
*para pembaca yang terhormat maaf bila ada kekurangan dan salah ketik seperti salah mengasih nomor ch mohon perngertiannya dan maafkan ya! santai aja bacanya dah! selamat membaca!
Terlihat seorang anak kecil lelaki berpakaian compang camping meminta bantuan namun tak ada yang menanggapinya anak kecil yang berusia 3 tahun itu menangis sambil meminta bantuan.
"Tolong, kakak saya dalam bahaya! Nona bisakah anda menolong kakak saya?"seru anak kecil itu sambil menangis, anak kecil itu meminta bantuan pada seseorang gadis yang sedang makan bakpau, gadis itu menunjukkan ekspresi kebingungan.
"Nona saya tahu anda kuat aura anda terpancar dari tumbuh anda dan aura itu sangat pekat saya bisa merasakannya jadi tolong saya!"seru anak kecil itu.
Anak kecil itupun sampai berlutut orang orangpun sibuk membicarakan keduanya, Gadis itu jelas kebingungan tak tau harus melakukan apa beberapa saat kemudian dia baru mau berbicara.
"Kenapa aku harus menolongmu?"seru wanita itu dingin.
"Nona mohon saya rela memberi apa saja bahkan rela menjadi budak nona mohon tolong kakak saya! "seru anak kecil itu parau.
DRRRR seketika itu tanah bergetar sangat keras banyak orang jatuh keseimbangan kecuali wanita itu, orang orang berseragam sakte mulai mengatakan bahwa kota akan diserang siluman dan penduduk harus berlindung di bawah tanah tempa persembunyian kota.
"Padahal aku hanya ingin makan bakpau! karena bakpau ini wanginya enak tapi siluman itu malah tak membiarkan aku makan sampai habis!"seru wanita itu kesal.
"Nona tolong kakak saya dia ada di selatan kakak saya sedang sakit!"seru anak kecil itu cemas.
"NONA! apakah anda ingin aku mati? Kamu hampir menjatuhkanku ke danau"seru anak kecil itu sedih.
"Tidak, siapa yang mau kou mati? Kalo kou ingin silakan mati aku tak melarang! Dan pegang bakpau ini! Jangan sampai jatuh ke tanah "seru wanita itu sambil melempar bakpau anak itu terlihat ingin mengatakan sesuatu tapi tak jadi.
Seketika itu juga wanita itu tiba tiba berada di depan puluhan siluman, wanita itu langsung menarik pedang hitam yang ada di pinggangnya "padahal aku hanya ingin makan bakpau sebentar!"gunam wanita itu.
"HARI MUSIM DINGIN"seru wanita itu dingin, seketika itu juga semua yang ada di depannya membeku danau yang berada di sebelahnyapun ikut membeku, tapi siluman itu berhasil lolos dari jurus itu, namun karena lolos wanita itu menjadi tahu di mana letak tubuh aslinya.
"MALAM YANG BERCAHAYA" seru wanita itu sambil mengarah pada 6 bayangan itu kilatan petir menyambar bayangan itu akhirnya bayangan itu musnah, langit yang gelap seketika terang walau hanya beberapa detik.
"Hm sepertinya ada yang salah"seru wanita itu seketika wanita itu menoleh kepada anak kecil dan melihat ada satu ilusi bayangan yang menyamar menjadi harimau seketika itu juga dia mencakar anak kecil itu namun wanita itu dengan cepat memukul harimau ilusi dengan tangan kanannya yang penuh tenaga dalam.
"Sial! Aku lupa itu hanya ilusi yang di mana tubuh aslinya!"gunam wanita itu kesal.
Seketika itu wanita itu menusuk ke atas ruang hampa. Namun siluman itu menghindar dengan cepat.