
'Amel?! ' seru Fang hayan dalam hati senang, tanpa berfikir panjang ia langsung berlari mendekati mereka "Amel! " seru Fang hayan keras.
┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━
"Huh ada yang sedang berlari menuju ke sini! apakah kita sudah ketawan? Ah entahlah kita kabur saja dulu" seru Nal kencang tanpa memperdulikan pendapat Amel, seketika itu juga Amel dan Nal langsung menghilang dari pandagan Fang hayan.
"SIAL" seru Fang hayan kesal "kenapa mereka lari dariku? Salah aku Apa ? Apa ada yang mereka sembunyikan ? Dan mengapa ada Amel disini bukankah ini acara khusus sakte besar apakah dia murid dari salah satunya? Apa semalam dia memikirkanku?"gunam Fang hayan kesal.
┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━
"kak " seru Amel dingin "ya? "jawab Nal sanbil tersenyum ceria "sepertinya aku mengenal dia" seru Amel dingin "ah iya bukan kah dia adalah lelaki berengse* yang menggoda adikku waktu di taman itu! " seru Nal dengan wajah marah.
"salah kak, waktu itu tangan dia terluka jadi aku menghampirinya" seru Amel dingin "ah seperti itu toh berarti aku sudah salah paham! Eh tunggu dulu tapi dia ada gerak gerik aneh gak? "seru Nal dengan wajah serius
"seingatku waktu pertama kali aku dan dia bertemu dia, dia sudah menatapku selama 30 detik" seru Amel dingin
Merekapun memakai penutup muka dan langsung pergi ke acara tersebut , sesampainya mereka di sambut oleh seorang murid sakte yang langsung memimpin ke dalam ruangan khusus dimana sudah banyak orang di sana tersedia beberapa kursi dan panggung Amel dan Nal duduk di kursi paling depan.
"hamba pamit acara pernikahan diadakan saat siang hari jadi silakan tonton acara penyambutan sakte ini ketua"seru murid sakte itu.
Terlihat seorang maju ke panggung dan memberikan hormat pada hadirin "halo semua saya adalah seorang yang bertanggung jawab atas acara ini kita akan menyaksikan cerita tentang dewi air" seketika itu juga keluar beberapa pemain mereka memperkenalkan diri masing masing dan peran apa yang diambil mereka.
"saya memerankan Nal" seru pemuda itu "Fang hayan"seru pria satu lagi "Amelia" seru perempuan dengan ceria "saya Dalang" seru seorang pria tua ceritapun dimulai.
"pada suatu hari ada seorang Anak kecil membeli cincin setelah membeli cincin itu anak itu membawa cincin itu ke hutan dan dia tiba tiba berkata" seru sang dalang
"hei kou cepat tunjukan wujud asli mu! "seru Amelia yang tak lain adalah anak 5 tahun itu, sosok itu menjadi waspada Karena pendekar tingkat tinggipun belum tentu tahu keberadaannya "hei anak kecil mengapa kamu tahu aku ada di dalam? " seru Nal saat itu dengan waspada "diamlah kamu terlalu berisik ! Aku bisa membuatmu meninggalkan kalung itu tapi hanya beberapa jam tapi kamu harus berbuat kesempatan denganku" seru Amel dengan wajah dingin sembari di temani aura hitam pekat yang persis seperti aura pembunuh tapi aura hitam ini lebih kuat lagi.
"ck..apa kesepakatannya?" seru Nal kesal "kou hanya perlu mengurus aku hingga dewasa dan kamu harus memberikan ini kepada diriku , situasi ku yang sekarang ini susah untuk di jelaskan dan kamu hanya perlu mengurus ku dan aku tahu kamu setengah siluman dan setengah manusia kita harus membuat kontrak"seru Amel dingin.