
Hitam dan Putih seolah tak ada kehidupan " seru Melia dingin sembari menatap jendela dengan tatapan tajam. suasanapun menjadi haening kembali
┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻
Fahayan tak terlalu terkejut karena dia. sudah tau sifat Melia sejak kecil. "oh..... Melia kau selalu membuat ibu terkejut yaudah segini aja dulu coba kita bahas yang lain " seru bu Lia.
Tringggg suara bel berbunyi menandakan istirahat. Melia langsung membereskan bukunya dan menuju ke luar Fahayan berjalan di sampingnya.
Melia sedikit terganggu bukan karena Fahayan melainkan gadis gadis yang mengikuti Fahayan sangat banyak. Merasa terganggu Melia barkata "Fahayan bisakah kou singkirkan gadis di belakangmu? itu mengangggu suasana tenangku" kata melia dengan suara pelan namun terdengar jelas.
"oh ah iya tadi aku sudah bilang pada mereka untuk tak mengikutiku tapi mereka memaksa" jawab Fahayan dengan menatap para gadis itu dengan wajah kesal. "ya sudah aku mau ke toilet kamu duluan aja ke kantin " kata Melia dengan muka datar.
"oh iya kalo gitu aku duluan" seru Fahayan.
Meliapun masuk ke kamar mandi belum lama masuk ada gadis gadis yang melempar se-ember air ke wajah Melia. Melia hanya diam "caper hahaha" seru seorang gadis "gak usah centil deh jadi anak!" seru orang yang melempar ember. Merekapun pergi dan mengunci pintu toilet sehingga tak ada yang bisa masuk.
Melia hanya diam tak menanggapinya. 'nona mau ku bereskan orang ini? ' suara seorang pria bergema di kepala Melia. "tak perlu aku tak apa apa Nal" seru melia dengan wajah dingin.
'tapi mereka menyebalkan! ' seru Nal yang menampakan tubuhnya. tubuh Nal sekarang berwujud naga yang seoerti berumur 5 tahun padahal dirinya sudah hidup 500 tahun.
selama ini Nal selalu menemani Melia dia berpura pura menjadi kalung atau anting gadis tersebut 'sudah lah tak usah cari masalah ' seru Melia 'hah memang nona ini anda sudah berulang kali Reinkarnasi jika bukan karena aku terikat denganmu kamu sudah lupa dengan kehidupan lalumu! 'seru Nal yang berdecak kesal.
"ah iya aku wangi pengepel lantai" kata Melia dengan wajah datarnya. selesai merias wajahnya agar tak ketahuan Melia menelepon Fahayan "Fahayan kamu ambil tas aku di kelas terus anteri ke toilet cewek deket kantin aku tunggu!" kata Melia dengan suara datar "buat ap-" balum Fahayan ngomong Melia sudah mematikan teleponnya.
Brak! terdengar suara keras menghantam pintu karena penasaran Meliapun melihat Fahayan masuk dengan mendombrak pintunya. Seketika itu juga mereka saling bertatapan dalam diam Fahayan melihat Melis dari atas sampai bawah seketika itu juga wajahnya menjadi sangat merah seperti tomat.
'kenapa dia? ' tanya Nal ke heranan melihat Fahanyan Nal pun memperhatikan Melia dari atas sampai bawah dan 'aaaaaaaa'teriak Nal di kepala Melia "ada apa?" tanya Melia ke Nal dan wahayan "kancing baju atasmu lepas! " seru mereka berdua bersamaan.
Melia langsung melihat kancing baju tersebut memang lepas! wajahnya langsung memerah karena bagian atas tubuhnya sangat terlihat! 'dasar ceroboh untung kou memakai bra! ' seru Nal dengan nada malu dengan cepat Melia merebut tasnya dan segera menutupi atasnya dan berkata "keluar! kalo dilihat orang bagaimana?! " teriak Melia keras.
Fahayanpun tersadar dan segera ke kantin di kantin Fahanyan terlihat sedang malamum 'bagian atasnya besar ternyata! emm...... ahhh aku mikir apa sih! sadar dong Fahayan jangan jadi cowok berengs*k ' seru Fahayan dalam hati.
Sementara itu Melia terlihat sudah keluar dari toilet dan menyimpan baju basahnya ke dalam keresek dan menyimpanya di tas. setelah menyimpan tas di kelas Melia pun ke kantin menyusul Fahayan.
**hai ini authornya :v oh iya ini beneran ciptaan saya sendiri gak terjawaah. maaf kalo gaje ini masih pembukaan
Raihan:kenapa aku gak muncul coba  ̄へ ̄
hehehehe yaudah byeeee**
update : besok