Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Kejutan#8



Pagi begitu cerah, waktu sudah menunjukan pukul 07.00 pagi. dan aku terbangun dari mimpi indahku, Aku kaget akan seseorang dihadapkan wajahnya dengan jarak yang begitu dekat


"Kamu!! ngapain kamu disini?? "Tanya Shalsa heran belum menyadari kamar bukan miliknya.


"pagi pagi sudah berteriak,meganggu saja "ucap Anhar sambil mengucek kedua matanya


"Kamu ngapain memelukku? " ucapnya sambil menaikan selimut di tubuhnya


"Kamu yang memelukku duluan" Anhar dengan dingin


"Bukankah semalam saya tidur di sofa? "


"menurutmu aku yang memindahkahmu di sampingku? maaf kamu bukan tipeku" ucap Anhar dengan Angkuhnya.


"Tuan, Menu sarapan pagi apa yang anda inginkan? " mengalihkan pembicaraan


"saya ingin memakan tubuhmu pagi ini boleh? " dengan genit


"Tuan stop jangan mesum! "


"Sekali lagi kamu memanggilku tuan maka saya akan menghukummu"


"Tuan mau apa mendekat" menutup matanya dengan kedua tangannya


Ketika Shalsa membuka tangannya tiba-tiba Anhar memciumnya dengan lembut, dan bodohnya aku malah membalasnya.


"sepertinya kamu menyukainya? "dengan tersenyum jahil


"Mas cepat mandi, saya mau masak"dengan pipih sudah bersemu merah bagaikan kepiting rebus.


"Mengapa aku terasa terhipnotis olehnya, Apakah aku mulai jatuh hati padanya. seorang gadis mungil yang mandiri dan imut bagiku. Mengapa jantungku selalu berdebar saat bersamanya? seperti jatungku mau copot dari tempatnya? Aku harus konsultasi ke dokter Harun ,Apakah ada yang salah dengan jantungku".Batin Tuan Anhar


"Dia begitu Tampan dari dekat, dan aku kenapa bodohnya tidak marah karena dia telah mengambil ciuman pertamaku, bukankah dia suamiku? dan berhak atas diriku. Namun aku berjanji untuk mencoba tidak jatuh hati padanya karena aku sadar drajat kami berbeda" ucap Shalsa sambil melamun.


Dapur begitu ramai pelayan yang sibuk menyiapkan sarapan pagi.


"Mengapa masakannya banyak terhidang di meja makan? apakah ada tamu? " ucap Shalsa


"Iyah non, Tuan Alfan Ayahanda dari Tuan Anhar sedang perjalanan kesini dari Amerika. "ucap Maya menjelaskan


"Oh seperti itu, saya mohon jangan panggil saya non, karena saya sama sepertimu maya" ucapnya ramah


"Ekhm, Apakah sudah selesai menggangu Nyonya Shalsa" dengan tatapan membunuh


"Maaf non, masih banyak pekerjaan yang belum saya selesaikamn. saya pamit kebelakang"


Shalsa menghiraukan panggilan seketaris Kim yang membuatnya kesal karena siapun tidak berani didekatku jika di awasi seketaris sialan.


"Mengapa pagi buta dia sudah ada disini? dan mengapa dia harus datang disaat aku sedang mengobrol dengan pelayan. rasanya aku begitu kesal dengannya. " ucap Shalsa sambil terus terfokus menyiapkan makanan untuk keluarga besarnya.


Sarapan pagi sudah siap semua, dan keluarga sudah berkumpul di meja makan. Aku mengikuti sang bunda duduk disampin Tuan Anhar.


"Hari ini kamu sudah masuk lagi nak? "


"Iyah bun, banyak pekerjaan kantor yang tidak bisa kami tunda. "


"Nangi siang saya tunggu dikantor saya, karena kantormu dan kantor saya tidak terlalu jauh"


"Tapi Mas, maaf siang saya ada rapat dengan clien." ucap Shalsa berbohong


"Saya tidak mau ada penolakan ,paham?"


"Maaf ya nak, atas sikap dan perilaku anak ibu terhadapmu" ucap bunda sambil mengelus rambut Shalsa


"Baik Mas"


"Bagus, jadilah gadis yang penurut. " tegas Anhar.


"mengapa dia begitu menyebalkan, memangnya swmua waktukku miliknya. bebas melakukan apapun sesukanya. Shalsa kamu harus semangat demi kebahagiaan keluargamu"


Ketika semua keluarga sedang berbincang-bincang ada suara yang begitu Familiar bagi keluarga Anhar.


"Ayah!! " Kaget Anhar dengan kedatangannya.


"iyah sayang, siapa wanita disampingmu? asistenmu? " ucap Ayah menatap dengan tatapan tidak suka.


"Apakah urusan bisnis ayah sudah selesai disana, dana ayah pulang bersama siapa? " ucap Anhar mengalihkan pembicaraan


"Ayah kesini bersama seseorang, sini sayang masuk" ucap Ayah dengan tersenyum sinis dan mempersihlahkan wanita berparas cantik dan berkulit putih serta sangat Anggun dan elegan dalam berpakaian.


" Deg, Kamu yang pernah ada dihidupku.Mengapa kamu kembali lagi" Anhar dalam hati dan termenung.