The legend of a goddess

The legend of a goddess
ch. 15 pertarungan



Darah yang mengucur lebih banyak lagi saat Amel mengedarkan racun lebih dalam lagi 'Ah sialllllll aku seperti mati 100 kali!!! ' seru Amel dalam hati.


┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━


Tak terasa matahari sudah terbit Amel baru saja menyelesaikan latihanya "ah akhirnya aku sudah menyelesaikan latihan itu aku seperti mati ribuan kali! " kata Amel dingin.


Melihat pakaian putihnya kini berwarna merah dia cepat cepat mandi dan menganti baju, setelah itu Amel pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan dan terlihat banyak orang sedang mengobrol ketika semua orang melihat Amel semua orangpun langsung berdiri.


"salam kepada guru! " ucap semua serempak, "hm duduklah " kata Amel dingin merekapun langsung duduk kembali. "Amel! Sini duduk! "seru Nal kencang Amelpun langsung menghampirinya dan duduk di sebelahnya.


"hm guru aku penasaran bagaimana kemampuan Berpedang guru! Ayo kita bertanding! "seru murid lelaki


"hm baiklah tapi setelah makan"kata Amel dingin setelah selesai makan mereka langsung ke arena tanding banyak orang mengikuti mereka karena penasaran.


"guru apakah kamu ingat nama murid yang satu ini dan umurku ?" tanya lelaki yang sedang bersiap tanding dengan Amel, "hm kalo tak salah nama mu Ga Hu umurmu 600tahun " kata Amel dingin.


Ga hu langsung menyerang Amel dengan pedang kayunya tapi Amel dengan mudah menghindar "malam bulan merah" seru Ga hu seketika itu juga Ga hu menjadi 5 orang namun Amel tahu salah satu dari mereka barulah Ga hu yang asli sementara sisanya hanyalah bayangan.


Dan Ga hu langsung menyerang Amel "Merepotkan " kata Amel dingin, Amel diam di tempat tampak tenang seolah seolah tak ada yang menyerangnya saat bayangan ke satu, dua, dan tiga menyerang Amel mereka langsung menghilang yang artinya mereka bayangan ketika bayangan ke empat menyerang Amel lansung menarik tangan bayangan itu dan mengarahkan pedang kayu itu pada lehernya dan benar saja itu adalah Ga hu yang asli!.


"seperti biasa anda memang hebat guru tapi bagaimana anda tahu saya ada di sana? " tanya Ga hu


"cukup mudah rasakan kehidupan untuk mengetahui mana yang hidup dan mana yang mati karena yang hidup bernafas dan karena yang mati tak bernafas cukup rasakan apakah mereka hidup atau mati memang jurus ini sangatlah mematikan tapi bagi orang yang sudah sangat berpengalaman atau mendalami ilmu pedang menemukanmu semudah membelikan telapak tangan agar lawan tak bisa mengetahui posisimu yang sebenarnya cukup jangan bernafas di dekatnya apa bila kamu bernafas lawan akan menemukan energi kehidupanmu dan menyerangmu itu hanya trik untuk menghadapi lawan yang berpengalaman jadi jangan bernafas saat menyerang didekat lawan yang berpengalaman "jawab Amel dengan dingin


"hm aku mengaku kalah terimakasih atas nasihat anda" seru Ga hu 'hm sepertinya aku harus menjadi pendekar tingkat tinggi aku akan berkelana dengan Lana saja'seru Raihan dalam hati.


Tak terasa sudah siang semua murid sakte izin untuk pulang ke rumah masing masing saat itu juga Lana dan Raihan juga meminta izin untuk berkelana dalam 3 tahun Amel mengizinkan ke duanya dan memberi kalung untuk berjaga jaga saat ada bahaya pecahkan kalung itu maka Amel akan datang. Mereka berduapun langsung pergi.