
Sementara itu Melia terlihat sudah keluar dari toilet dan menyimpan baju basahnya ke dalam keresek dan menyimpanya di tas. setelah menyimpan tas di kelas Melia pun ke kantin menyusul Fahayan.
┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻┻━┻
tringggg belum sempat Melia ke kantin bel sudah berbunyi Fahayan dan Meliapun ke kelas. Di kelas biasa biasa saja hanya guru yang berganti.
Tak terasa sudah sore para murid segera pulang ke rumah masing masing termaksuk Melia dia pulang bersama Fahayan tapi ada yang aneh Melia mengucapkan selamat tinggal seolah mereka akan berpisah selamanya.
Malam tiba kamar Melia berada di lantai 2 dan dia mendegar ada suara di dalam kamarnya "untuk apa kou disini?.. Raihan" seru Melia dengan wajah dingin "indramu tajam juga! " jawab Raihan "sudah tak perlu basa basi apa mau mu? "balas Melia dengan nada kesal "kamu sebenarnya bukan Melia tapi Amelia bukan? " jawab Raihan "terus apa maumu! " kata Melia dengan nada penuh waspada.
"tak aku hanya penasaran " jawab Raihan. Raihan mengenali Melia karena dia masih memakai riasan. Tiba tiba terdengar suara Nal di kepala Amel dengan nada panik 'Nona waktu kita habis! akan ada gerbang di mensi ruang dan waktu di bawah kita persiapkan Qi mu untuk memperkuat tubuh! ' seru Nal tiba tiba.
"Tidak!oh sial aku lupa waktunya sudah mau habis! " teriak Milea. GRONGG seketika itu ada semacam lubang besar hitam di bawah kaki Milea dan Raihan seketika itu juga mereka langsung masuk lubang hitam tersebut seolah tak ada jejak yang tersisa. karena tak siap melindungi diri Melia lupa memakai Qi nya untuk melindungi diri
SPASH seketika itu juga mereka memasuki hutan dan ruang dan waktu itu pun menghilang seolah tak pernah ada. bruk! mereka langsung memasuki dunia lain masalahnya Raihan ikut juga bersama Melia.
"uh sakit" gunam Amel pelan dengan cepat ia segera bertanya kepada Nal"bawa pil gak kamu? tangan kanan dan kiri ku patah kaki juga dua duanya patah " seru Amel dengan nafas berat kepada Nal. Amel mempunyai sebuah ruang waktu berbentuk gelang sebenarnya bisa dia ambil sendiri tapi karena kondisinya dia tak bisa menggerakkan tangannya di dalam ruang itu tersimpan banyak pil yang berguna untuk pendekar dam juga pusaka pusaka seperti pedang.
Nal pun segera berubah ke bentuk naga dan mencari pil tersebut. Setelah beberapa lama akhirnya menemukanya dia langsung memasukanya ke mulut Amel. Seketika itu juga Amel langsung pulih total yang awalnya banyak patah tulang kini baik baik saja! seolah itu adalah keajaiban .
Amelpun dengan cepat segera mencari Raihan dia berbaring cukup jauh beberapa meter dari Amel. Amelpun memberikan pil yang sama di gunakannya pil angrek merah kepada Raihan setelah memakan pil itu luka luka dan patah tulang Raihanpun sembuh. beberapa saat kemudian ia sadar Raihan langsung bangun dan melihat Amel penuh tatapan waspada.
"sudah tak usah waspada sekarang kita ada di dunia ku disini berlaku hukum rimba yang kuat memangsa yang lemah dari pada kamu ambil pusing dan banyak nanya aku jelaskan tantang pendekar disini ada istilah pendekar. pendekar di bagi menjadi 7 bagian yaitu prajurit , jenderal, raja, kaisar, langit, semesta, dan dewa sebagai tahap paling kuat.
tahap di bagi menjadi 1-10 bagian. hanya 3 orang pendekar kuat yang memimpin negeri ini itu pun cuma pendekar raja tingkat 5 itupun 500 tahun yang lalu kalo sekarang aku tak tahu. Aku sendiri baru mencapai prajurit tingkat 5 bisa di bilang aku lumayan kuat untuk orang seusiaku aku baru berumur 10 tahun tapi sudah sejauh itu."jelas Amel.
"bukanya kamu berumur belasan! " Raihan nampak sangat terkejut mendegar perkataan Amel barusan dan tidak percaya apa yang dikatakan Amel. pssshh tiba tiba muncul asap putih dan seketika itu juga tubuh amel mengecil menjadi seperti anak 11 tahunan "inilah wujudku sebenarnya itu hanya tubuhku di masa depan nanti " kata Amel sembari menghela nafas. amelpun menjelaskan tentang apa itu pendekar kepada Raihan.
note:haiiiii ini cerita baru saja di mulai yang episode sebelumnya hanyalah pembukaan terimakasih telah membaca!
update:besok