The Demon Twins The Queen Of Death

The Demon Twins The Queen Of Death
jalan jalan dengan para kakak



#pasar ibu kota#


mereka baru saja sampai setelah kejar kejaran ga jelas dengan kuda dan memutuskan untuk istirahat dan makan setelah itu baru mereka akan melihat lihat pasar ibu kota ini dan sekarang mereka di rumah makan lantai atas itu bisa melihat semua pemanfangan pasar ibu kota sungguh indah


"kak ini sangat indah sekali" kagum mei yin yang menatap kearah luar jendela


"pangeran putri makanan nya sudah datang" ucap seorang pelayan menyiapkan makanan nya dan pergi


"adik yin kemarilah makan dulu baru kau bisa melihat dengan puas" ucap zhang ruo


"baik" ucap mei yin duduk disebelah mei yan


setelah makan mereka pergi melihat lihat pasar apakah ada yang menarik perhatian mereka tapi sayang nya tidak ada yang menarik perhatian mereka tapi mereka saling bercanda dan itu membuat tali persaudaraan yang kuat...... mereka memutuskan untuk kembali karna ini sudah sore di tambah mereka harus kembali besok pas sekali saat dua iblis itu di kurung tiga hari


pagi hari di gerbang utama


disana sudah ada dua kekaisaran yang lain nya kemarin mereka sudah pulang duluan dan hanya dua kekaisaran saja


"kaisar xia kami pamit pulang terimakasih atas jamuan nya" ucap kaisar li dan kaisar zhang


"tentu berhati hatilah saat perjalanan pulang" ucap kaisar xia


"ayah xia apa kami bisa mengunjungi mei yan dan mei yin?" tanya zhang ruo


"tentu kalian juga putri ku gerbang ini akan terbuka untuk kalian" ucap kaisar xia


"bagus kalau begitu selamat tinggal" ucap zhang ruo naik ke kereta kuda


"kalau begitu sampai jumpa ayah xia,kak jian,dan kak yang" ucap li sican melambai tangan dan masuk ke kereta kuda


"baiklah sampai jumpa lagi kaisar xia kami pamit" ucap kaisar li dan kaisar zhang masuk ke dalam kereta dan berangkat


"ayah aku akan kembali ke kamar ku" ucap pangeran jian pergi ke kamar nya


"kalau begitu aku akan kembali ke kamarku untuk latihan ayah" ucap pangeran yang ling menuju ke kamar nya..


"aku akan mencoba yang terbaik untuk melindungi anak kita yawen" gumam kaisar xia menuju kediaman nya untuk istirahat


kediaman mawar


disana ada dua perempuan yang sedang bersantai sambil menikmati pemandangan bunga yang berterbangan karna angin


"yan bagaimana jika mendirikan organisasi pembunuh bayaran" ucap yin dengan santai


"oh boleh tentukan saja tempat nya dan orang nya" jawab yan melangkah mengambil setangkai mawar merah..


"tempatnya dihutan yang kau lewati ujian dan orang nya kita beli di pasar budak bagaimana?" usul yin mendekat


"terserah kau aku akan mendukung mu" ucap yan


"hm kau akan menjadi queen nya dan aku wakil nya tapi kenapa kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu" ucap yin kembali duduk


"entahlah saat ayahanda membatin 'seandai nya mereka adalah anak kita tapi sayang mereka anak dari orang itu' dan sekarang aku memikirkan apa kita bukan anak ayahanda dan siapa 'orang itu' ini sangat membingungkan" ucap yan mengacak rambut nya


"kalau kita bukan anak ayahanda pasti dia akan membunuh kita tapi nyatanya ayahanda menyayangi kita seperti anak nya sendiri dan itu sudah cukup untuk mengobati hati kita yan tapi soal orang yang kau maksud itu lupakan saja dulu kita nikmati dulu kasih sayang" ucap yin melangkah masuk untuk istirahat


"semoga yang aku perkirakan tidak terjadi tapi jika itu terjadi maka akan menjadi kenangan yang sulit di lupakan" gumam mei yan sebelum masuk kekamar nya


di suatu tempat seperti istana ada beberapa orang yang sedang berbicara


"apa pendapat kalian jika kalian mempunyai adik?" tanya seseorang


"adik?apakah ibunda hamil lagi?"tanya seseorang yang berusia sembilan belas tahun


"tidak" jawab sang bunda


"lalu?" tanya seseorang lagi


"kalian mempunyai adik perempuan kembar saat bencana itu tapi takut janin yang di rahim bunda mu gugur kami memindahkan janin nya ke seseorang di dunia bawah untuk di rawat tapi jiwa mereka malah melintasi ruang dan waktu tapi sekarang jiwa mereka sudah kembali......jadi apa pendapat kalian para calon kakak tertua?" ucap seseorang yang sepertinya seorang ayah


"adik?perempuan?kembar? wow sangat menyenangkan jika mempunyai adik kembar pasti sangat lucu" ucap mereka ( empat orang)


"sepertinya kalian akan sedikit kecewa jika mengetahui sifat jedua adik kecil kalian"


"memangnya kenapa?"


"ya itu karna sifatnya bertolak belakang dari gadis seusianya karna sifatnya berubah ubah kadang dingin,sangat acuh,atau sangat datar dan kebalikan nya mereka bisa menjadi imut dan manja"


"dingin?acuh?datar?imut?manja? seperti apa muka nya?"




"bagaimana cantik bukan?"


"sangat cantik"


"itu bukankah itu dia"


"apa maksud kalian berdua? kalian pernah bertemu?"


"ya kami sebenarnya kami menyukai mereka berdua"


"hah?maksudnya?"


"aku menyukai kembar pertama dan dia menyukai kembar kedua atau adik nya"


"apaa!!!"


"apa kalian sudah menjadi sepasang kekasih?"


"belum kami seperti teman saja"


"oh baiklah"


"tentu......... cermin awan terbuka"


whussh


terlihat lah cermin yang sangat besar menampakkan dua orang gadis didalam hutan sedang mendiskusikan sesuatu


"bunda apa yang mereka katakan?"


"entahlah tapi bunda bisa mendekat kan nya"


dua gadis itu adalah mei yan dan mei yin yang sedang mendiskusikan tentang organisasi pembunuh bayaran


"jadi kediaman yang mana yang kau pilih yin?" tanya yan menuangkan wine ke gelas nya dan juga dirinya


"yang kau dekor berwarna hitam bagaimana menurutmu?" ucap yin meminum wine nya


"silahkan saja kau panggil AC 1 kemari suruh dia pindah kan kemari" ucap yan meminum wine nya


whush


"queen anda memanggil saya?" tanya AC 1 robot ciptaan mereka


"bawa mansion yang berwarna hitam yang di desain khusus oleh queen olet" ucap yin ( queen olet nama samaran violet didunia mafia sedangkan viana dia queen ana )


"baik" ucap AC 1 dan whush keluar lah mansion berrwarna hitam pekat lebih tepatnya seperti istana



"dah sana masuk lagi" ucap yan.


"baik"


"baiklah markas sudah ada jadi sekarang kita ke pasar budak" ucap yin baru akan melangkah


"heh kau akan memakai pakaian kerajaan seperti itu? kau ingin di tambah hukuman nya? aku tidak ingin" ucap yan menghentikan langkah yan


whush


yan langsung mengganti pakaian nya tidak dengan yin


"lalu aku bagaimana?"


"apanya?"


"pakaian ku mana?"


"cih mengesalkan sekali"


whush


yin langsung diganti pakaian nya oleh yan dan yan langsung melesat pergi disusul yin



bajunya samaan yaaa


di tempat itu


"bunda apa mereka akan membuat organisasi?"


"yah mungkin saja"


"ta tapi apa yang di sebut markas? itu adalah istana yang sangat Megah"


"nanti kita tanya kan saat waktjnya tiba"


"baiklah"


"tapi jujur saja mereka bukan seperti gadis lain yang mementingkan wajah nya dan keanggunan"


"kau tanya lah pada ayahanda kalian ini"


"apa? kenapa harus aku?"


"karna sifat mu menurun pada putri ku"


"mereka juga putri ku"


"sudahlah lihat saja kegiatan mereka selanjut nya"


balik lagi di sisi mei yan dan mei yin mereka sudah ada di ibukota tepatnya di tempat budak


"selamat datang nona nona ada yang bisa kami bantu?"


"yah kami ingin membeli budak dimana manajer mu?" tanya yin dengan dingin


"di dia ada diatas"


"antarkan kami" ucap yin


"ba baik silahkan"


stopp dulu sampe sini ya


don't forget to


like


komen


end follow byeee:*