The Demon Twins The Queen Of Death

The Demon Twins The Queen Of Death
tersangka racun harliw dari ular tak berwujud



aula yang begitu hening sejak kejadian tadi


"kalian semua apa ada yang mengetahui tuan dari ular tersebut?" tanya kaisar xia dengan dingin


"yang mulia kaisar hamba tidak mengetahui tuan nya tpi untuk mengetahui ular itu kita membutuhkan darah istimewa seperti mendiang permaisuri xia yawen"jawab jendral li


"tapi itu tidak mungkin" lirih kaisar xia


"ayah kenapa tidak darahku saja" ucap seseorang dari depan pintu aula


"itu yang mulia putri mahkota"


"apakah putri mahkota sudah membaik"


"putri kedua xia mei-yin belum sadar"


"ah lihat putri mahkota xia mei masih terlihat lemas karna ikatan batin dari putri kedua xia mei-yin"


"astaga putri mahkota masih sedikit pucat"


( begitulah omongan mereka saat mei dan jian datang ke aula )


flasback on


"bibi ling aku akan pergi menyusul ayahanda dan yang lain ke aula"


"baik yang mulia putra mahkota" dan jian pun keluar dan bibi ling juga ikut keluar untuk menyimram bunga ditaman belakang


"aisshh mereka tidak terlalu waspada akan racun yamg ada di makanan tersebut" ucap ???? 2


"ck diamlah kau akan membangunkan kucing kecil ku ini" ucap ????? 1 dengan dingin


"eugghh…… akhh ini pusing sekali" ucap mei dengan lirih lalu menengok kearah samping terdapat dua orang pemuda yang sedang menatap nya dan adik nya


"kalian apa yang kalian lakukan dikamar ku?" tanya mei dengan dingjn


"ah kau sudah bangun kucing kecil"ucap ??? 1


"siapa yang kau maksud kucing kecil s****n" ucap mei dengan kesal "oh tentu saja kau kucing kecil ku" jawabnya


"akkhh……uhh sakit sekali"lirih yin


"kau sudah bangun yin?"


"ya ehh siapa kau?"


TAKK


"s****n kau yin"


"aww b******k kau mei"


"apa hah?! apa kau sudah mengingat aku siapa putri kedua xia mei-yin?"


"ck iya iya aku sudah mengingatnya kau diam lah"


"ekhem kami masih disini"


"eh siapa kau?" ucap yin'er denga n dingin


'astaga tadi mereka imut sekali dan kenapa sekarang mendadak menjadi es seperti ini'


( bathin ????1 dan ????2 )


"tidak perlu mambantin" ucap mei dengan dingin


"tunggu kenapa kau bisa membaca batinan sedangkan akutidak" ucap yin


"entajlah mungkin saat ulang tahun kakak pertama" ucap mei


"kalian bisa membaca batin orang?" tanya ????1 lalu mei hanya berdehem saja


"yin kau istirshat saja aku akan kembali keaula untik mencari siala yang meracuni mu" ucap mei


"bagaimana kalau itu ulah selir ular itu"ucap yin dengan dingin


"kalau itu benar merrka aku akan membalasnya serta kau yang akan menyiksanya bagaimana pendapatmu yin"jelas mei


"hihi itu menyenangkan baiklah kau pergi dan lihat apakah itu ulah selir ular"jawab yin


"hei kalian tidak akan pergi?" tanya mei


"hm?kau mengusir kami kucing kecil?" tanya ????1


"kau?! jika kau tidak melakukan apapun dan menganggu kami lebih baik kau temani dulu yin selama seminggu" ucap mei menahan amarahnha


"kenapa harus aku? biarkan dia yang menjaga gadisnya" ucap ???? 1


"baiklah silahkan saja"


"tunghu kau bilang akan pergi selama satu minggu dan itu berarti saat ulang tahun kakak pertamakan?" tanya yin dengan dingin


"kenapa? itu karna rubah ku membutuhkan sesuatu di hutan yang aku masuki" ucap mei dengna dingin


"kau ingin meninggalkan ku sendirian dengan orang asing s****n?" tanya yin lagi


"diamlah yin ini demi kebaikan mu bukankah kau pnya hewan kontrak dan kalau kau bosan pergi ketaman belakang disana sudah ada taman penuh bunga yang kau sukai"jelas mei


"wahh are you serious? aren't you lying?" tamya yin memastikan


"yes, i'm serious. if you do not believe please go to the backyard" setelah mengucapkan itu yin langsung ketaman belakang dengan diikuti ???? 2


"kau silahkan kembali"


"apa kau mengusirku?"


"tidak aku akan kembali ke aula"


"apa kau serius mei'er?" tanya kaisar xia


"aku serius ayah"ucap mei "kakak pertama pinjam belati mu" lanjut mei dan jian pun memberikan belati nya pada mei


srreekk


tess teess


(darah yang menetes dalam keheningan begitj terdengar di aula itu entah kenapa saat darah itu menetes di luar aula terdengar guntur dan juga hujan deras dan banyak kicauan burung tapi kicauan burung itu terlihat aedih seakan alam pun enggan menyetujui mei melukai tangan nya)


sstt sstt


( maaf aku gatau suara ular nya hiks:) )


terlihat lah ular yang berwarna putih dengan mata merah darah menggeliat mendekati tetesan darah itu ( oh ya mei di tengah tengah aula ya jadi banyak yang ngelitin oghey )


"astaga apa ini ular nya paman li?" tanya mei


"eh ya mei'er itu ularnya" jawab jendral li


"ini sangat lucu" ucap mei dengan mata berbinar melihat ular itu "ah ya ular dimana tuan mu? bisa kau tunjukkan?" tanya mei ( entah apa ular itu malah mengaghuk seakan mengerti apa yang dibicarakan mei )


"apa ular tersebut menuruti perkataan putri mahkota"


"astaga putrii mahkota berkata ular tersebut lucu bukan seram"


( begitulah omongan orang disana:* )


"haha kucing kecil ku memang liar dia selalu membuat ku tercengang dengan tibgkah nya" ucap ????1 terkekeh ( balik lagi diaula ular tersebjut mengeliat kearah selir xiao dan itu membuat mereka syok )


"a apa ular itu milik selir xiao"


"astaga dia meracuni putri kedua xia mei-yin"


"dia pelakunya astaga aku tiddak percaya ternyata dia orang yang kejam"


( cibiran dari semua orang yang mereka lontarkan pada selir ular itu dan JLEEP haha sudah pasti nusuk banget😂 )


"kau?! apa benar kau yang meracuni yin'er jawab kau s****n" teriak mei dengan keras dan dingin bahkan sangat dingin sehingga membuat orang orang jatuh terdduduk


"jawab s****n apa kau bisu hah" ucap mei dan whussh dia berada tepat di hadapan selir xiao dan langsung mencekik nya dengan erat


"le le lepas kan a aku" ucap selir xiao dengan susah payah


brukk


"kau selamat hari ini karna yin'er sedang istirahat" ucap mei dengan dingin "tapi tidak jika yin sembuh dia lah yang akan memberimu hukuman karna sudah meracuni dirinya" lanjut mei membuat selir xiao dan anak nya pucat pasi ( sedangkan yang lain hanya menatap mereka dengan tatapan binghng marah disatukan )


"aku akan menghukum mu dengan ringan karna kalau berlebihan yin akan marah padaku" ucap mei lalu "pengawal cambuk selir xiao dan anak nya sebanyak sepuluh kali lalu kurung dia dikediaman nya selama seminggu dan keluarkan dia saat ulang tahun kakak pertama" lanjut mei dengan dingin lalu berjalan tempat duduk nya disamping kaisar


"baik putri mahkota" jawab pengawal lalu menarik selir xiao dan anak nya


"emm ayah aku ingin meminta izin"


"apa itu mei'er?"


"aku ingin pergi memetik bunga mawar putih untuk rubah ku apa boleh?" tanya mei


"tidak tidak kau tidak diizinkan pergi memetiknya"


"tapi ayah rubah ku akan mati karena tidak memetik itu untuk memulihkan tenaganya"


"tidak mei'er"


"ayolah ayah ini tidak akan lama hanya lima hari aku akan kembali sebelum ulang tahun kakak pertama" ucap mei dengan imut


"hahh baiklah kalau begitu ayah akan ijinkan" jawab kaisar xia dengan pasrah


'itu sangat lucu yatuhan aku ingin mencubit nya' bathin mereka semua


"ahh kucing liar ku ini sangat menggemaskan aku akan mengikuti mu memetik bunga itu" ucap ????1


"baiklah aku akan pergi sekarang setelah menganti baju ku" ucap mei melangkah keluar


"oh ya apa kalian ingin melihat yin? dia sudah sadar dan sedang bersantai di taman belakang kalau kalian ingin melihatnya ayo ke kediaman ku" ujarnya lalu semua orang pun pergi melihat nya


skipp taman belakang kediaman mawar


.......


.......


.......


.......


.......


.......


bye segini dhlu yak


dont forget to


like


komen


vote


end follow


byee muach😗