The legend of a goddess

The legend of a goddess
ch. 26 rapat



*para pembaca yang terhormat maaf bila ada kekurangan dan salah ketik seperti salah mengasih nomor ch mohon perngertiannya dan maafkan ya! santai aja bacanya dah! selamat membaca!


Di sisi lain


Kamar Amel


"Hm....ada rubah"seru Amel.


Amel pun sadar kalo ada kertas di kaki rubah itu dan langsung mengambilnya untuk dibaca setelah usai membaca Amel langsung berlari dengan kecepatan tinggi.


Disisi lain


Nal


"Hm setelah jalan beberapa saat aku tahu Amel menyebabkan beberapa kediaman retak padahal aku sudah jalan beberapa meter! Hah dia belum terlalu menguasai kekuatannya untung ada Hanfu itu yang menahan kekuatan Amel, Jadi Amel hanya bisa menggunakan 5% kekuatannya"gunam Nal.


*Hanfu sejenis kain /baju yah anggap aja kayak baju


"Hei kenapa kou santai sekali ada siluman yang menyerang! Seluruh kota dalam bahaya! Semua kediaman retak dengan tiba tiba!"seru seorang yang sedang berlari tergesa gesa.


"Eh semuanya?"seru Nal terkejut 'padahal aku sudah membeli Hanfu yang mengurangi kekuatannya apakah dia membeli Hanfu sendiri? Hm..... Tak mungkin kalo iya pasti dia terlihat seperti orang kampunggan diakan tak bisa belanja, dandan sendiri saja malah membuat ia menjadi jelek'seru Nal dalam hati.


*liat ep 1


"Hei apakah kou mendegarkanku ada siluman sepertinya semua orang penting lagi mengadakan rapat"seru pemuda itu pemuda itupun langsung berlari tanpa memperdulikan Nal.


"siluma-"


Brak Bam!


Nalpun tiba tiba terlempar kepohon beberapa meter.


"Rasakan itu kakak siala*"seru Amel dengan senyum dingin Amelpun langsung lari tanpa memperdulikan Nal.


"Adik durhaka ini untung aku tak terluka cuma pohonnya saja yang retak, aku akan mengajarnya dan memarahinya" tanpa basa basi Nalpun langsung mengejar Amel.


Sakte


Ruang rapat.


"sepertinya semua sudah hadir kecuali de-"seru kepala sakte


"Aku sudah hadir"seru Amel


Semua yang diruanggan terkejut karena Amel dan Nal tiba tiba sudah duduk di kursi, pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak mereka 'sungguh ilmu meringankan diri yang tinggi' 'sejak kapan mereka ada disana?' mereka ingin menanyakan itu tetapi waktu tak tepat jadi mereka mengurungkan niat.


Para siluman adalah siluman ilusi mereka merepotkan karena bisa membuat tiruan yang setara dengan kekuatan mereka, kita akan membagi beberapa kelompok untuk membasminya karena mereka sudah mengepung kota karena disini ada 16 orang kita bentuk 4 kelompok" kata kepala sakte.


"Aku dan dia "seru Nal sambil menunjuk Amel, pria berambut hitam dan wakil kepala sakte.


"selatan"seru Amel dingin.


"maksudnya?"seru Fang Hayan dengan senyum hangat.


"kami akan ke selatan"seru Nal dingin.


"hm baiklah"seru Fang Hayan.


Semua orangpun sudah menentukan arah mereka rapatpun selesai dan dibubarkan semua orangpun sibuk.


"Aku ingin makan lapar"seru Amel ketus.


"Yasudah sana"seru Nal.


"em bukankah kita mau melawan siluman?"tanya wakil kepala sakte.


"Tapi aku lapar"seru Amel dingin.


"sudahlah biarkan saja"seru pria di sampingnya.


"baikalah aku akan pergi dulu"seru Amel.


Amelpun langsung menghilang sekejap mata.


"butuh berapa lama untuk sampai ke sana?"tanya Nal


"hm 1 jam kalo pakai ilmu meringankan diri 30 menit"seru wakil kepala sakte.


"Besar sekali kota ini! Ya sudah kita pakai ilmu meringankan diri saja! "seru pria berambut hitam itu.


Disisi lain


Amel


Hutan


"memakai penutup wajah itu melelahkan aku buka saja, pakai topi ini saja karena ada penutup wajahnya dan aku tinggal merubah warna Hanfu ku menjadi biru dan putih ..kalo ke selatan butuh waktu 1 jam kira kira kalo jalan kaki pakai ilmu meringankan diri sepertinya 3 menit untukku cukup baiklah mari kita basmi para siluman itu"seru Amel sambil tersenyum sedikit.