The legend of a goddess

The legend of a goddess
ch, 17 Dewi es



"hm elemen racunku naik tingkat berarti aku bisa menembus tahap selanjutnya !" kata Amel dingin selesai itu Amel latihan sampai pagi hari tiba saat pagi Amel bergegas ke kamar mandi dan memakai baju dan merubah tubuhnya menjadi orang berumur 17 tahun pakaiannya berwarna biru dan memakai jubah berwarna putih dengan corak berwarna biru dan memakai ikatan rambut berwarna putih agar rambutnya tidak berantakan dan hiasan di atas kepalanya.


 


┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━


Nal pun masuk ke kamar Amel dan melihat Amel berpakaian seperti itu membuat Nal kagum karena ke cantikan Amel 'tak heran dia dipanggil Dewi es mukanya seperti dewi dan sikapnya sedingin es! 'batin Nal.


"hm mari kita pergi"kata Amel dingin "oh iya mari "kata Nal sambil tersenyum. Karena menaiki kereta membutuhkan waktu 5 hari mereka memilih untuk menaiki pedang untuk terbang yang tidak lain pedang itu adalah Melia dan Tana, Amel memakai Melia dan Nal memakai Tana.


Amel dan Nal setuju untuk tak istirahat agar segera sampai. Keesokan paginya mereka sudah sampai di gunung hijau yang awalnya membutuhkan 5 hari cuma butuh waktu 1 hari karena kecepatan Tana dan Melia.


Saat sampai Amel dan Nalpun turun di kota sekitar gunung hijau merekapun langsung turun saat di depan gerbang kota agar tak menarik perhatian Tana dan Melia langsung di simpan, penjaga kotapun dari tadi terus melihat Amel karena ke cantikannya.


'oh tuhan apakah dia seorang dewi!' seru dua penjaga kota itu dalam hatinya, saat Nal terbatuk merekapun langsung sadar dan meminta indetitas ke duanny, saat mengecek indetitasnya mereka penjagapun lansung mengizinkan mereka masuk.


"hm biasanya mereka langsung kaget ketika mengetahui indetitasku kenapa mereka terlihat biasa saja? " tanya Amel dingin "hehehhee aku sudah mengubah indetitas kita menjadi orang biasa apakah kamu mau orang lain menjadi tahu wajahmu? " kata Nal.


Amel dan Tana langsung ke sakte pedang ungu dalam perjalanan Nal tiba tiba berkata "apakah kamu akan menyembunyikan kekuatanmu terus? Kou itu kuat kenapa kou menyembunyikan tingkat dan tahap pendekarmu?",


"Hm... apakah kamu pernah mendengar bahwa orang kuat pasti di puji puji dan semua orang tahu jurus apa saja yang digunakan orang itu, saat orang itu lemah banyak musuhnya untuk membunuhnya dan para musuhnya sudah mengetahui semua jurus orang itu jadi orang itu mati terbunuh karena kesalahannya menampilkan semua jurus andalannya"jelas Amel dengan wajah datarnya.


"Hm... Pikiranmu ada benarnya juga ternyata itu alasanmu selama ini hanya menggunakan 4 jurus kalo sedang bertarung publik (pertandingan secara terbuka) , dan kou memilih orang lemah karena tak mencolok? " jelas kesimpulan Nal.


"ya kita sudahi dulu ngobrolnya kita sudah sampai"seru Amel dingin "nih penutup mukamu" Nal pun memakaikan penutup muka itu ke Amel, para penjaga pintu gerbang sakte baru menyadari keberadaan mereka langsung mendatangi.


"apakah anda dewa api? "seru salah satu penjaga


"bukan"jawab Amel dingin, 'em suaranya dingin sudah kelihatan wajahnya cantik walaupun memakai penutup muka cuma 1 orang yang seperti ini tak salah lagi ini dewi es! ' seru batin penjaga itu.


"apakah anda dewi es? "seru penjaga itu "hm bisa di bilang begitu " kata Amel dingin. "hormat ke pada tetua es" seru penjaga sambil berlutut "bangunlah antarkan aku ke kamar ku" kata Nal dingin 'kamar? Tempat sakte menyediakan kediaman masing masing sakte mungkin ya? Dan siapa lelaki itu? 'batin penjaga itu.