The legend of a goddess

The legend of a goddess
ch.16 bahayanya darah hitam



Tak terasa sudah siang semua murid sakte izin untuk pulang ke rumah masing masing saat itu juga Lana dan Raihan juga meminta izin untuk berkelana dalam 3 tahun Amel mengizinkan ke duanya dan memberi kalung untuk berjaga jaga saat ada bahaya pecahkan kalung itu maka Amel akan datang. Mereka berduapun langsung pergi.


 


┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━


 


Saat semuanya pergi Amel langsung masuk ke kamar begitupun Nal karena alasan yang sama yaitu untuk latihan. Beberapa hari lagi akan diadakan pemanggilan para sakte aliran netral dan putih di gunung hijau tempat aliran netral dan putih diundang untuk merayakan pernikahan anak ketua sakte pedang ungu.


Malam hari kamar Amel "Hm... Besok aku harus ke gunung hijau akan memakan waktu 5 hari untuk kesana aku akan menggunakan tubuh dewasaku" seru Amel dalam kamarnya 'aku akan berlatih dulu malam ini.


Saat Amel membuka buka buku yang di kasih para muridnya dia menemukan racun 'Bunga hitam ? Hm menarik aku akan coba racun ini bahan bahannya cukup sulit di dapatkan hm 1 satu buah kematian? Bukannya buah ini buah yang di tanam oleh Lana? dan satu timun merah? Baiklah cuma segini saja ya sudah' Amelpun mengambil bahan bahanya di kebun.


Buah yang langka malah ada banyak di sini yah walaupun tak semuanya ada di sini kebun sakte terletak di dimensi yang berbeda hanya Amel dan Nal saja yang tahu keberadaan kebun itu karena dimensi itu sudah ada sejak Amel lahir dan kebun itu berada di tangan kanannya di tangan kanannya Amel terdapat tanda bunga putih dan cara memasukinya cukup mudah tinggal memegang tanda itu dan berkata 'aku ingin pergi ke kebun' tapi hanya Nal yang di izinkan jadi percuma orang mencobanya kalau Amel tak mengizinkan.


Selesai mengumpulkan bahan Amelpun mulai membuat racun , butuh waktu berjam jam untuk selesai dan sampai pada tengah malam bahannya sudah jadi "hah akhirnya berhasil 1kali pembuatan cuma bisa menghasilka 5botol? akan ku coba racun ini " kata Amel dengan wajah datar.


Amelpun meminumnya ketika meminumnya tiba tiba wajah Amel menjadi pucat pasi tubuhnya bergetar hebat mulut Amel mengeluarkan darah hitam yang sangat pekat tubuhnya berkeringat dingin tubuhnya terasa sangat panas bahkan darahnya berasa bergejolak setelah beberapa jam berlalu Amel baru bisa mengendarkan racunya ke seluruh tubuhnya.


"Sial aku hampir saja mati! Untung saja aku sudah memperkuat organ organku tapi sepertinya tubuhku semakin kebal terhadap racun dan untungnya darahku tak berubah menjadi hitam gawat kalau menjadi hitam! "kata Amel dingin.


Orang orang di aliran putih atau netral menganggap bahwa orang berdarah hitam berarti orang yang membawa bencana dan harus di bunuh tapi lain di aliran hitam darah hitam menunjukan orang yang kebal terhadap racun jadi banyak aliran hitam yang mengincar orang berdarah hitam.


"hm elemen racunku naik tingkat berarti aku bisa menembus tahap selanjutnya !" kata Amel dingin selesai itu Amel latihan sampai pagi hari tiba saat pagi Amel bergegas ke kamar mandi dan memakai baju dan merubah tubuhnya menjadi orang berumur 17 tahun pakaiannya berwarna biru dan memakai jubah berwarna putih dengan corak berwarna biru dan memakai ikatan rambut berwarna putih agar rambutnya tidak berantakan dan hiasan di atas kepalanya.