The Demon Twins The Queen Of Death

The Demon Twins The Queen Of Death
mengambil api suci



"jadi......kesimpulannya aku adalah orang lain mengerti?" ucap yan


"mengerti yang mulia"


"ayo berangjat" ucap yan yang baru saja ingin melesat tapi tertahan


"eh tunggu kau tidak mungkin akan memakai ini kan?" tanya aura


"menangnya kenapa?"


"kau ingin orang mengetahui identitas aslimu sebagai putri mahkota kekaisaran xia hm?" tanya aura


"hiss menyusahkan" ucap yan mengganti pakaian nya



"udah ayo" ucap yan terbang menggunakan atribut angin tapi...... "aaaa......jatuh jatuh...jatuh.....aaaa bentangkan sayap" lanjut yan dan wush keluarlah sayap yang sangat indah berwarna putih


"akhh ini kenapa bisa begini" ucap yan mengacak rambut nya..


"atribut angin mu menyatu dengan kekuatan mu jika kekuatan mu melemah otomatis atribut angin nya akan melemah kau paham?" jelas aura melayang di udara


"jadi aku harus pakai sayap ini untuk ke gunung quenja?"


"em... tidak juga kau bisa menyuruh ice untuk terbang dan kau tunggangi Dia" ucap aura melirik kearah ice


wush


"yang mulia silahkan naik" ucap ice kembali ke bentuk aslinya yaitu naga es


"oh baiklah" ucap yan menaiki ice dan melesat pergi kalo tiga hewan kontrak lainnya? mereka ikut tapi menjadi perhiasan


#gunung quenja#


ket : termasuk salah satu gunung berbahaya dan gunung tertinggi, dijaga oleh spirit beast tingkat legenda sangat menakutkan bahkan prndekar level kaisar martial tidak mempunyai nyali untuk masuk ( level kaisar martial sudah yang terkuat di dunia bawah )


"hm aura yang sangat kuat tapi itu belum cukup untuk memundurkan ku!! ice maju"ucap yan dengan dingin


pedalaman gunung quenja


yan sudah berada di pedalaman gunung quenja dimana api suci itu berada hewan kontrak nya menunggu diluar


"tekanan aura yang menakutkan tapi aku tidak boleh mundur" ucap yan memasuki lebih dalam tiba tiba didepan nya ada sebuah pintu yang sangat panas dan tidak salah lagi itu adalah pintu dimana api suci berada


"em... ada yang salah dengan api suci sepertinya ini bukan api suci yang kucari tapi api desiran petir walau sama seperti api suci tapi tidak memancarkan aura kesucian" ucap yan dengan dingin dan melangkah masuk kedalam tiba tiba


Groarr.


"apa yang sedang kau lakukan disini gadis kecil?" tanya seseorang yang tepat nya adalah spirit beast penjaga api suci yaitu naga terbang api Nirwana salah satu spirit beast abadi


"em... aku membutuhkan api suci untuk menetralisir racun dingin" jawab yan dengan dingin


"hahahaa kau ingin mengambil api suci yang telah ku jaga ribuan tahun untuk menetralisir racun dingin mu? kau cari mati" ucap naga terbang api nirwana menyemburkan api kearah yan tapi dengan gesit yan mengmangkis nya


"apa kah ini semburan naga terbang api nirwana The Fire Goats? sangat ringan" ucap yan mengebaskan api itu dengan mudah


"tidak mungkin" kaget naga itu


"itu mungkin karna......kau bukan tandingan ku" ucap yan melesat dan menodongkan kartana "menyerah atau ku bunuh kau" lanjut yan


"a aku me menyerah ja jangan bunuh aku" ucap naga api nirwana


"tunjukkan dimana api suci berada"


"ba baik, ikuti aku nona"


depan pintu yang sangat panas dijaga oleh dua hewan beast yaitu harimau api desiran petir


"buka pintu itu"


"baik tuan"


krekk


suara pintu yang dibuka terdengar sekali pintu itu sudah lama tidak dibuka didalam nya sangat lah panas jika disentuh bisa membakar diri bahkan roh juga bisa terbakar


"apa ini api suci yang kau jaga itu?" tanya yan saat memasuki ruangan di balik pintu itu


"benar, berhati hatilah jika kau ingin mengambilnya" ucap naga nirwana berhenti setelah lima langkah masuk


"baiklah"


tepat setelah beverapa langkah udara semakin panas tidak bahkan lebih panas dari yang tadi itu karna api suci tepat berkobar sangat panas itu dapat dirasakan saat kau meletakan tangan mu di kejauhan 1 meter


"ini api suci yang harus ku ambil tapi aku khawatir jika aku akan terbakar oleh api tersebut" ucap yan saat dia melihat api berkobar sangat panas "aku harus mengambilnya atau aku akan mati sebelum sesuatu yang sangat besar akan terjadi" lanjut nya menyemangati diri nya dan mendekat tapi.........


wush


"baiklah, terima kasih karna kau bersedia untuk kubawa" ucap yan melangkah ke tempat naga nirwana tersebut


"apa?!! no nona a anda be berhasil membawa api suci itu?!!" kaget naga nirwana itu


"iya terima kasih karna sudah menbawaku kemari" ucap yan tersenyum tipis dan ingin melangkah pergi tapi......


"nona bisakah kau mengontrakku?" tanya naga nirwana menunduk


"baiklah tapi jangan sekali kali kau menunduk kan kepalamu kau mengerti zu?" ucap yan menggores tangan nya sembari mengangkat kepala zu naga nirwana itu


"zu? apakah itu namaku?" tanya zu


"apa kau tak menyukai nya?" tanya balik yan


"tidak, itu sangat bagus"


"baiklah, sekarang kau adalah hewan kontrak ku " ucap yan mengelus kepala zu "ayo kita keluar disana sudahmm ada hewan kontrak ku yang lain" lanjut yan melangkah pergi disusul zu


"hayoo lagi ngapain kalian?" tanya yan dengan tiba tiba


"ya dewa" kaget hewan kontrak nya


"yang mulia anda mengagetkan kami" ucap laxy dengan kesal


"oh ya ini teman baru kalian nama nya zu dan zu mereka hewan kontrak ku" ucap yan mengenalkan satu per satu hewan kontrak nya


"hm nama ku zu" ucap zu dengan dingin


"namaku ice"


"namaku fire"


"nama ku laxy"


"nama ku fox"


mereka memperkenalkan diri tapi entah kenapa suasana nya jadi tiba tiba dingin akibat aura dari kelima hewan kontrak itu seperti memancarkan aura permusuhan yang sangat besar


"ehem sampai kapan kalian akan memancarkan aura itu?" tanya yan dengan dingin memecahkan keheningan itu


"ti tidak yang mulia"


wush


"bagus! kekuatan ku sedikit pulih" ucap yan membentangkan sayap putih dan terbang


"yang mulia apa kau sudah mengambil api sucinya?" tanya ice


"yap! kalian kembali keruang dimensi dan bertemanlah dengan zu" ucap yan terbang melesat dan hewan kontraknya masuk keruang dimensi


#kediaman mawar#


yap yan langsung kembali untuk menghilangkan kecurigaan pada yin agar dia tidak perlu menjelaskan penjang lebar dia juga sudah ganti pakaian pertama nya


"kau? apa kau sedari tadi disini yan?" tanya yin dengan kaget karna tadi dia mencari kembaran nya dan ternyata ada di kamar sedang membaca buku


"memangnya aku ada dimana? urusan markas sudah diatasi oleh bawahan kita" ucap yan menutup buku yang dia baca


"ergh aku ingin kepasar untuk membeli perhiasan" ucap yin sambil mengembungkan pipinya


"hah? kau ingin membeli perhiasan lagi? memang nya perhiasan mu itu kemana?" tanya yan kaget


"ada, aku ingin membelinya untuk menambah koleksi ku bolehkan?" ucap yin memelas.


"terserah kau, aku ingin istirahat kau bersama kakak kedua saja" ucap yan melangkah ke kasur untuk tidur


"baiklah, sampai jumpa aku mencintai mu" ucap yin pergi sambil melambai kan tangan nya


"aku juga mencintaimu" ucap yan setelah itu langsung tertidur


skipp keesokan hari nya


"........."


stop dulu yuk


guys minta maaf banget beberapa hari ini aku ga up ya? maaf banget ya lagi ga bisa up dan ini di usahain buat up dan aku juga berencana bakal grazy up nanti malam setelah ngaji. sekali lagi maaf ya :)


don't forget to


like


komen


end follow byeeee:)