
"baiklah, sampai jumpa aku mencintai mu" ucap yin pergi sambil melambai kan tangan nya
"aku juga mencintaimu" ucap yan setelah itu langsung tertidur
skipp keesokan hari nya
"hei kau tidak ingin bangun yin?" tanya yan yang sedari tadi duduk membaca buku menunggu sang adik bangun
"emh siapa itu?" ucap yin dengan suara serak tapi dia masih memejamkan matanya
"tidak mengenaliku ya? kalau begitu akan kuhukum kau hehe" gumam yan tersenyum smirk dan melangkah menuju tempat pakaian yin "ayo bangun! jika kau tidak bangun akan ku buang koleksi perhiasan mu" ancam yan menaruh pakaian yang dia pilih di kamar mandi
"jangan! aku mandi aku mandi!" ucap yin tergesa gesa menuju kamar mandi
"sungguh bukan aku yang mengajarinya" ucap yan memiringkan kepalanya..
wush
"jika bukan kau yang mengajarinya lalu siapa?" tanya aura dengan tibatiba
"tidak tau" ucap yan dengan acuh
"bagaimana dengan kakek tua itu" tebak aura dengan polos ( yang benar saja laki laki penyuka perhiasan? hahaha itu akan menjadi lelucon yang sangat besar )
"kakek tua itu penggila pedang lalu nenek penggila senapan sedangkan dia penggila perhiasan" ucap yan menahan emosi karna ucapan aura
"tapi perhiasan nya itu berbentuk senjata, tapi jika dipikir pikir kau itu penggila semua senjata hampir seluruh kediaman diruang dimensi terdapat senjatamu" ucap aura dengan ceplas ceplos saja
"ngomong ngomong tentang senjata aku terpikir senjataku di markas utama hiks senjataku" ucap yan dengan sedih karna salah satu set senjata yang dia sukai ada di markas utama
'oke dia penggila senjata tergila di dunia' batin aura dengan pasrah dan kembali ketubuh yan
"xia-mei-yan!!! kau pilih pakaian apa untuk ku hah?!" teriak yin yang baru saja keluar dengan perasaan marah karna kembaran nya itu memilih pakaian apa ini?!
itu pakaian yang dipilih yan untuk yin pakai hari ini
"memangnya kenapa?" tanya yan dengan polos
"kau? s****n kau!" ucap yin sembari mengambil pakaian yang sama yang dia pakai.
"tunggu tunggu jangan ganti pakaian ku" ucap yan dengan gelisah
"kenapa? jika aku pakai ini kau juga harus kakak" ucap yin menggunakan sihir untuk mengganti pakaian yang dipakai yan
itu pakaian yan ya
wush
"tepat sasaran" ucap yin dengan girang sembari menjulurkan lidah nya
'tenang tenang jangan kau bunuh dia, dia adik mu' batin yan menahan emosi agar tidak meledak
"ck sudahlah aku harus pergi dulu ada urusan tolong beri tahu ayah" ucap yan melesat pergi.
"cih tidak mengajakku? ayah kau beri apa pada kembaran ku sampai sikap nya itu sangat dingin" ucap yin pergi ke ruang makan dimana itu adalah untuk keluarga berkumpul juga
suatu tempat
"hai tuan muda lan, bagaimana? apa kau sudah memutuskan nya?" ucap yan saat sampai di perbatasan hutan kegelapan
"su sudah"
"bagus! ubah sikap mu yang pecundang ini menjadi berdarah dingin dan kejam dengan begitu akan lebih mudah untuk balas dendam" ucap yan menyemangati
"baik master" ucap lan zanghuo membungkuk
"kembalilah, besok bawahan ku akan membawa mu untuk berlatih" ucap yan membalikkan tubuh
"saya pamit" ucap lan zanghuo melesat pergi (kok bisa? beberapa hari yang lalu dia berkultivasi setelah mengetahui kalau nadi spirit nya terletak di bagian leher jadi dia berkultivasi dan mencapai xinjing level 2, lumayan berbakat tapi sedikit bodoh - xia mei yan)
"aku ingin mengantinya hiks" ucap yan meratapi nasib nya
to tolong uhuk tolong
teriakan seseorang yang lumayan kencang berasal dari semak semak
"suara siapa itu? itu terdengar seperti seorang...... pria" ucap yan perlahan mendekat
"to tolong saya anak muda"
'suara yang kudengar berasal dari kakek tua ini ternyata' batin yan saat melihat kakek tua itu "tenanglah kakek aku akan menolongmu" ucap yan memapah kakek tua itu untuk bersandar di pohon dan memberikan pil penyembuh yang sudah dicairkan
lima menit kemudian
"anak muda siapa nama mu?" tanya kakek tua itu saat sudah perlahan pulih
"namaku? aku xia mei yan kakek" jawab yan
"anak muda kau baik sekali" ucap kakek tua itu tersenyum "jadilah muridku anak muda" lanjut kakek tua itu
"mu murid apa?" tanya yan sedikit gugup
wush
"xiaxia kau kenapa?" tanya aura keluar dari tubuh yan
"eh tidak apa" ucap yan saat tersadar dari lamunan nya
"kau melamun ada apa?"
"aku penasaran siapa sebenarnya kakek tua itu lalu dia memintaku dan yin menjadi murid nya mungkin kah dia adalah salah satu tetua atau pendiri akademi?" ucap yan merenungkan pikiran tentang identitas kakek tua itu
"huffh terkadang kau harus mengubah sisi perhatian mu, jika kau terlalu memperhatikan mungkin seseorang akan mengetahui sesuatu" jawab aura membuang napas
"ya mungkin kau benar aura, aku harus menstabilkan perhatian ku" ucap yan dengan pasrah
"sudah, tinggal beberapa hari lagi kau akan melakukan perjalanan, habiskan sisa waktumu dengan keluarga dan bersenang senang, kau akan jembali dalam waktu yang cukup lama" ucap aura sembari masuk kedalam tubuh
"iblis tua kau sedang menyemangatiku ya, heh tentu saja akan ku manfaat kan waktu ini" ucap yan terkekeh dan kembali
#kediaman mawar#
gazebo yang indah, pemandangan yang menyejukkan mata, suasana yang sangat tenang, kicauan burung, dan angin sepoi sepoi. sungguh tempat yang bagus untuk menenangkan diri atau bermain catur.
"kau kalah yin!" ucap yan mengalahkan yin dalam permainan catur
"argh aku kalah dua ronde!!" kesal yin karna sudah kalah dua ronde
"tingkatkan lagi yin" ucap yan mengesap teh nya
"hm akan ku tibgkatkan lagi" ucap yin juga mengesap teh tiba tiba
"adik ketiga, adik keempat, kalian ingin pergi untuk bermain?! kita diberi waktu untuk bermain oleh ayahanda kalian ingin ikut bersama kami?!" teriak yang ling dengan tiba tiba
byurr
"uhuk uhuk kakak kedua uhuk uhuk" ucap yan dan yin tersedak teh dan menyemburkan nya
"eh? kalian kenapa?" tanya yang ling dengan polos
"kakak kedua kau mengagetkan kami!" ucap yan dan yin berdiri
"ah maaf" ucap yang ling yang meresa akan terjadi sesuatu sedikit mundur
"ada apa kakak kedua? bukankah kau mengundang kami? kenapa mundur?" tanya yan tersenyum paksa sambil berjaan mendekat disusul yin yang memasang tampang mengerikan
'aku membangunkan dua iblis ini gawat! aku harus menyelamatkan diri' batin yang ling yang resah dan tiba tiba langsung berlari ke arah gerbang kediaman
"jangan lari kau!" teriak yan dan yin langsung berlari mengejar kakak nya itu
depan gerbang kediaman mawar
"kakak pertama tolong aku!" teriak yang ling saat dekat dengan depan gerbang
'eh? ada apa dengan adik kedua? kenapa dia tampak takut?' batin jian li saat melihat yang ling yang berlari lalu melihat dua adik perempuan nya yang tampak marah dan sedang mengejar yang ling dan dia tersenyum bahagia ( ciri ciri kakak yang membagongkan )
"kak... kakak pertama tolonglah adikmu yang tampan ini dari kejaran dua iblis itu" ucap yang ling bersembunyi di belakang kakak nya
"yaang ling jangan membawaku" ucap jian li yang ingin menyingkir tapi malah di pegang erat oleh yang ling
"kakak pertama menyingkir! aku ingin menghajar kakak kedua!" ucap yan dan yin sambil berlari
"adik ketiga, adik keempat, sudah hentikan! berhenti kalian!" ucap jian li dengan pasrah akan kelakuan ketiga adik nya ini
"ups... ah kakak pertama sudah terlambat kami tidak bisa berhenti" ucap mereka berdua dengan gelisah
bruk
suara terjatuh nya seseorang dengan tidak elit nya, kalian tahu sekarang suasana nya? pertama yang ling tertindih oleh yan lalu yan tertindih yin saling bertindih dan yang paling parah adalah yang ling :) sedangkan jian li? saat yan berkata begitu dia menepi jadi tidak tertindih dan sekarang dia tertawa lepas
"hahaha... ka haha kalian saling tertindih ini haha sangat lucu" ejek jian li tertawa bahagia melihat ketiga adik nya saling tertindih
"aduh kalian berdua cepat bangun aku kesakitan" ucap yang ling yang kesusahan bernapas
"aduh aku juga tertindih, yin cepat bangun!" ucap yan
"aduh iya iya sebentar" ucap yin berdiri disusul yan lalu yang ling dan mereka merapihkan bajunya sedangkan kakak tertua mereka dia masih tertawa
'ini hawa ini berasal dari mana apa mungkin?" batin jian li lalu menengok ke samping dimana tatapan nya tertuju pada ketiga adik nya yang sedang menatap nya dengan sengit
"haha aku aku tiba tiba ada urusan aku kembali dulu ya" ucap jian li gugup dan langsung berlari
"ayo kejar dan hajar dia" ucap yan berlari mengejar jian li disusul yang ling dan yin
"..............."
maaf jarang up guys 🙏
don't forget to
like
komen
end follow