The legend of a goddess

The legend of a goddess
ch. 18 pertemuan pertama



"apakah anda dewi es? "seru penjaga itu "hm bisa di bilang begitu " kata Amel dingin. "hormat ke pada tetua es" seru penjaga sambil berlutut "bangunlah antarkan aku ke kamar ku" kata Nal dingin 'kamar? Tempat sakte menyediakan kediaman masing masing sakte mungkin ya? Dan siapa lelaki itu? 'batin penjaga itu


 


┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━


"ikuti saya" kata penjaga , Nal dan Amel di tunjukan jalan untuk kekediaman yang telah di siapkan oleh sakte pedang ungu, saat sampai terlihat bangunan besar dan penjaga itu bilang bahwa ini kediaman yang di siapkan untuk Amel dan Nal.


Sore hari telah tiba dari siang Amel berlatih hingga sekarang karena lasa lapar mengganggu Amel berencana akan pergi ke restoran, Amel mengajak Nal dan Nal setuju merekapun pergi.


Dalam perjalanan Nal sempat berkata bahwa ia akan ada urusan untuk pergi membeli baju karena ia lupa membawa baju dan Amel tahu itu hanyalah alasan agar ia bisa pergi membeli barang barang yang tak berguna.


Nal meminta agar Amel menunggu di taman sakura ya sesuai namanya Amel di minta Nal menunggu di taman itu sampai ia selesai berbelanja dan Amelpun menunggu Nal di sana.


〒〒〒〒〒〒〒〒〒〒〒〒〒〒


"cih, dimana hong fan ?" seru seorang lelaki tinggi berjubah merah hitam dia terlihat sedang mencari seseorang bunga bunga yang bertebaran membuat pandangannya menjadi terbatas.


"cih bunga sakura ini mengalangiku" kata lelaki berjubah merah hitam itu, saat sedang mencari Hong fan dia tiba tiba melihat wanita yang berdiri di dekat pohon bunga sakura cahaya langit yang agak kesorean menyentuh wajahnya.



Pria itu melihat pemandangan itu jantungnya tiba tiba berdetak kencang "cih, sial jantungku berdebar!" keluh pria itu kesal, tanpa sengaja tanganya tertusuk ranting sakura yang tajam.


"achkkkkkk" teriak pria itu kencang, wanita yang memegang bunga berwarna merahpun kaget dan langsung menyadari keberadaan pria berjubah merah tersebut, melihat pria itu terluka wanita itu mendekati pria itu.


"Hm..... Sepertinya tangan kananmu terluka"seru wanita itu tak ada senyum di wajahnya bahkan suaranya dingin, "uh aku tak apa apa" seru pria berjubah merah hitam itu.


"tak apa apa dari mana tangan kananmu mengeluarkan darah terus" kata wanita itu, tiba tiba wanita itu mengambil ikat rambutnya dan menalikannya di tempat luka pria berjubah merah hitam tersebut.


"terimakasih"seru pria itu dengan wajah merah "hm"seru wanita itu dingin "BODOH AKU SUDAH MENCARIMU KEMANA MANA DAN KAMU ADA DI SINI KAN AKU SUDAH BILANG TUNGGU DI TEMPAT YANG AKU BILANG TADI"seru seorang pria berjubah biru dan putih ia langsung menarik wanita itu dan membawanya pergi.


"uh tunggu siapa namamu?! Namaku Fang hayan! " seru pria berjubah hitam merah itu "Amel" teriak wanita itu dingin pria yang mendengar itu pun langsung memegang luka yang di tali oleh ikat rambut berwarna putih itu 'Amel ya' seru pria itu dalam hati sambil tersenyum.


Note:hei ini author kasihhh udah baca sampai sini ‘︿’ walaupun novelku ini amatiran banyak kesalahan *_*