The legend of a goddess

The legend of a goddess
Ch. 02 Hitam Putih



Belum lama suasana tenang, muncul lagi kehebohan karena terlihat lelaki tampan memasuki kelas dia tampan tinggi tidak kalah dengan tampannya Fahanyan bedanya warna matanya hijau tua, kulit putihnya seputih salju, badanya lumayan berotot, rambutnya wara hitam ke.coklatan. Wajahnya yang dingin dan datar secara tidak langsung mata Melia bertemu mata hijau tua miliknya


 


┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻


 


Tringgggg belum lama mereka bertatapan bel berbunyi. Pria berambut hitam ke coklatan pun duduk di belakang bangku Fahayan. semua orangpun kembali ke tempat duduknya masing masing. Tap tap tap terdengar suara langkah kaki mulai masuk menuju kelas terlihat seorang wanita berusia 30an sedang memasuki kelas


Selesai memasuki kelas dia menutup pintu dan berkata "Halo anak anak nama ibu Amalia kalian kan baru masuk sma. Ibu beritahu kalian kita ada di kelas 1-A oh iya kalian bisa panggil ibu bu Lia kalo begitu ayo perkenalkan diri kalian"seru bu Lia penuh semangat.


'kaya berasa di TK aja! ' seru dalam hati Melia, pria bermata hijau dan Fahanyan


Murid paling depan di sebelah kananpun maju dia mulai memperkenalkan dirinya dia terlihat cantik dengan rambut berwarna coklat muda mata berwarna unggu. Memang dia cantik tetapi masih kalah dari Melia "Halo semua perkenalkan nama saya Nisa mohon bantuannya!" serunya dengan suara imut. Banyak yang berbisik seperti "cantiknya iri" "imut! "


seru mereka.


Setelah begitu lama Melia pun ke depan kelas dengan wajah dingin nya "Nama saya Melia mohon jangan ganggu dan mengejek saya cuma karena wajah saya jelek" serunya dengan wajah datar. setelah berkata demikian Meliapun kembali ke tempat duduknya saat itu juga suasana hening karena perkataan Melia.


Semua orang di kelaspun melihat ke arah tempat duduk Melia kecuali orang bermata hijau itu. Melia hanya menanggapinya dengan wajah datar seolah tidak peduli. Setelah Fahayan beres memperkenalkan diri Fahayan pun duduk di tempat duduknya sambil tersenyum cerah ke arah Melia.


Setelah beberapa orang berkenalan diri pria bermata hijaupun maju dan berkata " hai namaku Raihanal salam kenal panggil aja aku Raihan" serunya dingin. Banyak yang berbisik "gila cool abis" "ganteng" kata anak anak kelas. Perkenalan pun selesai.


"anak anak sehari ini kita gak belajar aja dulu kita mulai memperkenalkan diri masing masing agar lebih dekat. Nah anak anak kalian pernah dengar hidup itu berbagai macam warna di mata kita katanya kalo orang jatuh cinta warna di mata mereka sangat cerah" bu Lia menatap Fahayan dan Melia sambil tersenyum penuh makna. Fahanyan yang menyadari itu pun wajahnya memerah semen tara Melia hanya memasang wajah datarnya itu.


"ibu akan bertanya ke pada salah satu kalian em... coba Raihan warna apa yang kamu lihat? " tanya bu Lia sembari melihat ke arah tempat duduk Raihan.


'warna ya?' gunam Raihan pelan "warna di mata saya semua pucat jadi tidak tahu harus menjawab apa " jawab Raihan dingin.


Semua orang nampak terkejut mendengar perkataan Raihan sementara Melia berguman pelan 'Hm.... sepertinya dia sama sepertiku tapi dia masih bisa melihat warna".


"ah seperti itu. Hm... coba Melia warna apa yang kamu lihat ?" tanya bu Melia kepada Melia.


"Hitam dan Putih seolah tak ada kehidupan " seru Melia dingin sembari menatap jendela dengan tatapan tajam. suasanapun menjadi haening kembali.


update : besok