
*para pembaca yang terhormat maaf bila ada kekurangan dan salah ketik seperti salah mengasih nomor ch mohon perngertiannya dan maafkan ya! santai aja bacanya dah! selamat membaca!
"karena kou sudah mengintip takdir diriku yang lain walau dia tak bertakdir kami akan menghukummu karena melihat sesuatu yang seharusnya tak kou lihat kami menghukummu karena kamu mengetahui bahwa diriku yang lain tak mempunyai takdir kami menghukummu dan kami mengutukmu kamu akan menjadi manusia biasa dan kami akan menghilangkan ingatanmu tentang kami" seru wanita itu.
Disisi lain
Kediaman Amel dan Nal
Ruang tamu
"*hah* Ada yang mencoba mengintip takdirku lagi!
Siapa lagi kali ini apakah mereka tak bosan mengintip takdir orang terus ? Ini menyebalkan "seru Amel dingin.
"Eh ada yang mengintip takdirmu lagi ya? Tapi aku heran bagaimana kou bisa tahu kalo ada orang yang mengintip takdirmu"seru Nal penasaran.
"Diriku yang lain yang memberitahu katanya aku menyusahkan itu membuatku kesal! "seru Amel kesal
"Dirimu yang mana ? A? B? C? D? Dan aku heran mengapa kou menamai mereka memakai huruf, bagaimana kalo kita ganti nama mereka? "seru Nal antusias.
"Seterah, Wanita itu aku kan? "jawab Amel dingin.
"Wanita itu? Apa maksudmu? Aku tak mengerti!"seru Nal.
"Wanita pembawa pedang kematian"seru Amel pendek.
"Apa maksudnya? "seru Nal bingung.
"Tak usah berpura pura"seru Amel dingin.
"\hah\ Adikku ini bagaimana kau mengetahuinya?"seru Nal dengan wajah serius.
"Aku mengetahui ini karena firasatku, pertama A adalah seorang yang selalu menghabisi musuh yang di temuinya sampai mati musuh itu harus mati kalo dia berhadapan dengan A dan baru baru ini aku mengingat kehidupan sebelumnya" seru Amel dingin.
"Sifat B selalu kejam dan haus darah dia terlalu haus akan pertarungan, C hanyalah gadis kecil yang menyukai boneka dan bunga mawar berwana hitam C menganggap bahwa manusia yang mati sebagai boneka jadi dia menghiasi jasadnya dengan mawar hitam, D adalah orang penuh strategi dan pintar namun dia licik" seru Amel dingin
"Sampai mana kou mengigatnya?"seru Nal tenang.
"cuma kehidupan sebelumnya itupun tak semuanya aku hanya ingat sedikit demi sedikit, dan sepertinya praktikku naik tingkat"jawab Amel.
"syukurlah kau tak mengigat semuanya aku khawatir kalau mengigat semuanya kalau kou mengigatnya beban di pundakmu akan bertambah"seru Nal senang.
"sepertinya aku sudah hidup lebih lama dari perkiraanku sebenarnya aku hidup berapa lama? "tanya Amel bingung.
"Aku tak tahu tapi sepertinya kou sudah hidup sangat lama bahkan melebihiku, tapi kou tak boleh tahu tentang kehidupan lamanu terlalu jauh kerena beban itu sangat berat bahkan bagi seorang yang memiliki kekuatan besar bahkan aku merasa beban itu sangat berat"jawab Nal khawatir
"Baiklah aku tak akan menggali lebih dalam masa laluku"
Seru Amel datar
"Kenapa kou tak terkejut? "tanya Nal heran.
"Aku sedikit terkejut"jawab Amel jujur
"Apakah kou tak menyesal pada waktu itu karena mengabungkan dirimu dengan dirimu yang lain?"tanya Nal.
"Sebenarnya aku menyesal karena memakai jurus terlarang itu hingga mengorbankan miliyaran nyawa manusia" seru Amel.
"Sudahlah dunia ini terlalu banyak manusia tak apa apa bukan mengurangi populasinya? "seru Nal gurau.
"Kou menertawakan orang mati? Kejam juga"kata Amel gurau dengan wajah datar.
"Oh ayolah aku hanya bercanda! Dan apa apaan wajah datarmu itu kou seperti seorang boneka"seru Nal ketus.
"Seterah anda"seru Amel dingin.