The Demon Twins The Queen Of Death

The Demon Twins The Queen Of Death
#jiwa kedua 2#



"t tuan putri bo bolehkah saya bertanya?"tanya seorang mentri yaitu mentri pengadilan itu adalah salah satu mentri yang sangat dekat dengan kedua iblis itu ( -_- )


"paman chi kau ingin bertanya apa? katakan lah aku akan menjawabnya"


"i itu apa yang dimaksud ujian?dan kematian?"


"se sebenarnya aku dan kakak ku memiliki jiwa kedua itu pun dari kami masih kecil dan setiap bulan purnama akan jadi ujian kami dan yang dimaksud ujian itu adalah menyatukan jiwa kedua kami melalui rasa sakit yang luar biasa tapi jika kami gagal kami akan mati" jelas yin panjang lebar


"lalu apa maksud dari 'versi lengkap' "tanya paman chi lagi


"oh maksunya adalah dia di ujian terakhir dan itu sangat berbahaya jika dia gagal akan mati tapi bukan hanya mati jiwa nya juga akan hangus" ucap yin tersenyum miris


"a apa?!tidak hanya mati tapi juga jiwa nya hangus?!"


"i ini bu bukan kah terlalu berbahaya?!"


"lalu bagaimana nasib putri kedua seminggu kemudian?!"


kaget? tentu saja bagaimana tidak kaget mati? tentu semua orang akan mati tidak ada yang bisa menghindar lalu jiwa hangus? jangan dikatakan lagi mereka benar benar syok kalau jiwa nya hangus maka dia tidak bisa bereinkarnasi lagi......... dan apa yang terjadi? kedua putri kekaisaran mempunyai jiwa kedua yang kesatu sedang berjuang agar tetap hidup dan menyempurnakan jiwa nya dan yang kedua seminggu lagi akan menghadapinya......... putri yang baik,ceria,dan ramah.... kesayangan para rakyat sekarang keadan di aula sangat lah hening khawatir?kaget?syok?takut? itu terpapar sudah di muka mereka bahkan para pelayan sangat khawatir dengan putri kembar yang tidak memandang derajat...... sungguh menyedihkan


#hutan iblis#


"arrggh kalian cepat aktifkan array dan segel kultivasi ku cepat arrggh" teriak mei dengan panik


"ba baik yang mulia" jawab mereka bertiga


whussh


mereka bertiga memasang array gabungan agar tambah lebih kuat buat jaga jaga siapa tau array nya malah retak dan hancur


"arrggh i ini le lebih menyakitkan arggh"


"kalian menjauh sedikit ini sudah mulai"


"baik yang mulia"


"arrgghh aura kau?!! apa ini ujian yang kau maksud akhh"


"benar walau aku adalah jiwa mu tapi tubuh ku yang mengendalikan nya semangat lah!!!"


arrgghh


i ini s sangat menyiksa akhh


arrggh hah hah akhh


cukup lama mei menahan gejolak bulan purnama dan penerapan jiwa kedua nya sekitar 20 menit dia sudah berhasil dan ya kekuatan nya bertambah hingga level dewa dewi tingkat ke delapan dan penampilan nya juga sedikit berubah kulit putih seputih awan, bulu mata yang lentik, rambut hingga ke tanah, dan mata yang bersinar sungguh kecantikan yang luar biasa


"hah hah su sudah selesai hah" ucap mei terduduk karna lemas


"yang mulia anda tak apa?" tanya ice


"aku tak apa hanya lemas karna kekuatan ku terkuras dan nyawaku berkurang dua puluh tahun" ucap mei menunjuk kan dua helai rambut yang hitam berubah menjadi putih


"apaa!!! lalu yang mulia bagaimana jika putri kedimua tau?" kaget mereka bersama


"sudahlah tidak apa apa semoga saja dia tidak tau dan jangan beritahu dia atau dia akan depresi kembali"


"baik yang muli-"


"apa yang tidak boleh aku ketahui xia mei?" tanya seseorang dengan dingin dan dengan nada bicara kecewa


"yi yin?!! apa yang kau lakukan disini?"


"aku bertanya pada mu apa yang tidak boleh aku ketahui?"


"ti tidak ada kau. salah dengar"


"hei pendengaran ku itu tajam dan kau bertanya padaku apa yang kulakukan disini dan bagaimana aku sampai disini jangan lupa kau memakai gelang yang kuberikan dan itu ada alat pelacak jadi aku bisa tau kau ada dimana" jelas yin berjalan mendekat tapi sorot matanya tidak sengaja melihat dua helai rambut mei berwarna putih dan jdeerr bagai di sambar petir secara tiba tiba


takk


"kau?!! jelaskan pada ku apa yang terjadi pada dua helai rambut mu xia mei yan?!" tanya yin dengan marah melempparkan belati dan tepat di samping xia mei yan


"ti tidak i itu ha hanya sihir es iya kan ice"


"tidak!!!! ini bukan sihir ini asli darimana kau mendapat kan nya apa karna ujian tadi mengakibatkan kau kehilangan nyawa mu hah?!"


"bu bukan i itu me memang dari dulu"


"tidak!!!! bibi ling yang menjaga kita sedari kecil dan aku pernah melihat rambut mu dan tidak ada rambut putih yang artinya kau mendapatkan nya dari ujian tadi benar bukan?!" ucap yin dengan marah gimana ga marah kakak kembarnya kehilangan nyawanya dan bilang itu bukan sungguh? dia sangat mengetahui sifat kembaran nya itu dia tidak bisa berbohong


tempat lain tepatnya dahan pohon didekat sana ada dua orang yang setia mendengarkan siapa lagi kalau bukan li xian dan li jinyao


"aku tak menyangka gadis ku sangat ganas jika marah" ucap jinyao melihat tempramen xia mei yin " dan sepertinya kakak ipar berbohong pada gadisku" lanjut nya


"i iya su sudah ayo kembali" jawab xia mei yan ( gua ganti ya )


"kau ingin kembali dengan keadaan lemah?! kau ingin di kurung selama tigahari untuk pemulihan jika ayahanda dan yang lain tau?" tanya xia mei yin ( hei ayolah keadaan nya sangat memungkinkan jika dia dikurung tiga hari atau lebih jika keluarga nya tau apalagi jika ayah nya tau maka dia akan diawasi dua puluh empat jam oleh sang ayah langsung satu kata untuk sang ayah 'sungguh protektif' pada putri nya jangan kan mei yan juga mei yin jika dia terluka dia akaan dikurung juga)


"hiss baiklah kalian bertiga buka segel ku"


"baik"


whuussh


keadaan mei yan langsung membaik dari sebelum nya dan juga dia sudah sangat bertenaga agar tidak dikurung selama tiga hari oleh sang ayah


"sudah ayo dan kalian kembalilah" ucap mei yan yang ingin pulang malah di hentikan oleh tiga hewan kontrak nya


"yang mulia bawa kami bersama mu" pinta mereka memelas


"hah? ayolah aku tidak bisa membawa kalian atau seluruh rakyat akan sangat kaget" ucap mei yan


"yang mulia aku bisa menjadi gelang" ( ice )


"yang mulia aku bisa menjadi kalung" ( fire )


"yang mulia aku bisa menjadi kecil" ( fox )


"hiss iya iya cepat berubah lah"


whuussh


whuussh


whuussh


mereka bertiga berubah sesuai yang mereja katakan ice menjadi gelang, fire menjadi kalung, dan fox menjadi rubah kecil


"ayo kita kembali"


whuussh


mereka langsung menghilang bagai bayangan mereka pulang agar tidak ada yang terlalu khawatir dan menyebarkan berita membuat semua geger


aula yang hening sedari tadi karna mei yin menghilang dan menbuat semua orang kgawatir


whuussh


"halo semuanya aku kembali" teriak mei yan membuat semua orang kaget


"putri mahkota mei yan dan putri kedua mei yin kembali"


"ah syukurlah putri mahkota tidak terluka dan juga putri kedua kembali


"huff ternyata tuhan menyayangi mereka"


"anak ku kalian kembali syukurlah" ucap kaisar xia mengangkat tubuh mei yin dan mei yan bersama dan menduduk kan nya di singgasana nya


'kenapa aku merasa seperti anak kecil yang digendong karna terjatuh' batin mereka bersama


"ayah aku dan yin tidak apa apa" ucap mei yan yang sudah duduk


"baiklah apa kau melaluinya?" tanya kaisar xia yang masih sedikit cemas


"sudah ayah tak perlu khawatir lagi"


"ya......dan bagi para tamu undangan silahkan beristirahat maaf karna menunggu lama"


"tidak apa kaisar kami mengkhawatirkan kedua putri yang lucu ini" jawab salah satu mentri bilik kanan


"hehe terimakasih sudah mengkhawatirkan kami berdua istirahatlah paman bibi dan kakak lainnya kami mencintai kalian" ucap mereka berdua tersenyum manis


'ahh sangat lucu mereka sangat sopan pada yang tua' batin mereka semua


"baik putri kami mohon undur diri Kaisar" ucap semua orang disana (- tiga kekaisaran )


STOPP DULU YA GUYS


udah sampai sini dulu ya nalem insyaallah ya guys papay


don't forget to


like.


komen


end follow