
"Melia! bangun! udah siang! si Fahayan udah nyamper ngajak pergi ke sekolah! " Seru seorang wanita yang terlihat berumur 35 tahunan dia adalah ibu Melia.
"Fahayan? ah.....ngantuk Huh yaudah aku ke kamar mandi! " seru seorang wanita dia baru bangun dari tidurnya tetapi karena teriakan dari ibunya itu dia segera ke kamar mandi.
Namanya Melia dia terlihat cantik. Bulu matanya panjang, matanya berwarna hitam pekat, rambutnya pendek, kulitnya selembut kain sutra, warna kulitnya putih seputih salju, ditambah rambut hitam yang sangat pekat, bibir mungil yang berwarna merah, belum lagi lekuk tubuhnya yang sangat indah! siapapun yang melihatnya benar benar tipe ideal lelaki!.
Terlihat seorang wanita membuka kamar mandi dengan pakaian anak sekolah. Terlihat dia memakai pakaian anak sma. Ya tidak lain itu adalah Melia yang baru mandi. Dia terlihat sedang berjalan mendekati kaca riasan.
Dia duduk dan terlihat sedang memakai riasan wajah. Yang mengejutkan dia bukannya terlihat mempercantik diri dengan riasannya malah terlihat dia sengaja menjelek jelekan wajahnya! yang tadinya wanita cantik sekarang dia terlihat seperti anak pengecut dengan kulit pucat. Mata yang awalnya hitam pekat kini warna coklat biasa biasa saja ! dia sengaja menjelekan mukanya dengan riasan!
"bu! lihat kaca mata tidak?" seru melia dengan wajah malasnya seolah malas sekolah ya memang sebenarnya dia malas sekolah. "di lemari bajumu coba cari! " seru ibunya.
Diapun memeriksa lemari pakaiannya "ah itu! " serunya. sehabis memakai kacamata dia mengambil tas setelah itu dia menuruni tangga dengan cepat "bu aku mau berangkat! " seru Melia. ibunya pun menghampirinya dan berkata " aduh! anak ini kamu itu cantik kenapa malah nutupin kecantikanmu dengan riasan wajah!"seru ibu Melia dengan wajah kesal.
"maless! udahlah aku mau berangkat dah!"
kata Melia dengan wajah datarnya. Dia pun keluar dari rumah. terlihat di depan rumah ada lelaki tampan tubuh yang tinggi, rambut yang coklat ke hitaman ,matanya yang coklat sangat cocok dengan penampilannya.
Merekapun berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah terlihat banyak orang yang memandang mereka sambil berkata "eh siapa mereka?" "kayaknya murid baru" "hihi si buruk ruma sama si bercahaya" "kasian loh cowoknya padahal ganteng! " semakin kami masuk sekolah samkin banyak yang membicarakan kami.
"Melia? kamu gak apa apa? " seru Fahayan
Melia menjawab dengan mengangggukan kepala yang artinya dia baik baik saja. Merekapun sampai ke kelas mereka banyak yang heboh di kelas ya tentunya bukan karena Melia tapi karena fahayan.
Perempuan mana yang tak jatuh cinta dengan penampilan Fahayan sudah tinggi, Badanya bagus, tampan, sungguh tipe cewek banget! tetapi pengecualian buat Melia walaupun Fahanyan tampan dia sama sekali tidak menunjukan ke tertarikan dengan Fahayan.
Seketika itu juga banyak anak perempuan yang mencoba mendekati Fahayan tapi Fahayan mencoba menghindar dari anak perempuan seketika itu juga Fahanayan. mencoba melihat Melia dia terlihat biasa saja seperti biasa wajah Melia datar dan dingin 'dia gak cemburu kah? ' seru Fahayan dalam hatinya.
Tidak memperdulikan Fahanyan Melia langsung mencari tempat duduk untuknya duduk. Sementara itu Fahayan mengikutinya di belakang sembari meminta para gadis untuk menjauh.
Belum lama suasana tenang, muncul lagi kehebohan karena terlihat lelaki tampan memasuki kelas dia tampan tinggi tidak kalah dengan tampannya Fahanyan bedanya warna matanya hijau tua, kulit putihnya seputih salju, badanya lumayan berotot, rambutnya wara hitam ke.coklatan. Wajahnya yang dingin dan datar secara tidak langsung mata Melia bertemu mata hijau tua miliknya.
update : besok