Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Pernikahan #3



Semua Anggota keluargaku semua berkumpul dan menunggu kedatanganku di ruangan keluarga.


"Nak bagaimana kerjanya hari ini? mengapa pulang larut malam? " ucap Ayah


" Alhamdulillah yah lancar, hanya ada pekerjaan yang harus diselesaikan untuk esok hari" ucap Shalsa dengan wajah lelah


"Bagaimana pertemuanmu dengan tuan muda?Apakah ia menyukaimu? " ucap sang ibu penasaran


"Siapapun pasti tergila-gila bun atas kecantikan kakakku" ucap Angel bangga


"Biasa saja bun, dia menatapku dingin" ucap Shalsa ..


"Ingat Besok Acara Akad kamu, Jangan sampai telat".Ucap bunda


"Baik bun, Ayah bunda aku izin ke kamar" ucap Shalsa.


Tinggal menunggu waktu dimana aku akan berganti statusku bukan menjadi gadis lagi namun istri tuan muda. Shalsa melangkahkan kakinya dan tertidur didalam kasur karena rasa lelah hari ini.


Apakah besok sudah siap berpisah dengan auah bundaku, rasanya ingin sekali aku menghindar namun taruhannya keluargaku.. batin Shalsa


~ Akad ~


Akad nikah yang baru saja terjadi bagaikan ia mimpu buruk dan ingin bangun dari mimpinya namun semua ini adalah kenyataan . Shalsa begitu kesal akan semua teman yang hadir yang selalu memojokannya.


Anhar masuk kedalam kamar dan melihat sekeliling kamar shalsa dengan desain awan yang simple, disana sudah ada ibundanya sedang berkumpul.


"Nak bawa barang barang yang penting saja nanti biar pelayan yang membawa ya" ucap bunda Anhar


Dikamarku hanya tinggal aku dan Anhar, kami saling berhadapan dan berkontak mata beberapa saat.


"Cepat kemasi barang barangmu, Aku tunggu 20 menit. kalau sampai gak selesai gak usah ada yang dibawa" ucap Anhar


"Cukup! saya mengerti, saya mohon dengan sangat sihlakan tuan keluar dari kamar saya" ucap Shalsa dengan kesal


"Kamu sudah berani mengusir saya? tidak takut investasi dana di ayahmu bisa aku cabut" ucap Anhar dengan penuh kemenangan


"Kamu tidak berhak mengatur saya baik di rumah atau diluar" bisik Anhar dengan tersenyum licik.


Anhar mendekati Shalsa hingga ia punggungnya sudah di tembok, Jarak mereka berdua sangat dekat, Shalsa hanya memejamkan mata dan pipinya menjadi merah tomat.


"Apakah kamu mengira aku akan menciumu? "sambil berbisik di telinga Shalsa.


Shalsa tercengang akan perilaku tuan Anhar tersebut.


"cepat menjauh dari saya " ucap Shalsa berusaha mendorong dada bidang Anhar


"Bilang saja kamu ini memengang dadaku kan" godanya Anhar dengan genit.


"Kamu!!! " Membuat Shalsa kesal dan geram sehingga memukul lengan Anhar.


Tiba tiba pintu terbuka dan semua langsung diam tetap dengan posisi mereka