
Anhar melihat istrinya sedang bersama laki laki lain, ia berpikir shalsa bermain api dibelakangnya namun semua itu hanyalah kesalapahaman bagi Anhar. Anhar menghentikan rapat tiba-tiba membuat semua klien dan seketaris kim terkejut dengan keputusan Tuan muda. Saat semuanya bubar seketaris mengikuti tuannya menuju meja makan dan melihat seseorang yang ia kenal.
"Bukankah itu nona muda? lalu siapa pemuda itu? "
"Sekarang juga ikut saya pulang"
"Tapi mas kami sedang menunggu klien"
"Semua omong kosong, dan kamu jangan pernah dekati Shalsa lagi, paham" dengan tatapan tidak bersahabat
Anhar meninggalkannya dengan tangan masih mencengkram begitu kuat hingga terasa sakit namun shalsa hanya bisa menangis karena ia tidak ingin membuat suaminya semakin marah. Anhar memberikan perintah untuk meninggalkan mereka berdua, dan Seketaris Kim memberikan kunci mobil kepada Tuannya lalu meninggalkannya
" Tatapannya begitu sangat tajam seperti ingin membunuhku, dan Mukanya sudah merah padam, mengapa kamu meninggalkan kami berdua seketaris bodoh, kamu tidak mengasihani aku bagaimana jika nyawaku menghilang saat ini juga. " kesal Shalsa dan bimbang
" Cepat Masuk! " sambil menyalakan mesin mobil dengan penuh emosi.
"Tuan maafkan saya" ucapnya menangis di dalam mobil.
"Jangan menangisi selingkuhanmu di hadapanku, aku tidak ingin mendengarnya"
"Mas, aku tidak selingkuh" dengan sambil diiringi air mata
"Sudah selingkuh tidak ingin mengaku! Jauhi dia kalau tidak aku akan meleyapkannya"
"Maaf aku tidak bisa menjauhinya karena dia atasan dan sahabatku dari kecil" dengan wajah tertunduk lemas.
"Cukup! aku tak ingin mendengarkan semua alasanmu. " dengan kecepatan tinggi
"Tuan aku mohon jangan seperti ini, jangan membuatku menjadi gila" sambil terus menangis
"Kamu yang membuatku menjadi gila"
Mobil terhenti di depan hotel yang begitu mewah, ketika mereka keluar semua memberi hormat kepadanya, namun Shalsa hanya bisa pasrah di samping Anhar dan menundukan kepalanya. Mengikuti langkah Anhar yang terus menariknya dengan kasar.
"Mas tolong hentikan semua ini"Shalsa terus menangis.
"Jangan menangisi laki laki bodoh itu, apakah kamu paham"
"Apa jangan jangan kamu tidak mau melayaniku karena telah tidur bersamanya" sambil menatap tajam
"Mas aku tidak berbohong, aku belum pernah tersentuh oleh siapapun kecuali kamu mas" ucapnya sambil terus menerus
"Kepercayaan yang sudah aku kuatkan semua hancur bagaikan gelas yang pecah"Tuan Anhar.
"Mas aku tidak selingkuh dari siapapun, bagaimana aku bisa menyakinkanmu"
"Menjauhinya saja kamu tidak bisa, bagaimana aku percaya denganmu "
Anhar langsung menindih tubuh Shalsa dan menguncinya dengan begitu kuat sehingga menyebabkan pergerakan shalsa tidak bebas.
"Mas mau apa?? tolong mas jangan lakukan ini semua, hentikan aku mohon! " ucapnya dengan terus menerus menangis.
"Mengapa?? apakah kamu takut mengetahui kalau kamu sudah tidak suci?? "
"Aku masih suci mas, sedikitpun aku tidak pernah tersentuh oleh laki laki lain"
"Mas hentikan!!! " ucapnya ketika bibir munggilnya dicium dengan begitu ganas sehingga bibir shalsa sedikit terluka
"Aku mohon hentikan" tagisannya semakin keras namun Anhar tidak menghiraukannya.
Anhar merobek bajunya dengan paksa hingga tanpa ada sehelai benangpun, dengan nafsu dan emosi yang memuncak ia langsung melakukan hubungan seperti suami istri namun dengan begitu kasar tanpa menghiraukan tangisah dan jeritan dari Shalsa.
"Ternyata kamu masih perawan, bagus akulah lelaki beruntung pertama yang telah merenggut kesucianmu" ucap Anhar dengan tersenyum menang
"Brengsek kamu, aku mohon hentikan mas sakit" ucapnya terus menjerit ketika hentakan begitu sangat kuat dengan begitu kasar dan terus menyiksanya hingga terkulai lemas dan air mata yang menetes di plipis matanya.