The Demon Twins The Queen Of Death

The Demon Twins The Queen Of Death
kerusuhan empat bersaudara



"haha aku aku tiba tiba ada urusan aku kembali dulu ya" ucap jian li gugup dan langsung berlari


"ayo kejar dan hajar dia" ucap yan berlari mengejar jian li disusul yang ling dan yin


sekarang keadaan disekitar menjadi sangat ramai karna pengejaran empat saudara itu dari jian yang lari ketakutan dikejar ketiga adik nya yang memasang tampang mengerikan bahkan para pelayan tertawa karna melihat pertengkaran mereka berempat seperti sekarang mereka masih saja mengejar kakak tertua mereka


"rong an, rong yan, kalian kembalilah aku akan menemui kaisar tentang permasalahan itu" ucap jendral li


"baik jendral-"


bruk


"paman li tolong aku" ucap jian bersembunyi di belakang jendral li


"eh pangeran mahkota jian? ada apa ?" tanya jendral li yang kaget karna jian li bersembunyi di belakang nya


"paman li, jangan halangi kakak pertama!" teriak tiga bocah yang sedari tadi mengejar mangsa nya


"aish kalian selalu saja bertengkar" ucap jendral li mengelengkan kepala "rong an, rong yan, tolong kalian bawa pangeran jian dan pangeran yang ling, aku akan membawa saudara kembar itu" lanjut jendral li menggunakan elemen angin nya untuk membawa dua bersaudara ( yan dan yin )


"ayo pangeran jian"


"ayo pangeran yang ling"


rong an, dan rong yan, membawa jian dan yang ling menggunakan elemen angin sama seperti jendral li


'ini terjadi lagi!' batin yan dan yin sembari menatap kedua kakak nya, kalau bukan karena mereka dia dan adik nya tidak akan diangkat seperti anak kecil


'ini semua gara gara kakak pertama huh!' batin yang ling menatap sengit kakak nya karna ini pertama kalinya saat dia sudah dewasa tapi masih diangkat seperti anak kecil


'kumohon pisahkan aku dari tiga iblis ini' batin jian saat melihat ekspresi ketiga adiknya yang seperti ingin memakan nya


didalam sebuah ruangan terdapat seorang pria yang tampan tapi tidak berkerut walau sudah tua dan mempunyai empat anak sedang mengerjakan sesuatu


"salam yang mulia kaisar semoga anda panjang umur selalu"


"salam ayahanda kaisar semoga anda panjang umur"


(ngucap nya barengan ya)


"ah ada apa kalian kemari? dan... kenapa dengan anak ku?" tanya kaisar xia saat melihat keempat anak nya diangkat seperti anak kecil


"ah itu karna mereka mengejar satu sama lain sehingga menyebabkan keributan yang heboh" jawab jendral li menurunkan dua bersaudara begitu juga dengan rong an dan rong yan


"oh? keributan seperti apa pangeran putri?" tanya kaisar xia menengok kearah keempat anak nya


"itu salah kakak pertama dan kedua!" ucap yan menunjuk kedua kakak nya


"hei aku hanya ingin mengajak kalian!" ucap yang ling


"tapi kau mengagetkan ku dan yin saat sedang bersantai" ucap yan saat dia mengingat kejadian tadi


"berhenti!! siapa yang salah sebenarnya?" ucap kaisar xia mengerai pertengkaran itu


"kakak pertama!"


"hei apa salah ku?"


"itu karna kalau kau tidak menyingkir kami tidak akan jatuh tertindih"


"hei itu kalian yang memintaku menyingkir"


"tapi setidaknya kau hentikan kami menggunakan kekuatan mu!"


"ah itu itu tidak sempat"


"nah ketahuan kan kau yang salah wlee" ucap yin mengeluarkan lidah nya begitu pun yan dan yang ling sedangkan yang lain nya hanya menonton saja


'aku terjebak!' batin jian dengan miris


"cukup!! jadi yang salah adalah kakak pertama kalian?" tanya kaisar xia


"tentu saja!" jawab mereka ( yang ling, yan dan yin ) menganguk bersama


'adik siapa kalian? kalian menjebak ku!' batin jian menatap ketiga adik nya


"baiklah jian karna kau menjahili ketiga adik mu ayah akan menghukum-" ucapan kaisar xia terhenti


"tunggu ayah! bagaimana jika menghukum kakak pertama dengan menuruti semua keinginan kami bertiga?" usul yan memotong pembicaraan kaisar xia


"em... sepertinya ide bagus, karna jian yang salah maka dia harus menuruti permintaan ketiga adiknya" ucap kaisar xia menengok kearah jian li yang sedang terbatin "jian? kau tidak apa apa?" tanya kaisar xia


"oh tidak apa apa ayah"


"kau setuju jian?"


"aku se setuju"


"baiklah kalian silahkan keluar, ayah sedang sibuk dan juga ketiga paman mu ini pasti memiliki hal penting" ucap kaisar xia lalu berbisik pada pengawal di samping nya "suruh 10 pengawal pribadi ku untuk mengawal mereka saat meninggalkan istana" lanjut kaisar xia


"kami pamit semuanya" ucap empat bersaudara itu keluar dari ruangan itu


saat diluar ruangan kaisar xia tiba tiba jian mendapat kan tiga pukulan dikepalanya


tak


tak


tak


"akh apa yang kalian Lakukan?!" ucap jian li kesakitan karna mendapatkan pukulan tiga berturut turut


"huh! hanya memberimu sebuah pukulan kecil" ucap ketiga adiknya dengan acuh


"baiklah! jadi kita akan kemana?" tanya jian menahan emosinya itu


"ayo kepasar! kau yang traktir kakak" jawab ketiga adik nya memegang tangan jian li dan berlari kearah gerbang kekaisaran


"kakak aku tidak ingin naik kuda, aku ingin kau yang menaikinya dengan ku" ucap yan menaiki kuda yang sudah disiapkan


"baiklah baiklah!" jawab jian li dengan pasrah


"kakak kedua?" tanya yin menunjukkan ekspresi imut nya meminta yang ling menaikinya bersama nya


"baiklah"


pasar ibu kota


drap


drap


drap


(suara hentakan kuda)


saat memasuki pintu pasar sudah sangat ramai ditambah kehadiran para pangeran dan putri dari kekaisaran xia yang adalah keempat anak kesayangan kaisar xia. mereka tidak menutupi identitas mereka karna sudah menyadari ada orang yang mengawasi mereka dan itu pastilah ulah ayahanda mereka yang sangat ketat pada mereka ' ini keterlaluan! ' dua kata yang bisa di batin kan mereka tentang sikap ayahanda mereka itu


"salam pangeran mahkota jian, pangeran kedua yang ling, putri mahkota mei yan, putri kedua mei yin, semoga kalian panjang umur" ucap semua orang yang ada dipasar itu


"tidak perlu menyapa, anggap kami seperti kalian yang berbelanja" ucap yan tersenyum tipis


"kak turunkan aku! aku ingin membeli manisan itu" ucap yin menunjuk toko manisan


"baiklah! belilah kami akan menunggu disini" ucap yang ling menurunkan yin yang langsung berlari untuk membeli manisan itu


"kakek, aku ingin manisan ini empat, berapa harganya kakek?" tanya yin mengambil manisan itu


"i itu hanya 1perak saja" jawab kakek tua yang menjual manisan itu


"oh ini dua perak, satu perak nya untuk mu saja" ucap yin menyerahkan dua perak itu dan pergi menemui para kakak nya


"anak muda yang sangat baik, semoga kau selalu bahagia" gumam kakek tua itu tiba tiba menghilang


"kakak ini untuk kalian!" ucap yin menyerahkan ketiga manisan itu ke ketiga kakak nya


"ayo kita makan dulu, kalian belum makan sedari tadi" ucap jian li menjalan kan kudanya disusul oleh yang ling


"itu kareka kau kakak" ucap yan sambil memakan manisan itu


"iya aku yang salah" ucap jian li mengalah pada ketiga adik nya


salah satu restoran yang lumayan sepi ( ya mereka tidak ingin menjadi sorotan semua orang jadi sengaja memilih yang sedikit sepi untuk menghindari sorotan itu ) dan mereka juga memilih lantai satu agar tidak terlalu ribut


"kakak menurutmu bagaimana kita bisa menghindari sorotan orang pada kita?" tanya yan yang bosan menjadi sorotan


"yah... itu tidak mungkin karna kita tidak menyamar tadi" ucap jian li dengan lesu


"aku ingin bebas" eluh yin menidurkan kepalanya di meja itu ( oh ya tentang makanan mereka udah selesai hanya ingin bersantai saja)


"eum... ayahanda keterlaluan" ucap yan mengembungkan pipi


"sudahlah ayo pulang, ini sudah sore jika kita belum pulang ayahanda akan memarahi kita, ayo yan" ucap jian li membawa yan pergi


"ayo adik kita juga menyusul" ucap yang ling membawa yin menyusul jian li


...hayooo apa kabar guys? baik baik aja kan? btw guys maaf ya jarang banget up nya...


don't fotget to


like


komen


end follow