
"baiklah silahkan saja kalian ikut jendral zhao" ucap kaisar Xia dengan pasrah
"terimakasih ayahanda kaisar, ayo paman zhao" ucap Yan dan Yin bersama dan pergi dengan menarik kedua orang itu ( orang itu di rantai ya )
"saya pamit semuanya" ucap jendral zhao
Tenda khusus untuk mengintrogasi musuh
(udah disiapin ya)
"paman zhao kamu tunggu diluar ya" ucap Yan sembari mengikat tahanan dua orang tadi
"ta-tapi putri-"
"paman ini permintaan pertama kami padamu, kumohon!" ucap Yan dan Yin membuat wajah imut
"ba-baiklah tapi saya akan menjaga diluar" ucap jendral Zhao keluar dari Tenda
"baiklah ini hanya ada kita berempat, kalian sudah siap hm?" tanya Yan mengeluarkan belati nya juga Yin
"ka-kalian ingin apa?" tanya seorang pria
"ingin apa? tentu saja mendapatkan informasi dari mulut kalian ini" ucap Yin langsung menggores pipi perempuan itu
"akhh hentikan!!"
"hentikan!! jangan sakiti kami!"
"eh gamau ngomong ya? gapapa kok Yin cepat cari info detail nya" ucap Yan duduk di kursi yang udah disiapin
"oh oke" jawab Yin dan mengeluarkan laptop nya dan mulai mencari detailnya (jangan nanya gimana nyarinya)
lima menit kemudian
"fine!! udah selesai dan ini semua detail nya juga posisi anggota parlemen gelap" ucap Yin memberikan laptop yang berisi semua detail juga rahasia parlemen gelap
"menarik! benar benar menarik! kalian sebagai parlemen gelap malah mempunyai darah keturunan bangsawan murni, ini benar benar jodoh iya kan Yin?" ucap Yan berdiri dan mendekat
'i itu adalah rahasia terbesar kami ba bagaimana mereka bisa tahu bahkan hanya menggunakan barang aneh itu' batin mereka berdua ( maksudnya si tahanan tadi )
"ck kalo ngomong jangan dalem hati kan jadi katauhan kan" ucap Yan memegang dagu si lelaki
"ap apa maksudmu?"
"Yin salin informasi itu untuk diberikan pada ayahanda kaisar"
"oh oke!"
lima menit kemudian
"sudah selesai, mau dibunuh ga?" tanya Yin sambil merapikan laptop nya
"em...... biarin paman Zhao aja deh" ucap Yan keluar tenda
"ah jarang jarang loh kakak ku itu bersikap lembut, kalian itu termasuk beruntung lho" ucap Yin tersenyum misterius
"ma-maksud mu?"
"biasanya seseorang yang sudah jatuh ketangan nya bisa dis1ks4 sampe m4t1, jadi kalian itu beruntung, bye loser" ucap Yin keluar dari tenda dan menyusul Yan ke tenda kaisar
(jan banyak omong si dua orang itu di p3ngg4l kepalanya ama jendral Zhao/ Zhao shang )
Tenda Kaisar
"kalian sudah selesai? apa informasi yang kalian dapat kan?" Tanya Kaisar Xia saat melihat putrinya masuk
"semua, silahkan ayahanda lihat sendiri" ucap Yin memberikan lembaraan kertas yang berisi detail parlemen gelap
"ini-ini adalah-"
"satu rahasia terbesar mereka, kedua ingin menguasai kekaisaran Xia, dan ketiga mereka akan membuat persembahan darah dengan darah penduduk kekaisaran Xia jika kita kalah" ucap Yin dengan serius
"dasar b******n!! mereka ingin menghancurkan kekaisaran ku dan menjadikan rakyat ku persembahan, apa mereka pikir aku sudah m4t1!!!" ucap Kaisar Xia dengan amarah meluap dan mengebrak meja
"ayahanda kaisar mohon tenang sedikit, ini mungkin bencana besar kita tapi ini malah menjadi keuntungan terbesar kita" ucap Yan menenangkan amarah ayah nya
"apa maksud mu putriku?"
"adik apa maksudmu?"
"yang mulia putri maksud anda?"
"maksudku tempat parlemen gelap itu berada di paling utara kekaisaran Xia, kita tahu tempat itu sangat berbahaya tapi sebenarnya tempat itu sangat berharga, kalian tahu apa yang sangat berharganya?" ucap Yan sambil bertanya
"apa memangnya?"
"tentu saja tanaman obat herbal yang sangat berharga dan juga sangat langka seperti bunga tujuh warna yang sudah hilang ribuan tahun lalu yang menjadi bahan utama pembuatan pil laoshi yaitu pil yang bisa membunuh bahkan bisa menyembuhkan itu aangat berharga bukan?" ucap Yan menjelaskan dengan rinci
"apa?! bunga tujuh warna?! pil laoshi?!" kaget semua orang yang ada di dalam
"iya, juga kita bisa menjadi lebih memahami tanaman langka lain nya juga bisa menyuruh tabib istana membuat pil dengan tanaman langka ini, bukankah ini sangat menguntungkan?" ucap Yan dengan serius
"ini memang menguntungkan tapi ini juga beresiko bagi kita" ucap kaisar Xia
"ayahanda kaisar benar, walau ini sangat menguntungkan juga sangat beresiko dan juga kita baru saja menyelesaikan perang masih sangat lemah jika langsung menyerang pusat musuh" ucap Jian menyetujui ucapan kaisar Xia
"jika itu mau kalian aku dan Yin akan membersihkan jalan agar aman jika bisa besok kita akan berangkat dengan lancar dan bisa beristirahat di sungai dekat hutan musuh" ucap Yan langsung pergi
"penolakan ditolak!! kami pamit" ucap Yin menyusul
"kedua putriku ini sangat keras kepala" ucap kaisar Xia memijit pelipis nya
"tenanglah ayahanda kaisar kami akan ikut dengan adik juga menjaganya" ucap Jian pergi menyusul kedua adiknya
"kami pamit ayahanda, paman" ucap Yang pergi menyusul juga
"menurut saya yang mulia anda sebaiknya sedikit mengurangi kekhawatiran anda pada putri juga pangeran" ucap jendral li
"tapi jendral Li walau jian dan ling sudah dewasa tapi putri ku belum dewasa"
"tapi dengan kekuatan putri, mereka pasti bisa menjaga diri" ucap jendral Li
"hufh tunggu Jian menikah dan ling mempunyai tunangan, akan aku hilangkan sedikit kekhawatiran ku" ucap kaisar Xia menghela nafas
"anda ingin menjodohkan para pangeran yang mulia?" tanya jendral Rong An
"untuk apa dijodohkan bukankah para putraku menyukai putri angkat ku?" tanya Kaisar Xia
"maksud yang mulia putri Zhang dan putri Sican?" tanya Jendral Li memastikan
"haha iya aku berencana akan mendiskusikan ini dengan dua kekaisaran" ucap Kaisar Xia tertawa
"jika itu terlaksana tiga kekaisaran akan menjadi keluarga" ucap Jendral Li dianggukkan oleh rong An juga Rong Yan
Sisi lain
"Yin pakailah jubahmu" ucap Yan sembari memakai jubah
"iya"
"adik kalian benar benar akan pergi untuk membersihkan jalan untuk esok?" tanya Jian saat masuk ke tenda
"kak sampai kapan kau akan terus menanyakan itu?" tanya Yan dengan kesal
"ayolah adik, ini sudah hampir malam dan kalian malah keliar untuk membersihkan jalan yang sangat berbahaya" ucap ling memisahkan kakak nya juga adiknya
"kak ling anggota parlemen gelap hanya akan waspada saat siang hari, kami membersihkan jalan pun akan sangat lancar" ucap Yan dengan tenang
"lancar kau bilang? walau parlemen gelap tidak waspada saat malam hari tetap saja kalian menyerahkan nyawa kalian!" ucap Jian dengan nada yang menantang
"kau ini mau berantem ya?" tanya Yan tersenyum terpaksa
"jika itu mau mu ayolah" ucap Jian langsung menyerang dan Yan menyerang juga
'ayolah, jangan bertengkar disaat seperti ini juga bisa kan?' batin Ling yang sangat pasrah dengan pertengkaran saudara nya
'jika masih berlanjut ini akan sangat lama harus cepat diurus' batin Yin menghilang dan muncul dibelakang Ling dan memukul belakang lehernya hingga pingsan lalu berlalu ke Jian dan melakukan hal sama
"jika ingin bertengkar nanti setelah pulang ke kekaisaran Xia, ini masih di medan perang tolong perhatikan perilakumu" ucap Yin menatap sengit Yan
"baiklah nanti akan ku perhatikan lagi" ucap Yan merasa bersalah
"ayo, katanya mau ngebersihin jalan!" ucap Yin langsung melesat pergi
"bisa kah ku lemparkan belati ku? aku ingin membunuhnya tapi aku sayang, sudahlah" gerutu Yan dan langsung pergi
(Jian dan Ling dimana mereka? ditinggal pingsan didalam tenda)
Jalan dekat sungai
"Yoo, ini sudah hampir selesai mau istirahat?" tanya Yin duduk bersandar di pohon
"kau bawa minum?" tanya Yan
"ini, aku membawanya"
"perhatian juga ka-" ucap Yan tidak dilanjut karna melihat anak panah melesat kearah nya dan SETT. "b******n!! keluar kau?!!!" ( yahh Yan menangkap anak panah itu dengan tangan kosong jadi sekarang tangan nya terluka )
"heh sungguh menarik, manusia biasa bisa menahan serangan anak panahku ternyata seorang gadis kecil ya" ucap seseorang keluar dari persembunyian
jlep
jlep
jlep
( Yan langsung membunuh semua orang yang tadi bersembunyi dengan belati yang langsung tertancap di j4ntung )
"terkadang meremehkan seseorang yang bahkan seorang gadis kecil bisa sangat berbahaya" ucap Yan langsung pergi setelah membunuh semua orang itu
"eh kayaknya dia badmood tuh, bener bener bikin orang kesel aja" ucap Yin mendekati mayat yang tadi dibunuh
"kemampuan aja masih lemah berani nantangin Queen psyco paling gila dari dunia masa depan, kau ini sama aja nyerahin nyawa loh" ucap Yin sembari mencabut belati dari tubuh m4y4t nya "wow!! benar benar tepat di j4ntung!! heh jadi sedikit kasian nih sama belatinya gara gara kena darah kotor haha" lanjut Yin tertawa sedikit dan langsung pergi menyusul
...Stopp dulu guys...
DON'T FORGET TO
LIKE
KOMEN
END FOLLOW BYEE