
"selamat datang nona nona ada yang bisa kami bantu?"
"yah kami ingin membeli budak dimana manajer mu?" tanya yin dengan dingin
"di dia ada diatas"
"antarkan kami" ucap yin
"ba baik silahkan"
ruangan atas tempat manager itu
"tuan ada dua nona yang ingin menenui anda" ucap pelayan tadi
"persilahkan mereka untuk masuk" jawab manager
"baik" ucap pelayan itu keluar
"nona silahkan masuk" ucap pelayan dan pergi
"para nona ada yang bisa saya bantu atau anda ingin membeli budak?"ucap manager
"hai manager kami ingin membeli budak" ucap yin dengan dingin
"tentu barapa kah yang akan nona beli?"tanya manager
"1000 orang bisa?" tanya yin
"ah tentu tentu bisa saya akan mengumpulkan nya" ucap manager itu senang bagaimanapun 1000 orang sangat banyak dan ada dua nona entah siapa namanya dan itu seharga 50 koin emas
"tunggu bisa kah kau bawa mereka ke hutan iblis kami akan menunggu disana dan ini uang nya jangan sampai terlambat"ucap yin meninggalkan tempat itu setelah memberi sekantong emas
"sungguh kuat master dari mana kedua nona ini" gumam manager itu sebelum pergi
depan hutan iblis
mei yan dan mei yin sekarang sudah ada didepan hutan iblis untuk menunggu budak yang mereka beli mereka duduk di pohon sembari melihat pemandangan tiba tiba
brukk
akhh
"siapa itu? keluar" ucap yan turun dari pohon
"akh hiks to tolong hiks" teriak seseorang yang sepertinya suara......anakkecil
"srbelh sana" ucap yan menuju semak semak agak jauh dari tempat dia duduk
"eh tumben sekali dia memerhatikan suara" heran yin turun dari pohon
"hei siapa disana?" teriak yan sambil meraba raba semak itu tapi tangan nya di pegang oleh tangan lain yang kebih kecil "astaga kenapa ada anak kecil disini" ucap yan mengendong anak kecil tersebut ke tempat nya tadi
"eh siapa anak kecil ini dan kenapa dia banyak sekli lukanya" ucap yin saat melihat keadaan anak kecil itu
"yin pil penyembuh cepat" ucap yan menurun kan anak kecil itu dan menidurkan nya di paha nya
"ini pil penyembuh yang dicairkan" ucap yin mengeluarkan pil penyembuh dan meminumkan ny
"akhh kepala ku pusing sekali" rintih si anak kecil itu
"si siapa kalian?" tanya anak kecil itu langsung duduk
"eh apa kami menakutimu anak manis?" tanya yan dengan lembut
"em......"
"tidak usah takut kami tidak akan menyakitimu" ucap yin mengelus kepala anak itu "siapa nama mu anak manis? dan kenapa kau disini? hutan ini sangat lah bahaya" lanjut yin
"na namaku lingwei ak aku dibuang oleh orang tua ku sendiri dan dijual kepada para bandut yang ada di hutan ini dan baru keluar" ucap lingwei menunduk
"kenapa kau menunduk? apa kau kecewa pada orng tuamu?" tanya yin sembari memegang dagu lingwei
"a aku kecewa pada mereka aku ingin balas dendam tapi aku tidak punya kekuatan" ucap lingwei dengan sedih
"benarkah? kau tak bisa kultivasi atau yang lainnya?" tanya yan dengan heran karna dantian anak ini sangat besar dan memungkinkan dia untuk menjadi pendekar.
"ya dari kecil aku tidak bisa menyerap enrrgi qi disekitarku" jawab lingwei mengangguk kan kepalanya
"bolehkah kau ulurkan tangan mu lingwei"ucap yan
"heem tentu" jawab lingwei mengulurkan tangan nya
"wahh kau ingin kultivasi kan kan?" tanya yan dengan tiba tiba
"hah y ya" jawab lingwei
"jadilah muridku jadilah muridku kau akan bisa kultivasi" ucap yan dengan girang
"hah apa benar? kakak masih terlihat muda sekali dan sudah sangat kuat?" tanya lingwei memiringkan kepalanya.
"kakak cantik kenapa kakak cantik itu menoleh kevelakang?" tanya lingwei
"jangan pedulikan dia... dia memang begitu" ucap yin sembari menaiki pohon lagi
"kakak cantik aku ingin jadi kuat! aku ingin balas dendam!" ucap lingwei dengan tegas
"akhirnya sekian lama akan ada yang mewarisi keahlian ku"ucap yan dengan senang "ayo naik pohon dulu kita tunggu yang lain" lanjut yan menaiki pohon lagi menggunakan ilmu peringan diri
setelah tiga menit menunggu akhirnya datang lah para budak yang mereka beli beserta manager itu
"nona ini budak yang kalian minta" ucap manager itu membungkuk
"terima kasih" ucap yan turun dari pohon
"ya kalau begitu saya pamit" ucap manager itu pergi.
"ayo masuk dulu" ucap yan menteleportasikan semua orang
depan mansion salah istana tepatnya
"kalian masuklah di dalam sudah ada bwahan ku mereka akan mengantar kalian masing masing dua orang satu kamar besok kalian akan dilatih agar menjadi kuat" ucap yan sidikit lemas
"ba baik nona" jawab semua orang
"uhuk uhuk" batuk yan mengeluarkan seteguk darah
"yan kau kenapa?" tanya yin dengan khawatir
"ti tidak apa apa hanya terlalu mamaksakan diri mengeluarkan kekuatan yang berlebihan" jawab yan duduk di bwah pohon
"kakak cantik apa kakak sakit?" tanya lingwei dengan khawatir
"hm tidak jangan khawatir lingwei" ucap yan sambil mengelus kepala lingwei
"apanya yang tidak khawatir?! kau lihat rambut mu sendiri? ku kehilangan nyawa mu beberapa tahun dan itu membutuhkan waktu yang lama ini kah yang kau sebut tidak apa apa hah?!" ucap yin dengan marah
"sudah sudah kau jangan berisik terus bagaimana kalau bermain darah?" ucap yan sambil berdiri
"bermain dsrah? oh tentu ayo dimana mangsa nya?" tanya yin dengan semangat
"lingwei kau ingin balas dendam pada bandit yang membelimu?" tanya yan
"iya tapi sku tidak bisa apapun" jawab lingwei
"ini! kau tekan yang ini dan arahkan pada musuhmu" ucap yan memberi pistol
"apa ini? ini sangat aneh dan seperti tidak ada aura spiritual" heran lingwei
'tentu saja tidak itu adalah senjata dari dunia ku' batin yan dan yin bersama
"sudah sudah ayo kau tunjukan dimana tempatnya" ucap yan
"dekat mulut hutan tadi" jawab lingwei
"oh kalau begitu ayo"ucap yan berlari sambil memegang tangan lingwei
"sungguh?! dia meninggalkan ku begitu saja?! bagaimana bisa kau begitu kejam pada adik mu?!" ucap yin sambil berlari
dunia lain
"haha mereka sangat lucu"
"kau mempunyai putri yang lucu"
"ya"
balik lagi
"cepat balaskan dendam mu lingwei" ucap yan menunjuk sebuah rumah yang dijaga ketat
"ta tapi ak aku takut" ucap lingwei
"kau takut? bagaimana bisa kau balas dendam pada seseorang yang menindas mu apa kau akan diam saja dan membiarkan itu terjadi?" tanya yan
"a aku aku-"
stop dulu guys
don't forget to
like
komen
end follow byeee:)