
Shalsa selesai dari ruangan presider menuju meja kerjanya dan disana banyak rangkaian bunga dan Makanan kesukaannya. Ia begitu heran karena dia bukanlah seorang artis dan sejak kapan ia menjadi banyak penggemar.
"Kalian ada yang melihat siapa yang mengantarkan ini semua? "
"Seorang pemuda tampan berpakaian rapih berjas silver dan mempunyai pengawal tampan namun tatapannya begitu tajam sepertinya seorang pegusaha muda"
"Apakah kalian ada yang mengetahui namanya? "
"Mereka hanya menitipkan semua ini dan lalu pergi meninggalkan ruangan ini"
"Apakah kamu mengenal pemuda tadi?? sangat tampan dan berwibawa"
"Mereka salah alamat dan sepertinya aku tidak pernah mengenalnya"
Shalsa berjalan keluar ruangan dan menuju pelayan kebersihan dikantor untuk membereskan kehaduhan yang dilakukan semuanya dengan banyak rangkaian bunga dan coklat membuatku menjadi pusat perhatian saja.
"Apa yang ia lakukan dengan semua ini, bunga lili dan coklat adalah hal yang membuatku bahagia namun mengingat semua yang ia lakukan semalam hanya membuatku semakin muak untuk menerima semua pemberian ini" ~Shalsa.
Shalsa menghampiri petugas kebersihan dan satpam untuk membersihkan ruangannya.
"Pak, tolong rapihkan semua bunga dan makanan yang ada di meja saya. sihlahkan bunganya bisa anda simpan di daerah kantor dan makanannya dibagikan saja kepada karyawan " shalsa dengan dingin
"Baik bu" satpam
Shalsa pergi ke rumah keluarganya dan berharap ia bisa tinggal untuk sementara waktu disana dengan menyesuaikan semua yang terjadi hari ini. Pesan yang ia baca dari Kea menambah luka itu semakin mendalam. ia berharap hubungannya cepat berakhir dan ingin kembali menghirup dunia dengan bebas tanpa adanya tekanan.
............................................................
Halte yang begitu banyak oramg yang menunggu bus lewat menuju tujuan yang mereka lalui. berapa kali shalsa mencoba untuk menaiki bus namun tetap selalu ia tidak terbagi karena penumpang begitu sangat ramai.
Tiba - tiba ada mobil putih berhenti depan halte dan semua orang menatap seorang yang datang semua begitu terpukau dengan seorang lelaki tampan menghampiri wanita dengan wajah begitu polos tidak mengenal pemuda tersebut
"Mengapa kamu melihatku seperti itu? aku tahu aku sangat tampan" sambil tertawa.
"Siapa kamu? bagaimana bisa mengenalku? " dengan tatapan heran dan bingung
"Apakah kamu tak mengenalku? seriusan? kamu wanita kitu buku di sekolah yang begitu periang dengan temanmu dan sangat peduli kepada siapa saja kan? "
"Bagaimana kamu mengenal diriku? Aku tak tahu siapa kamu? sihlahkan anda kasih sebuah kenangan yang bisa mengingatmu" dengan tatapan dingin
"Aku adalah seorang laki laki yang selalu didekatmu namun aku tak berani mengungkapkan perasaan itu"
"Siapa?? banyak kawanku laki laki. " dengan meneliti wajah pria namun ia tidak menemukan jawabannya.
"Aku laki laki berkacamata dan banyak orang yang membully diriku dan kamu membantuku saat aku diserang oleh teman temanku"
~Flasback~
sebuah halaman kelas ada seorang pria berkacamata dengan pakaian rapih namun terlihat sangat cupu, disana ia sedang di bully kakak kelasnya dengan melempar telur ke wajahnya dan tubuhnya sehingga seragam putihnya berubah menjadi bau Amis dan kotor.
"Semua stop atau saya laporkan dan kalian akan di skor" sambil masuk dari kerumunan melihat pemuda yang hanya terdiam dengan prilaku temannya.
"Apakah kamu baik-baik saja, gantilah pakaianmu dengan jaketku. jangan berdiam diri lawanlah jika kamu dihina" langsung pergi meninggalkan gadis pria tersebut
"Tunggu! siapa namamu" sambil berteriak menghentikan langkahnya.
"Shalsabila" langsung menghilang di pojok kelas.