
"Hm kenapa tak kita tinggalkan saja di sini? "tanya Amel dingin. "engak jangan kita kubur mereka! tetua anda tak usah ikut mengubur tetua nanti baju anda kotor saya dan Raihan saja yang melakukan itu!"kata Lana kencang. Sebenarnya Amel ingin menentang hal tersebut tapi karena Lana bersikeras akhirnya Amel menganguk. Raihan yang mendegarkan dari ke jauhan langsung perotes.
━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━
Setelah mengubur mayat mereka langsung menaiki kereta. Di perjalanan mereka berbincang bincang untuk waktu yang lama sekitar 5 jam Amel hanya diam dan sibuk latihan tak terasa 7 jam sudah berlalu lagi Amel membuka cadarnya karena panas. Langit mulai gelap dan ketika yang lainnya berbincang Amel tiba tiba bicara.
"sebenarnya ke mana kita pergi? "tanya Amel dengan suara bingung tapi wajah datar. Seketika itu juga semua orang yang berada di kereta langsung pada tertawa kecuali Nal. "whahahah lihat si Amel ini bagaimana dia bisa melakukan pertanyaan dengan nada bingung sementara wajahnya datar" kata Tana sambil menunjuk muka Amel .
"cukup" kata Amel dengan wajah datarnya "pfff.. hahhahaaha lihat dia marah" teriak Tana sambil tertawa.
"tetua apakah anda marah? tapi dari wajah anda sepertinya tidak marah wajah anda seperti biasanya"kata Lana dengan wajah bingung.
"lihat dia seperti boneka tanpa epreks...." belum sempat Tana berkata Nal sudah berkata. "cukup siapa kou hingga bisa membicarakan sifatnya apakah berhak seorang yang belum mengenal karakter orang lain sudah boleh mengomentari sifatnya?" Nal berkata dengan keras sambil mengeluarkan aura pembunuhnya yang di tunjukkan untuk Tana semua orang hanya diam dan berkeringat dingin. Nal menyadari tindakannya itu menakuti meraka Nal pun menarik aura pembunuhnya kembali suasanapun jadi cangung.
Memang sewajarnya Nal marah dia sudah beberapa ribu tahun menemani Amel dari dia berumur 10 tahun hanya Nal tau yang benar benar tau sifat Amel.
Semenjak Amel berbicara itu suasana tak lagi canggung "Hm? kita akan ke kota Slant" kata Lana pelan.
"kenapa kita tak ke kota terdekat saja? "tanya Amel bingung "tetua sakte kita berada di pegunungan dan kota terdekat dari adalah kota Slant"kata Lana
"tapi kita sudah ada di kereta ini 12 jam kenapa belum sampai juga? "tanya Amel heran "tetua dari sakte kita ke kota slant butuh waktu 12 jam dan perjalanan kita terhambat 1 jam jadi membutuhkan 13 jam untuk sampai dan 1 jam lagi kita sampai" kata Lana
"siapa orang bodoh yang bikin sakte di pegunungan dan siapa yang membuat jalan ini? " tanya Amel dengan wajah dan nada suara seperti biasanya dingin dan datar.
"uh maaf tetua tapi anda sendiri yang membuat sakte dan jalan ini" kata Lana dengan wajah heran
"pfffhahahaha kou yang bikin jalan dan sakte dan kou sendiri yang menyebut dirimu bodoh hahaha" kata Tana sambil tertawa keras sementara yang lainya juga ikut tertawa keras kecuali Nal.
"Nona kita sudah sampai" kata pria yang mengendarai kuda itu "semuanya ayo turun" kata Nal pelan, Nal langsung berubah menjadi kalung dan Tana dan Melia langsung berubah menjadi pedang. semua orangpun terun dari kereta terlihat Amel sudah memakai cadarnya kembali "ah sudah sampai?berapa biayanya? "tanya Lana sembari mendekati pria itu.