The legend of a goddess

The legend of a goddess
Ch.22 prolog wanita yang membawa pedang kematian



"siapa kau? Dimana ini! Ini bukan di dunia awan langit!tunggu energi apa ini Qi disini sangat banyak tapi lebih banyak energi asing hampir sama dengan Qi namun energi ini tidak semurni Qi "seru Amel tiba tiba.


 


┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━


 


"hah sudahlah lupakan saja bukannya tadi kau membuat kontrak denganku?"seru Nal kesal "Hm..? Kontrak bukanya hal semacam itu terlarang dan bisa mengakibatkan kematian? Kontrak memang menguntungkan agar bisa mengingat kehidupan sebelumnya tapi itu bisa mengakibatkan seseorang mati!dan dia tak akan bisa reinkarnasi lagi belum pernah ada yang berhasil membuat kontrak! Dan kalo memang aku membuat kontrak kenapa aku tak ingat kehidupanku sebelumnya?"seru Amel dingin.


"hah sudahlah mari kita pergi dari sini"seru Nal dengan suara rendah "hm baiklah"seru Amel.


Prok prok Prok suara tepuk tangan penonton memenuhi ruangan hanya ada 3 orang yang diam "baiklah terimakasih telah menyaksikan acara ini tujuan kami menampilkan ini adalah untuk berdoa agar pasangan pria dan wanita tidak seperti takdir dewi es! Yang malang sungguh jodoh yang buruk! Seandainya saja dewi es tak bertemu Fang hayan! "seru pembawa acara.


"eh....mengapa mataku tiba tiba basah"seru Amel dengan wajah terkejut, Nal yang melihat itupun langsung mengelap mata Amel yang mengeluarkan air mata 'maaf aku belum bisa memberituhumu!'seru Nal dalam hati.


Disisi lain Fang hayan sedang menghayal 'kenapa ini sangat kebetulan ? namaku Fang hayan dan kenapa ada nama Amel! Anehnya aku merasa sedih ketika orang orang berkata bahwa mereka jodoh yang buruk! Ada apa ini? 'seru Fang hayan dalam hati.


"hei apakah kalian tak curiga kepada tetua sakte langit malam? Julukannyapun sama! Dan dia kuat"teriak salah satu seorang pria, semua ruangan menjadi heboh mereka terkejut.


"baiklah karena sudah siang kita lanjutkan ke acara pernikahannya"seru pembawa acara itu, beberapa jam berlalu dan para hadirin boleh memakan makanan yang di sajikan


Sementara itu Amel berjalan ke taman dekat dengan tempat pernikahan diselenggarakan, tempat itu sepi hanya ada dirinya dan Nal.


"kenapa nama kita ada disana kakak! Dan kenapa ada nama seseorang yang aku kenal namanya! "seru Amel dingin


"aku tak tahu! Dan siapa yang dimaksud orang yang dikenal? "tanya Nal curiga.


"dia adalah pria yang aku temui di taman waktu itu "seru Amel dingin "ingat kata kata kakakmu sebisa mungkin hindari dia! Dan jangan berhubungan dengan dirinya maupun sebatas teman! "seru Nal dengan wajah serius.


Atau dengan julukan


Nal tiba tiba membentuk sebuah ruang hampa agar suara mereka tak terdengar "ada apa sebenarnya?! "seru Amel heran.


"kou tahu di dunia ini dulu pernah ada seorang dengan julukan Wanita berhati es atau dengan julukan Wanita yang membawa pedang kematian! Dia dijuluki itu bukan sekedar sembarangan karena setiap manusia yang lewat akan mati seketika itu juga! miliyaran manusia mati olehnya! dia adalah manusia terkejam dalam sejarah dunia ini kou tahu anehnya semua orang yang melihat wajahnya akan mati jadi tak ada petunjuk apapun tentang dia tapi banyak orang meyakini dia masih hidup"