The legend of a goddess

The legend of a goddess
ch. 23 wanita yang membawa pedang kematian berakhir



"kou tahu di dunia ini dulu pernah ada seorang dengan julukan Wanita berhati es atau dengan julukan Wanita yang membawa pedang kematian! Dia dijuluki itu bukan sekedar sembarangan karena setiap manusia yang lewat akan mati seketika itu juga! miliyaran manusia mati olehnya! dia adalah manusia terkejam dalam sejarah dunia ini kou tahu anehnya semua orang yang melihat wajahnya akan mati jadi tak ada petunjuk apapun tentang dia tapi banyak orang meyakini dia masih hidup"


 


┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━


 


"lantas apa hubungannya denganku? "seru Amel heran


"kou harus berhati hati dengan orang itu"seru Nal khawatir


"memangnya itu kapan? "seru Amel dengan nada penasaran "itu.. Em.. 100 tahun yang lalu" seru Nal canggung "bolehkah aku membunuhmu?" seru Amel dingin


"apakah kamu menganggap aku sebagai kakakmu? "seru Nal dengan senyum lebar.


"tapi dari mana kou dapat cerita ini"seru Amel heran dengan wajah datar "dia selalu meninggalkan jejak bunga mawar hitam di tubuh korban dan sejak saat itu banyak pembunuhan dengan bunga mawar hitam"seru Nal serius


Disisi lain


Kediaman Fang Hayan


"aneh kenapa aku menangis tadi? Hong Fang apakah kamu tahu sesuatu? "seru Fang Hayan "aku tak tahu"seru Hong Fang "aku tahu kou berbohong!" seru Fang Hayan kesal "aku sungguh tak tahu!"seru Hong Fang.


"oh iya sepertinya beberapa hari ini kamu sering tersenyum sendiri!"seru Hong Fang yang mengalihkan pembicaraan "ah kou melihatnya"seru Fang Hayan dengan wajah memerah "sepertinya aku bertemu jodohku"seru Fang Hayan tersenyum lebar "apakah kamu sakit harus kah aku memanggil tabib? " seru Hong Fang dengan khawatir "aku serius!" seru Fang Hayan tegas.


"bagaimana kalo kita mengintip takdir dia? "seru Hong Fang "hm baiklah mari kita intip namanya Amel dan seperti ini wajahnya "seru Fang Hayan sambil membawa lukisan, Hong Fangpun mengucap mantra "izinkan aku melihat takdir apa yang ada pada dirinya izinkan aku melihat takdirnya di dunia ini tunjukkan takdirnya" seru Hong Fang.


"gelap apakah dia tak bertakdir!" seru Hong Fang kaget "hm... Apakah enak mengintip takdir seseorang?"seru seorang wanita bermata biru "kou Amel? Tunggu Amel tidak memiliki mata biru! Siapa kamu? " seru Nal waspada "hm? Kou kenal diriku yang lain? "seru Amel kaget "apa maksudnya? Dan mengapa kou memanggil Amel dengan diri yang lain? "seru Hong Fang kaget.


"ada apa ini"seru seorang gadis kecil "oh hai C" seru wanita itu "hai A" seru gadis kecil itu "tunggu kenapa Amel ada dua? Dan kaou fersi Amel kecil?! "seru Hong Fang kaget "oh iya kenalkan aku A dan ini C masih banyak sebenarnya tapi mereka sibuk"seru wanita itu "apa mereka berarti masih banyak diri Amel yang lain" seru Hong Fang heran "maaf dan selamat tinggal"seru wanita itu.


"karena kou sudah mengintip takdir diriku yang lain walau dia tak bertakdir kami akan menghukummu karena melihat sesuatu yang seharusnya tak kou lihat kami menghukummu karena kamu mengetahui bahwa diriku yang lain tak mempunyai takdir kami menghukummu dan kami mengutukmu kamu akan menjadi manusia biasa dan kami akan menghilangkan ingatanmu tentang kami" seru wanita itu.