Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Kesal



Malam hari yang begitu dingin Shalsa dan Vina memutuskan untuk mencari angin malam dalam tengah keramaian. Mereka mengendarai sepeda motor milik abangnya Vina yang melihatnya akan terpesona.


"Vin kamu ganti pake style biasa aja seperti diriku kaos dan celana jeans, soalnya ribet kalau pakai dress dan mau auratmu di umbar? " sambil tersenyum.


"kenapa gak naik mobil aja shal, kan kamu pandai menyetir" Vina heran


"Kalau naik mobil mau macet dimana-mana? "sambil memakai helm.


"Oh ya,Jakarta kapan ya gak pernah macet" sambil merenung.


"Kalau dunia kiamat kali"Shalsa dengan tawaan.


Vina kemudian menganti pakaian dengan style biasa dan mereka sudah siap mencari suasana ditengah ibu kota yang sangat padat. Shalsa berhenti di salah satu taman yang sangat ramai dan ia mengajak vina turun dengan mengenakan topi dan rambut terikat satu.


"Ngapai berhenti disini? ramai banget shal"merasa kesal sahabatnya malah berhenti di tempat yang sangat ramai.


"kalau mau sepi ke kuburan aja vin kagak usah keluar" sambil melepas helmnya.


"Ayuk kita beli nasi pecelnya enak tuh kayaknya ramai"Shalsa mendahului Vina yang masih terbengong.


"Astaga temannya malah ditinggal pergi nih anak" sambil berlari mengejar langkahnya.


ketika sedang berlari tiba tiba Vina menabrak seoramg lelaki dan ia sangat mengenalnya. tanoa pikir panjang Vina langsung menjauh dan bodohnya dia menarik tanganku dan hingga aku terjatuh dipelukannya.


"Maaf aku ada urusan"ucap Vina gugup.


"Tunggu, apakah kamu temannya shalsa? "Bastian menatapnya sinis.


"Maaf kekasihku jika melihatnya akan salah paham" Bastian melepas pelukannya dan membiarkan wanita dihadapannya lepas begitu saja.


"untung aja gue selamat kalau gak kasihan shalsa harus berhadapan sama cowok gak baik sepertinya" sambil berlari mencari sahabatnya yang sedang asik dengan ponselnya.


"lama banget Vin, ngapain nyari brondong"shalsa dengan santai sambil menunggu pesanan datang


"Iya tadi malahan ketemu brondong berndalan disini"sambil tertawa


"Ini makanannya mbak" pelayan


"Eh ngomong ngomong pria tampan 2 minggu lalu itu siapamu? "kepo sambil tangannya mengambil lauk dan matanya fokus ke shalsa.


"Besok kamu harus bekerja karna ada meeting penting antara kolega besar di Asia dan pak Angga memilihmu untuk mendampinginya karena seketarisnya sedang mengurus proyek yang satunya" Vina menjelaskan.


"Apakah dia hadir disana gak ya? aku takut bertemu dengannya" sambil melamun.


"Baiklah besok aku berangkat bersamamu" shalsa menyakinkan diri.


..........................................


Pagi yang sangat cerah membawaku untuk kembali tertidur namun kenyataan berbanding terbalik aku harus bersiap untuk agenda rapat di sebuah Arpatement. Aku mengenakan pakaian kantor milik Vina dan kita berangkat diantar abangnya Vina menuju kantor.


"wahh bagaikan istri bos ya enak banget bebas ngambil izin" Wati sambil menyindir ketika hendak masuk ruangan divisi.


"Sepertinya ada yang iri nih sama kamu shal, udah yuk ngapain di ladenin malas"Vina merangkul shalsa.


"Pagi pak" memberi sapaan kepada atasannya sekaligus sahabatnya


"pagi shal, setelah ini temui saya keruangan" pergi meninggalkan semua karyawan memandangnya heran.


"wah sepertinya ada yang mau di resign dari perusaan ini" wati bergosip


"Saingan kita berkurang satu"Vely


Shalsa hanya tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju ruangan presider


"Pak maaf ada apa? "formal


"Nanti 10 menit lagi kamu ikut saya meeting"sambil merapihkan file.


"Baik pak"


Mobil kami sudah sampai di sebuah arpatemen mewah dan mungkin kalangan atas yang memilikinya. Shalsa keluar dan berjalan di samping Bossnya tapi tiba tiba ada yang menarik lenganku dan aku kaget melihatnya disini.


"Cepat ikut aku pergi" Anhar menarik paksa.


"Aku gak mau" sambil melepaskan tangannya.


Tanpa aba aba lagi Anhar mengendongnya dan masuk kedalam mobil, ketika Angga hendak menghentikan semuanya tiba tiba ada 3 orang pria yang menyerangnya.