
...Tenda perawatan...
"kemarikan lengan mu kak!" ucap Yan sedikit kesal
"tidak mau! kau ini bisa mengobati tidak?" ucap jian yang memegang bekas sayatan pedang di tangan kirinya
"heh kau ini sudah besar, untuk apa takut seperti itu?" ucap Yan yang ingin sekali memukul kakak nya ini
mereka berdua asik bertengkar satu sama lain menghiraukan semua orang yang melihat mereka dengan tawa yang lepas
"kau ini tidak berperasaan! bagaimana kau akan menikah dengan sikap seperti itu?" ucap jian memanas-manaskan Yan
"s****n!! kau juga kapan menikah huh?! umurmu itu sudah tua! bilang ke adik mu untuk cepat menikah sedangkan dirinya yang sudah tua saja belum menikah huh!" sindir Yan dengan kesal
"heh kau-"
"itu benar, kapan kau akan menikah jian? sedangkan ayahmu ini sudah tua" ucap kaisar Xia memasuki tenda perawatan bersama jendral Li dan jendral kembar Rong
"ayahanda kaisar?!
"yang mulia kaisar?!"
Yahh semua orang termasuk keempat bocah itu kaget karna kedatangan kaisar dan ketiga jendral besar yang tiba tiba
"tidak perlu hormat, ini adalah kemenangan kalian karna memukul mundur pasukan musuh, selamat atas perjuangan kalian" ucap kaisar Xia tersenyum
"yang mulia anda terlalu sungkan"
"ini juga berkat dari putri mahkota yang datang membantu" ucap salah satu jendral yang memimpin pasukan
"putri mahkota? apakah putriku sudah kembali?" tanya kaisar Xia dengan senang
"Ya!! aku disini ayahanda" ucap Yan mengangkat tangan nya
"oh akhirnya kau kembali putriku, ketenda ayah sekarang JUGA!!" ucap kaisar Xia menekan kata 'JUGA'
"ba-baik"
"habislah kau!" ucap jian menakuti
"diamlah, ikut dengan ku, aku masih belum membalut luka mu!" ucap Yan menyeret Jian
"hei!! lepaskan!! aku bisa berjalan sendiri untuk apa kau seret aku hei?!!" ucap Jian memberontak tapi tidak direspon oleh Yan dan akhirnya Jian pun pasrah
"kakak kedua ku yang tampan, kau ingin berjalan atau diseret seperti kakak pertama?" tanya Yin menengok ke arah yang ling
"a-aku berjalan saja, iya berjalan saja ayo" ucap Yang ling melangkah keluar tenda
"kami pamit para paman juga kakak" ucap Yin
"silahkan putri"
Tenda Kaisar Xia
"hormat kami pada ayahanda kaisar, paman li, dan kedua paman rong" ucap mereka berempat
"kalian bertiga duduk sedangkan Yan silahkan jelaskan kepergianmu yang tiba tiba itu lima bulan lalu" ucap Kaisar Xia
"ini jadi-" ( dan Yan pun menceritakan kenapa dia pergi karna pelatihan tertutup dan tidak menceritakan yang lain nya )
"baiklah tapi setidaknya kau kelaskan dulu pada kami sebelum kau pergi, kau mengerti" ucap Kaisar Xia menghela nafas lega
"aku mengerti ayahanda"
"sudah malam, kalian istirahat lah" ucap kaisar Xia melambai tangan
"kami pamit" ucap mereka berempat dan melangkah pergi tapi............
"kakak tertua ku silahkan ikuti aku untuk membalut lukamu dulu" ucap Yan kembali menyeret Jian sedangkan yang diseret hanya pasrah
"aku ikut kau" ucap Yang ling mengikuti Jian karna ditatap oleh Yin seolah olah dia mengatakan 'jalan atau diseret'
okelah skippp TENDA PARA PUTRI
"akhh kau terlalu menekan lukanya" ucap Jian kesakitan saat dibalut oleh Yan
"ku bilang diam!" ucap Yan yang memang sedari tadi sudah kesal dan ditambah rengekan jian seakan dia ingin menekan lukanya hingga si korban pun kesakitan yang amat
"nah sudah sana pulang ketenda mu sendiri tidak antar" ucap Yan menendang Jian menggunakan kekuatan sedangkan Yang ling dia sudah pergi duluan dan sekarang di dalam tenda itu hanya tersisa Yan dam Yin yang sedang menatap nya untuk meminta penjelasan yang lebih masuk akal
"apa? mau kompensasi?" tawar Yan saat berbalik menghadap Yin
"kompensasi apa?" tanya Yin
"terserah tapi hanya lima" jawab Yan membuka jubah nya
"nanti saja saat kembali ke kekaisaran" ucap Yin membaringkan tubuhnya
"yaudah tidur sana" ucap Yan memejamkan mata nya dan tertidur pulas
"benarkah hanya pelatihan tertutup bukan apapun yang ku pikirkan kan?" pikir Yin melihat Yan yang sedang tertidur dan langsung tidur
keesokan paginya
"bangun Yin!! bangun hei!! ada penyerangan!" ucap Yan menggoyangkan badan Yin
"hah apa?!" kaget Yin yang langsung bangun
"vepat ambil senjata dan keluarlah" ucap Yan bergegas keluar
diluar tenda sudah banyak pasukan dari parlemen gelap dan kekaisaran Xia yang berkumpul untuk perang kembali kekaisaran Xia yang dipimpin oleh kaisar Xia sendiri, para jendral utama, serta pangeran dan putri kekaisaran Xia juga
"kaisar tua menyerahlah dan berlutut dihadapan ku, mungkin aku akan mengampuni nyawamu itu" teriak seorang pria yang memimpin pasukan parlemen gelap
"b******k!!! dasar h1n4!" ucap Yan marah karna perkataan orang itu
"SERANG!!" teriak kaisar Xia memerintah pasukan nya dan lamgsung menyerbu pasukan lawan
setelah sekian laama berperang akhirnya kemenangan dimenangkan oleh kekaisaran Xia
"s****n!! ayo mundur dulu!" ucap si pemimpin itu mundur diikuti perempuan yang ikut disisi nya
"hei jangan kabur kalian berdua" ucap Yan menunggang kudanya dan mengejar dua orang tadi
"Yan tunggu!!" teriak Yin menyusul
"rantai api!!! rangkus!!!" teriak Yan mengeluarkan jurus nya untuk merangkus kedua orang itu dan yahh kedua orang itu pun tertangkap
"kau menangkapnya?" tanya Yin saat sampai dan melihat kedua orang itu tertangkap
"iya, sekarang ayo kembali dulu untuk mengintrogasi nya" ucap Yan pergi membawa kedua orang itu disusul Yin
perkemahan kekaisaran Xia
"putri mahkota dan putri kedua sudah kembali, cepat beritahu yang mulia kaisar" teriak seorang prajurit yang melihat kedatangan Yan dan Yin
dalam tenda kaisar...
"ayahanda kaisar, kakak, para jendral utama kami kembali" ucap mereka berdua saat memasuki tenda
"putriku/adik!!"
"putri mahkota! putri kedua!"
kaget mereka yang ada disana ( anggap bareng )
"ya kami juga membawa pemimpin pasukan parlemen gelap" ucap Yan menghilangkan ringkusan rantai api
"baiklah, jendral zhao tolong introgasi kedua orang ini" ucap kaisar Xia
"baik yang mulia ka-".
"paman zhao bisakah kami ikut mengintrogasi nya?" tanya Yin
"ini sepertinya harus meminta persetujuan yang mulia" ucap jendral zhao salah satu jendral utama
"baiklah silahkan saja kalian ikut jendral zhao" ucap kaisar Xia dengan pasrah
"terimakasih ayahanda kaisar, ayo paman zhao" ucap Yan dan Yin bersama dan pergi dengan menarik kedua orang itu ( orang itu di rantai ya )
"saya pamit semuanya" ucap jendral Zhao
etss STOPP dulu guys
...kenalan yuk ama tokoh baru!!...
...Nama : Olivia Sain...
...Umur : 19 thn...
...Sifat : Dingin,Datar,cuek,kejam,sadis, dan ga mandang bulu ( luar )...
...bobrok,jahil,ceria,manja,sayang keluarga, dan suka memasak ( dalam )...
...kelebihan : bisa membaca pikiran orang, dan pandai dalam ilmu pengobatan dinobatkan menjadi dokter termuda dalam generasi pengobatan...
kekurangan : saat mode cute akan kehilangan kelebihannya juga hilang ingatan saat dia dalam mode cute nya selesai, payah dalam meretas sistem ( hacker )
...Anak satu-satunya dalam keluarga Sain...
...Nama : Ye Xue Yu...
...umur : 19 thn...
...sifat : 2 in Olivia...
kelebihan : pintar dalam taktik perang mau pun bisnis, sangat mengerti dalam bahasa kuno, dan bisa membaca pikiran orang
kekurangan : saat mode cute akan kehilangan kelebihannya juga hilang ingatan saat dia dalam mode cute nya selesai, dan payah dalam panahan
...Anak satu-satunya dalam keluarga Ye...
...Nama : Sheya Ang...
...Umur : 18 thn...
...sifat : 3 in Olivia - suka tidur...
kelebihan : bisa menciptakan banyak senjata mau pun peledak dengan waktu yang sangat sedikit, mengetahui sifat asli seseorang, dan bisa membaca pikiran
kekurangan : saat mode cute akan kehilangan kelebihannya juga hilang ingatan saat dia dalam mode cute nya selesai, dan payah dalam pembuatan racun
...Anak satu-satunya dalam keluarga Ang...
...jadi mereka itu anak satu-satunya dalam keluarga dan sangat dimanja tapi mereka memilih untuk bekerja sendiri dan belajar mandiri, keculi mereka kalo lgi mode cute mereka bakalan kayak anak kecil yang suka dimanja...
Don't Forget To
Like
Komen
End Follow Byeee Guyss