The legend of a goddess

The legend of a goddess
ch. 11 Adik



"ah iya" seru pria itu, dengan cepat ia memakai bajunya kembali Nalpun melepas tangannya dari mata Amel,"uh maaf tuan sebenarnya saya seperti ini karena adik saya" seru pria itu dengan wajah yang terlihat sedih "apa urusanya denganku! "kata Nal kesal.


┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━


"hm kou punya adik? "tanya Amel dengan wajah datarnya


"ya saya mempunyai seorang adik perempuan umurnya sama seperti kamu gadis kecil" seru pria itu "beraninya kamu tak sopan kepada Amel! "seru Nal kencang .


Mungkin memang berlebihan seperti itu tapi Nal sudah menganggap Amel seperti soudara kandung yang sebaya begitupun Amel, Amel juga merasa seperti itu keduanya sudah hidup bersama ribuan tahun, bahkan sampai kondisi antara hidup dan mati tak heran hubungan mereka sangat dekat.


"ah tak apa apalah Nal" kata Amel sembari menepuk pundak Nal, "oh iya mana adikmu?" kata Amel dingin


"dia sedang berada di rumah" kata Pria itu.


Amel lalu berbisik kepada Nal ,dan Nalpun mengangguk setuju "cih jika bukan karena Amel aku sudah membunuhmu dari tadi! " seru Nal kencang setelah mendengar itu pria itu langsung berkeringat dingin.


BRAK terlihat seseorang bermata hijau membuka pintunya dengan keadaan ke habisan nafas yang tidak lain adalah Raihan dan Lana.


"Amel! akhirnya aku menemukanmu! "seru Raihan sambil nafas terputus putus "syukurlah anda baik baik saja tetua! "seru Lana, setelah nafasnya tak terputus putus seperti tadi Raihan baru menyadari bahwa ada Nal, dan seorang lelaki yang tak di kenalnya.


"ah iya mohon maaf sebelumnya saya lupa memperkenalkan diri saya nama saya huo nan"seru pria itu


"hm.. tujukan rumahmu !"kata Nal dingin "eh baik" kata pria itu sembari menuju keluar ruangan, setelah mereka meminta maaf atas kejadian tadi merekapun keluar dan menuju ke rumah Huo lan.


Setelah berjalan lebih dari 10 menit terlihat ada rumah kecil yang sudah tua bahkan sudah mau ambruk. "ini. rumahku dan adikku nona"seru Huo "Hm? ini rumah mu? "tanya Lana bingung "iya nona " kata Hou sembari mengetuk pintu.


"dik ini kakak ada tamu yang mau berkunjung" kata Huo lembut setelah berkata seperti itu pintu rumah terbuka terlihat ada anak 11 tahun dia cantik kulitnya putih matanya biasa saja seperti orang pada umumnya, walaupun cantik tapi bisa di bilang dia masih kalah dari kecantikan Amel.


"kakak! eh siapa mereka? " kata gadis itu "oh mereka adalah tamu kita, mari silakan masuk maaf kalo sederhana " seru Huo "Hm? tak apa apa ini sudah cukup bagi kami" kata Amel dengan wajah datarnya, merekapun masuk dan duduk di lantai.


"oh iya perkenalkan ini adik saya namanya Huo lan" kata Hou "Hai nama saya Hou nan kalian bisa memanggil saya lan dan kakak saya nan!" seru Lan "Hm.. umurmu sepertinya cukup!, Apakah kamu mau menjadi muridku? " kata Amel dingin.


"hm? murid maksudnya? "tanya Lan bingung "kou bisa menjadi pendekar !" seru Nal "apa menjasi pendekar! saya.... uh apakah saya boleh seperti itu? terus nanti kakak saya bagaimana? saya hanya seorang dari keluarga miskin orang tua sayapun membuang saya dan kakak saya! " seru Lan dengan wajah sedih,


"apa masalahnya jika kou dari keluarga miskin? ,apa masalahnya jika kou di buang orang tuamu? bagiku semua orang sama! kakakmu mungkin bisa menjadi pendekar namun usianya sudah 15 tahun belum terlambat" seru Amel dingin.