The legend of a goddess

The legend of a goddess
Ch. 06 malam bersalju



"oh ada yang seperti itu negara di dunia persilatan ada berapa?" tanya Raihan penasara. " ada 10 negara. Negara di bagi menjadi tingkat 1-10 ke 1 adalah negara yang paling kuat yaitu negara Naga langit ke 10 adalah terlemah yaitu negara angin topan. Negara kita sendiri ada di peringkat 5 itupun berkat sakte aliran hitam putih dan netral. Nama negara kita ini adalah Negara shu dan kekaisarannya adalah naga langit. Aliran hitam dipimpin oleh sakte bunga anggrek Aliran putih di pimpin oleh sakte angin putih dan Aliran netral di pimpin oleh sakte kita sakte langit malam" kata lana dengan nafas berat karena cape menjelaskan.


 


  ━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━


Bam! tiba tiba ada suara ledakan dari kamar Amelia. Lana dan Raihan terkejut "apa itu" seru Raihan "entahlah kalo begitu kita coba periksa" jawab lana. Mereka langsung mendekati sumber suara tersebut dan menemukan bahwa Amelia latihan.


Mereka bingung suara apa itu tiba tiba Lana berkata "nona ada apa? " tanya Lana bingung "tak ada apa apa kok" jawab Amelia dengan dingin. Suasana pun hening.


"uh itu nona sebaiknya anda segera tidur besok kita akan mencari murid untuk sakte" seru lana "hm iya. Oh iya Lana jangan panggil aku nona kamu bukan pembantu kamu adalah murid sakte terus jangan pakaipakaian pelayan! " kata Amel dengan nada dingin "baik ketua sakte " jawab Lana "hah panggil saja aku apa jangan sungkan" kata Amel "baik aku sudah memutuskan untuk memanggil ketua!" kata Lana semangat "hah sudahlah seterah kamu Lana antar Raihan ke kamarnya hari mulai gelap kita tidur saja" kata Amel dengan wajah datar.


Malampun di lalui tanpa ada masalah subuh kemudian. kamar Amel "ketua apakah anda sudah memakai gaun yang saya berikan? " kata lana "ya sudah seperti ini hasilnya"



Amelia


"ketua anda sangat cantik! tapi kenapa anda memakai cadar? dan membawa kuas? "tanya Lana heran. "oh ini bukan kuas sembarangan ini pusaka, hm kou tanya aku kanapa memakai cadar? ya gak apa apa biar gak ada yang kenal" jawab Amel dengan nada datar.


"oh seperti itu kata aku ketua jangan bawa kuas pusaka itu terlihat aneh " kata Lana pelan. "Hm aneh ya? ya sudah Lana ambilkan aku pedangku " kata Amel pelan. "ah dua duanya? " tanya Lana "iya aku sarungkan nanti di samping gaunku "kata Amel dingin. Setelah itu lana pergi mencari pedang.


sementara itu Raihan sedang siap siap. "ketua ini pedang anda"



"tak bisa pedang ini memiliki roh hanya aku yang bisa memakainya. Kalo orang lain yang pakai pedang ini dengan sendirinya menjadi tumpul" jelas Amel. "ketua tak usah pedulikan dia ayo kita ke kereta aku sudah pesan 2kereta untuk kita! " kata Lana sambil membujuk Amel.


"kenapa 2? untuk siapa? " tanya Amel heran "ya yang kereta ke 1 untuk kita yang ke dua untuk Raihan" tanya Lana heran.


"oh ya sudah" kata Amel dingin. Merekapun masuk ke dalam kereta.


psahhh tiba tiba ada Nal yang berubah menjadi menusia "eh kou bisa berubah menjadi manusia? "tanya Amel tanpa terkejut sementara itu Lana terlihat sangat kaget.


"aku bisa berubah wujudku menjadi manusia kalo di dunia ini " psahhhh tiba tiba pedang Amel juga langsung berubah menjadi 2 roh manusia "hai Amel tubuh mu menjadi kecil! hahhahaa"seru pria berambut biru muda "gak sopan kamu! "seru wanita berambut putih ke 2nya terlihat masih muda.


"ketua siapa mereka! "tanya Lana kaget.


"oh ini wanita berambut putih ini namanya Melia aku meminjam namanya sewaktu di dunia Raihan, em kalo pria rambut berwarna biru itu namanya Tana mereka berdua adalh roh pedang ini kalo pria yang berambut hitam itu Nal"jawab Amel dengan wajah datar.


"dasar Amel! ini pedang pusaka langit dan kou bilang PEDANG INI kami punya nama! namanya pusaka malam bersalju! "seru Tana kesal sementara itu Melia hanya tersenyum tipis "kenapa kou sebutkan namamu padaku ? aku sudah tahu namamu. Apakah kamu ingin sombong di depan Lana?" tanya Amel dengan wajah kesal.


Seketika itu juga urat urat Tana mulai muncul yang menandakan dia marah. Perjalanan yang awalnya tenang kini menjadi berisik karena ocehan Tana dari waktu ke waktu sementara itu Lana hanya diam mendegarkan ocehan Tana Nal justru. malah membaca buku karena malas mendegarkan ocehan Tana. Melia mencoba menenangkan Tana Amel hanya diam seolah tak peduli.


hai ini authornya kalian mau tau gimana keretanya? aku sebenarnya udah cari cari tapi malah dapet yang aneh yaudah ni contoh keretanya ini beneran ada di china (^ω^) update : besok