merasa kalau Devano sudah mulai .. " bicara sambil memainkan pena Vero
" apa ! dia mengincar mu lagi , apa tujuan nya berani berani nya dia mengincar mu " berdiri sambil memukul meja
" Vero tenang lah tenang sabar, aku akan jelas kan semua nya " mendudukkan Vero
" iya ayo cerita kan semua nya kepada ku ada apa sebenar nya " menaikan nada bicara nya
" tadi dia datang menemui ku dan dia mengancam akan mengambil Amara dari ku " menatap Vero
" apa ! apakah sekarang dia sudah gila , berani sekali dia mau mengambil Amara " menaikan nada bicara nya dengan sangat emosi
" aku juga tidak tau kenapa , sampai sekarang aku juga belum tau alasan nya " melirik ke arah kamar Vero
" aku benar benar gila di buat nya, aisshhhh aku sangat marah " menepuk meja nya
" sabar Vero, kita pasti bisa menghadapi nya " menepuk pindak Vero dan tidak sengaja melihat Amara di depan pintu kamar Vero
" Am..... Am... Amara sejak kapan kau di sana ? " Darren sangat kaget
" aku ? aku baru saja datang " masuk
" ada apa Amara " melihat Amara yang datang
" ini Vero hp mu " memberikan hp Vero
" iya , jika ada sesuatu yang ingin kau tanya kan tanya kan saja " Vero yang berusaha agar Amara tidak merasa penasaran dengan omongan mereka berdua
" aku ingin tau siapa Devano, karena saat aku ingin masuk tadi seperti nya aku mendengar nama nya " melirik Vero dan Darren
" ohhh Devano , dia adalah teman ku dan Darren benar kan Darren " memberikan kode kepada Darren
" iya , benar dia adalah teman ku dan Vero hanya teman biasa " ucap Darren santai
" baiklah Amara kau naik saja dan istirahat lah " membalik kan badan Amara agar Amara keluar
" baiklah aku akan mengambil kan susu untuk ibu kalian " berjalan keluar
" akhir nya dia keluar juga " serentak
" baiklah kita akan bicara kan ini lagi besok bagaimana apakah kau setuju " membuat perjanjian untuk membahas hal ini besok
" oke kita akan membicarakan kan di kantor dan kita juga akan membuat rencana " tos dengan Vero
" oky " mereka berdua tos
" apa lagi sekarang " Vero menatap Darren
" tidak tidak apa apa " melirik Vero
" lalu apa keluar lah dari kamar ku , aku ingin tidur " mendorong Darren untuk keluar
setelah Darren keluar Vero istirahat dan pagi nya mereka berkumpul untuk sarapan bersama
" ini , selamat makan semua nya " Amara membawa kan makanan dan menyajikan nya
" mm ayo " Darren mengambil makanan nya dan mulai makan
" Amara bisa tolong ambil kan aku susu " ucap Vero yang baru datang dan langsung duduk
" baiklah Vero " berbalik dan mengambil susu
" Darren kapan kita berangkat , setelah ini aku ada janji " ucap Vero yang berbisik kepada Darren
" janji , Vero kau seperti orang penting saja " berbisik sambil tertawa
" ahhh benar, aku sedang tidak bercanda " berbisik
" ada apa ini kenapa kalian berbisik bisik " ibu Darren turun untuk sarapan
" tidak " ucap Darren spontan
" iya tidak ada apa apa " Vero yang berpura pura
" ini susu mu Vero " memberikan segelas susu kepada Vero
" Amara apakah kau sibuk " ucap Darren menatap Amara sambil memberikan kode kepada Vero bahwa dia harus mencari lokasi Devano saja
" tidak , aku tidak sibuk kenapa " Amara merasa kaget karena tidak biasa nya Darren menanyakan jadwal nya
" ayo kita ke pantai " menatap Amara
" iya sebaik nya kalian ke pantai saja " ucap Vero karena Vero juga sedang ada urusan
" apakah ibu akan tinggal " menatap Darren dan Amara
" kalau ibu mau ikut kita akan pergi sama sama " ucap Darren
" tidak, ibu akan pergi arisan kalian pergi lah " meningal kan meja makan lalu naik
" ayo kita persiapkan semua nya " menarik Amara
Vero yang sudah melihat mereka pergi langsung keluar dan menyalakan mobil nya , di dalam mobil Vero bermain hp karna dia ingin mencari lokasi markas Devano yang baru , di jalan Vero tidak sengaja menabrak seorang gadis yang ingin menyebrang jalan tapi yang aneh nya mana ada orang yang tinggal di dalam hutan apalagi dia seorang gadis
" apakah kau baik baik saja " ucap Vero yang menghampiri gadis tersebut
" permisi " ucap gadis itu sambil menatap Vero
" iya, ada apa ? apakah kau membutuhkan bantuan " menunduk dan mendekat ke gadis itu
" bisa kah kau membawa ku keluar dari sini " gadis itu pingsan di pangkuan Vero