
"cepat balaskan dendam mu lingwei" ucap yan menunjuk sebuah rumah yang dijaga ketat
"ta tapi ak aku takut" ucap lingwei
"kau takut? bagaimana bisa kau balas dendam pada seseorang yang menindas mu apa kau akan diam saja dan membiarkan itu terjadi?" tanya yan
"a aku aku"
"kau harus menjadi kuat agar tidak ditindas dan mati karna putus asa kakak ku mengangkat mu menjadi murid agar kau menjadi kuat percuma jika kau mempunyai dantian yang berenergi tapi tidak kau kembangkan kau ingin di sebut sebagai sampah?" tanya yin yang baru saja datang
"tidak! aku tidak ingin disebut sampah aku ingin jadi kuat akan ku balas mereka yang menindasku" ucap lingwei keluar dari persembunyian
dor
dor
ya lingwei menembak dua penjaga itu tepat di jantung nya
"siapa disana keluar kau!!" teriak penjaga yang lain
"aku" ucap lingwei mendekat
"kau?! anak kecil yang kabur?! kau ingin balas dendam tapi hanya seorang diri apa kau ingin mati?" ucap penjaga itu meremehkan..
"oh~ bagaimana kalau kami membatunya" ucap yan keluar dari persembunyiann dengan yin..
"hanya gadis kecil berani nya menyerang kami" ucap penjaga itu mengeluarkan senjata nya "ayo kawan kita serang mereka danjadikan para gadis itu J****g" lanjut nya
"yin kau urus saja kekuatan ku masih belum sepenuh nya sembuh" ucap yan dengan dingin
"heh tentu saja" jawab yin mengeluarkan senjata nya dan langsung menyerang
"kakak cantik disana ada dua anak perempuan sama seperti ku mereka dijual dan disiksa bisakah kau menolong mereka" ucap lingwei
"kau bisa menolong nya jika kau menang dalam pertempuran ini" ucap yan sambil melihat yin menyerang brutal
"baik" ucap lingwei
sett
"kau kurang memperhatikan sekitar lingwei kau harus cepat jika bertemu musuh cepat bantu dia" ucap yan melemparkan belati pada salah satu bandit yang ingin menyerang
"baik" jawabnya
sebenarnya dia bisa saja menghabisi mereka tapi dia ingin lingwei terbiasa dengan darah dan kesadisan agar itu tidak menjadi halangan saat dia tumbuh dewasa dan yan hanya memperhatikan serangan itu sambil menyender ke pohon
"gadis kecil kau yang menghancurkan markas ku?" tanya ketua bandit yang memang sedang keluar dan baru sampai
"kau adalah ketua bandit itu?" tanya yan dengan dingin
"dasar j****g berani nya kau menghancurkan markas ku" teriak nya sambil menyerang
"eh kok langsung nyerang?" tanya yan sambil menangkis serangan itu
"dasar j****g pasti ibumu adalah seorang j****g" ucap nya dengan remeh
brukk
"kau sudah membuat ku kehilangan kesabaran ku jadi kau harus mengetahui konsekuensi nya" ucap yan melempar ketua bandit itu dengan keras "tidak ada yang boleh mengatakan sesuatu tentang saudara kembar ku apalagi ibundaku siapapun dia yang menyebutkan nama menjijikan itu akan kusiksa dengan kejam dan tidak ada yang hidup termasuk kau!!" lanjut yan dengan marah sembari mendekat
srett
set
dor
ctarr
sreet
ctarr
yap yan menyiksa ketua bandit itu dari mengores pipi nya lalu menembak di bahu dua kali mencambuk nya dengan keras hingga berdarah
"see you b******n" ucap yan memengal kepala ketua bandit itu "darah nya kotor sekali aku ingin darah" lanjut yan duduk dibawah pohon tadi
"yan!! aku kembali dan lihat anak kecil ini mereka sangat memenuhi karakter diriku!!" teriak yin
takk
"diamlah!" ucap yan berdiri "ayo kembali" ucap yan menteleportasikan semua yang ada disana le ruang pribadi
"AC 1 antarkan mereka kekamarnya" ucap yan
"baik...... mari" hawab AC1
"ini bukan seperti diri mu yan" ucap yin duduk
"apa maksud mu?" tanya yan duduk disebelah
"menurutmu bagaimana?" tanya yan smrik
"mungkin karna kau tidak ingin dia dimanfaatkan oleh orang dan mengakibatkan kerugian?" ucap yin menebak sisi benarnya
"kau benar sangat disayangkan jika dia terbunuh dan dunia kehilangan master muda" ucap yan
"kalau begitu aku ingin istirahat besok kita harus kembali sebelum makan siang kau juga istirahatlah" ucap yin menaiki tangga dan pergi kekamarnya
wush
"kau tidak memberitahu dia yang sebenarnya xiaxia?" tanya aura dalam bentuk roh
"aku tidak ingin dia terlibat dalam masalahku" ucap yan melangkah kedapur
"kenapa? apa kau tak percaya pada kembaran mu?" tanya aura
"kau tidak tau sifatnya sangatlah manja karna dia selalu ku perhatikan selama 24 jam aku selalu overprotective padanya karna bagi ku dia masih terlalu kecil jika menghadapi semua ini" ucap yan duduk di meja
"dia sudah besar dia juga sudah bisa menjaga dirinya sendiri" ucap aura melayang kesana kemari
"lalu apa arti jahitan di bagian perut?" tanya yan dengan dingin
"hm kau tau itu semua dari pertarungan kan" jawab aura
"dia ceroboh seperti anak kecil itulah mengapa aku mengawasi dia dari jauh maupun dekat aku selalu memenuhi keinginan nya tidak peduli itu apa yang terpenting dia bahagia" ucap yan kembali keruang tengah
"terus kau ingin apa sekarang?" tanya aura
"tentu saja memperketat keamanan" jawab yan yang mulai mengotak atik laptop nya dari mulai laser jika seseorang mencoba masuk dll tapi dia pakai kacamata
"kau memasang jebakan yang bahkan para dewa dan dewi itu hindari bahkan kau memasang alat yang berguna agar mansion ini tak terlihat" kagum aura
"jangan kau kira aku adalah seorang gadis yang terluka sedikit dan mencari perhatian? itu menjijik kan" ucap yan sambil membuka kacamatanya
"kau kenapa memakai kacamata?" tanya aura
"buram sedikit karna terlalu banyak pekerjaan" ucap yan menaruh kembali kacamata dan laptop nya
"apa yinyin mengetahui ini?"
"tentu sampai dia membelikan ku lensa sekotak lihat lah"
"haha kau dibelikan lensa"
"diam! kembali kau!"
"iya iya"
whush
aura kembali ketubuh yan
"heh sangat disayangkan jika aku terbunuh saat sebelum pertarungan jika aku tidak memulihkan tubuhku dan juga aku bukan kehilangan dua helai rambut melainkan tiga helai rambut" ucap yan melepaskan sihir di helai rambutnya. "mungkin nanti setelah aku bangun kekuatan ku di sini aku akan memulihkan tubuh ku hanya saja akan sulit mengatasi adik kecil ku itu" lanjut yan pergi ke kamarnya..
sisi lain..
"ini?! apa yang sebenarnya telah terjadi?!"
"kenapa adik kelima bilang adik keenam masih kecil?"
"dan dia kehilangan tiga helai rambut"
"ibunda tidak bisakah kita menemui mereka?"
"tidak bisa biarkan mereka dulu kita tunggu waktu yang tepat"
"baiklah"
keesokan harinya semua orang udah ada diaula ya tinggal nunggu yan dan yin
"selamat pagi semua nya" ucap yan dengan dingin
"pa pagi nona"jawab semua orang membungkuk
"hari ini-"
stopp dulu guys
mungkin gua kesini makin lama up nya kan? karna gua dikasih tiga hari buat bikin nilai yang kosong jadi maklumin ya kan mau hri libur jadi harus semangat btw yang sama ama gua semangat guys ilmu itu kebutuhan
don't forget to
like
komen
end follow