The Demon Twins The Queen Of Death

The Demon Twins The Queen Of Death
hukuman iblis kembar



"hehe terimakasih sudah mengkhawatirkan kami berdua istirahatlah paman bibi dan kakak lainnya kami mencintai kalian" ucap mereka berdua tersenyum manis


'ahh sangat lucu mereka sangat sopan pada yang tua' batin mereka semua


"baik putri kami mohon undur diri Kaisar" ucap semua orang disana (- tiga kekaisaran )


"kaisar li, kaisar zhang, kaisar liu, kalian kenapa tidak kembali?" tanya kaisar xia


"kaisar xia apa aku boleh meminta sesuatu?" tanya kaisar li


"apa itu kaisar li? jika aku bisa memenuhi nya maka akan ku janjikan" jawab kaisar xia


"aku mrminta putri kembar mu untuk menjadi putri angkat kekaisaran li apa kau setuju kaisar xia?" tanya kaisar li


"ah? itu harus tanya pada putri ku" jawab kaisar xia "apa pendapat mu yan'er yin'er?" tanya kaisar xia


"em...... ya aku setuju" jawab mereka dengan senang


"bagus akhirnya aku punya adik perempuan kecil" ucap li sican putri satu satu nya dari kekaisaran li


"ah siapa kau?" tanya mei yan


"aku kakak mu li sican salam kenal" ucap li sican melambai kan tangan nya


"yey aku punya kakak perempuan" ucap mei yan dan mei yin bersama dan berlari memeluk li sican


"kaisar xia aku ingin kedua putri kecil itu menjdi adik angkat ku apakah boleh?" tanya zhang ruo anak perempuan kedua kaisar zhang


"ah kakak cantik kau ingin kami jadi adik angkat mu?" tanya mei yan


"iya aku sangat menyayangi kalian saat pertama bertemu apa kalian mau?"


"tentu saja kakak cantik" jawab mei yan dan mei yin memeluk zhang ruo


"jadi jika kalian menjadi adik angkat ruo'er maka kalian adalah anak angkat ku bukan?" tanya kaisar zhang ( zhang fengnian )


"tentu saja ayah zhang ibu zhang" ucap mei yan dan mei yin


"sudah cukup kita kembali ke topik awal lagi" ucap kaisar xia menatap tajan kedua putri nya itu


'aku merasakan firasat buruk ketika melihat tatapan ayahanda' batin mereka berdua


"jadi ada yang ingin disampaikan putri kecil?" tanya kaisar xia tersenyum paksa


"ah ak aku kan hanya mengikuti ujian lagi pula ak aku tidak terluka benar kan yin?" ucap mei yan sedikit gugup


"y ya ya yan tidak terluka tidak apa apa" ucap nei yin gugup


"oh benarkah? lalu kenapa kalian gugup?"


"hah? oh tidak tidak kami tidak apa apa"


"walau begitu kalian akan tetap menrima hukuman"


"apa?! hukuman?! ayolah ayah jangan hukum kami"


"tidak kalian membuat semua orang khawatir bagaimana kedua kekaisaran apa kalian setuju kita hukum mereka berdua?" ucap kaisar xia menatap kedua kekaisaran


"kami tidak keberatan" jawab kedua kaisar dari kekaisaran li dan zhang


'hah? ayolah kami tidak ingin menerima hukuman' batin mereka dengan miris.


"jadi hukuman kalian adalah tinggal di kediaman selama tiga hari" ucap kaisar xia


"hah? ayah itu terlalu lama" ucap yan dan yin bersama ( itu adalah penderitaan yang sangat mereka benci )


"satu minggu atau tiga hari dimulai besok bagaimana putri kecil?" tanya kaisar xia


'ayah kau licik sekali pada anak mu ini' batin mereka lagi


"tiga hari saja"


"baiklah jadi-" ucapan kaisar xia terpotong oleh suara seseorang


"kaisar xia aku liu fang ingin melamar putri mahkota xia mei yan untuk menjadi permisuriku" ucap liu fang putra kedua kaisar liu


'hehe yan sepertinya kau akan segera menikah dengan orang playboy itu' batin mei yin


'aku tidak ingin menikah di usia yang sangat muda akan ku tolak lamaran ini' batin mei yan memutuskan hubungan batin nya


"apa?! kau ingin melamar putri kecil ku?!" ( kaisar xia )


"kau ingin melamar putri angkat ku?!" ( kaisar li, permaisuri li, kaisar zhang, dan permaisuri zhang )


"kau ingin melamar adik kecil ku?!" ( kakak kandung dan kakak angkat )


"pangeran liu fang kau tertarik padaku dari mana?" tanya mei yan melangkah maju


"aku tertarik pada mu putri mahkota xia" ucap liu fang


"kau tertarik pada tingkat kultivasi ku, hewan kontrak ku, dan seni bela diri ku benar bukan pangeran liu?" ucap mei yan dengan dingin


"ti tidak a aku mencintai mu putri mahkota xia saya melihat anda pertama kali dan jatuh cinta pada mu" ucap liu fang gugup ( bagaimana bisa niat nya yang sydah di rencanakan diketahui oleh target nya pangeran liu fang terkenal playboy karna dia selalu ke rumah bordil berpura pura dingin tapi dia bajingan dalam tempurung )


"aku menolak lamaran pangeran liu amu masih ingin menikmati masa muda ku ayah" ucap mei yan memohon agar menolak lamaran nya


"maaf pangeran liu anak ku mengatakan dia tidak mau maka saya juga menolak" ucap kaisar xia dengan dingin


'wuhuu hawa dingin ayah keluar' batin mei yan dan mei yin


'huh hawa dingin ayah keluar sudah' batin pangeran jian dan pangeran yang ling


"kaisar xia saya mohon saya mencintai putri mahkota xia saya mohon anda merestui Nya" ucap liu fang


"lancang!!! berani nya kau tidak mendengarkan perkataan ku dan kau masih berani nya meminta ku merestui kalian apa kekaisaran liu ingin menyatakan perang melalui hubungan hah?!" ucap kaisar xia dengan berdiri


"heh jika kalian kekaisaran liu ingin memulai perang maka aku xia mei yan putri mahkota kekaisaran xia akan memimpin pasukan untuk memenangkan perang ini" ucap mei yan menggunakan atribut angin untuk duduk di udara ( atribut angin kemampuan dari dunia nya yang dulu )


"jika begitu aku zhang ruo putri kekaisaran zhang akan mengikuti nya aku berkewajiban menjaga adik kecil ku" ucap zhang ruo berjalan melangkah mendekat dan berdiri di samping mei yan


"kakak zhang ruo sudah bilang begitu mana mungkin aku membiarkan nya bertarung bertiga aku li sican akan mengikutinya" ucap li sican berjalan melangkah mendekat dan berdiri di samping mei yin


"kaisar xia mohon maafkan anakku aku tidak mendidik nya dengan benar aku akan memberinya hukuman dan mengajar kan nya lagi mohon kaisar xia dan kedua kekaisaran memaafkan kelakuan nya" ucap kaisar liu


"kaisar liu saya menghormati mu karna melihat kita memiliki hubungan tapi saya tidak menyangka putra mu memiliki nyali yang begitu besar tapi saya akan memaafkan nya tapi tidak untuk lain kali" ucap kaisar xia duduk kembali


"b baik kaisar xia...... kaisar xia saya memilki urusan darurat di kekaisaran saya mohon pamit untuk kembali" ucap kaisar liu


"ya kembalilah" jawab kaisar xia


"kak zhang aku ingin keluar untuk bermain" ucap mei yan dia udah gak ngelayang lagi ya


"tapi adik kita tidak bisa keluar karna orang tua kita dan juga status kita" ucap zhang ruo mengelus kepala mei yan


"bagaimana kalau kita pakai wajah yang ingin menangis maka mereka akan mengijknman kita untuk keluar" usul mei yin


"ide bagus" jawab li sican, zhang ruo, dan xia mei yan


"ayah~ kami ingin keluar apa boleh?" tanya mereka berempat ( empat putri itu )


'hah?apa yang terjadi?kenapa mereka?' batin semua orang ( family xia, family li, dan family zhang )


"ehm kalian berdua akan menjalani hukuman besok dan kenapa putri li sican dan putri zhang ruo ingin keluar" ucap kaisar xia


"kami ingin jalan jalan"


"hah?! tidak boleh"


"kenapa memangnya"


"kalian akan terluka jika keluar"ucap kaisar li


"boleh saja kalian keluar tapi ada syaratnya" ucap kaisar xia


"apaitu?"


"bawa sepuluh pengawal beserta jendral li dan paman rong an dan rong yan atau bawa semua kakak mu bagaimana?" tanya maisar xia


"hah? ayolah ayah/paman xia kami bjsa jaga diri" ucap mereka berempat


"ya atau tidak"


"para kakak saja"


"baiklah para pangeran jaga para putri ini jangan sampai mereka terluka" ucap kaisar xia dengan dingin


"baik"


"eeh tunggu apa benar kita akan memakai pakaian ini kakak zhang kakak li?" tanya mei yan


"tentu saja apa kau punya pakaian lain adik yan?"


"tunggu srbentar" ucap mei yan whuush di tangan nya terdapat ada empat set pakaian sama



set pakaian nyaa yaaa


whuush


mereka langsung ganti baju tapi tidak kelihatan bagai sihir saja


"wow pakaian ini cantik sekali" kagum li sican melihat pakaian nya itu


"iya ini sangat indah" tambah zhang ruo


"sudah sudah ayo kita pergi" ucap mei yan meninggalkan mereka disusul mei yin dan yang lain nya


#gerbang depan#


"kalian ingin memakai kereta atau kud-" ucapan li jinyun terpotong oleh suara


"kuda saja" ucap mereka berempat


"baiklah pengawal beri kami enam belas kuda" ucap pangeran jian pada pengawal dan pengawal itu mengangguk dan pergi mengambil kuda nya


beberapa menit kemudian pengawal itu datang dengan enam belas kuda dan beberapa pengawal yang membawa kuda itu


"pangeran putri kudanya sudah datang" ucap pengawal itu dan kembali ketugasnha


"hehe ayo para kakak kita kepasar" ucap mei yin menaiki kudanya dan melesat pergi


"heh dia menantang kita yang sedikit lebih tua darinya........ ayo kak zhang kak li kita kejar dia" ucap mei yan menaiki kudanya disusul zhang ruo dan li sican dan melesat mengejar mei yin


"sepertinya kita hanya akan menjadi lukisan yang tak bernyawa...... ayo kita harus ikuti empat anak kecil itu atau kita akan mendapat hukuman" ucap zhang son dia yang paling tua dari semua nya


#pasar ibu kota#


mereka baru saja sampai setelah kejar kejaran ga jelas dengan kuda dan memutuskan untuk istirahat dan makan setelah itu baru mereka akan melihat lihat pasar ibu kota ini dan sekarang mereka di rumah makan lantai atas itu bisa melihat semua pemanfangan pasar ibu kota sungguh indah


"kak ini sangat indah seka-"


stop sampe sini dulu ya


don't forget to


like


komen


end follow


thank you atas dukungan nya😊