Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Rencana Bulan Madu



Kehidupan pasangan suami istri yang begitu harmonis dan sangat menjadi figur bagi yang menatapnya. Anhar yang sangat menyanyangi istrinya sampai ia tidak perduli dengan ucapan ayah dan Shalsa yang selalu mendukung suaminya dalam berkerja serta selalu mengantar makanan di siang hari untuk makan bersama di kantor.


"Maaf bu ingin mencari siapa? "


"Saya ingin bertemu dengan presider perusahaan ini" dengan santai.


"Maaf apakah sudah buat janji? " tanyanya heran karena ia seperti klien perusahaan lain.


"Sudah"


"Baik, sihlahkan ikut saya keruangan presider" dengan tersenyum.


tok tok..


"Sir, Ada yang mencari anda" repsionis


"Sihlahkan masuk" sambil terus menatap laptop tidak menyadari istrinya yang datang


"Ada keperluan apa anda kemari? saya sudah bilang tidak mau dinganggu, Apakah anda tidak punya telinga" dengan nada tinggi dan itu sangat menyesakan hati Shalsa yang mendengarnya.


"Maaf Tuan, saya hanya mengantarkan makanan. Saya pamit keluar" Shalsa menaruh rantang di meja kerja dan berlari keluar.


Anhar baru menyadari bahwa yang dihadapannya bukan karyawannya melainkan istrinya dengan membawa makan siangnya, Anhar kemudian berlari dan semua orang menatap heran presider yang keluar dengan berlari dan nona muda yang menangis selesai dari ruangan presider.


"Apakah anda melihat wanita yang tadi keruangan saya? kemana arah perginya? "


"Kesana sir" sambil menunjuk dengan jarinya.


Anhar tanpa menjawab langsung berlari ke arah tersebut dan melihat sekeliling kantor istrinya belum sampai jauh dari daerah kantor. di ujung jalan ada Shalsa yang sedang berjalan sambil menangis dengan perbuatan suaminya, mereka sangat dekat jaraknya namun takdir tidak mempertemukannya karena tidak saling memandang satu sama lain.


"Shal, Kamu dimana sayang aku mengkhawatirkanmu. Maafkan aku yang tidak melihat siapa yang datang di jam makan siangku" dengan keringat mengucur dan perasaan khawatir.


"pak apakah melihat wanita ini" sambil memperlihatkan Foto istrinya dan terus mencarinya


"Tidak"


Anhar menelepon pihak kantor untuk membatalkan semua agenda hari ini karena urusan yang penting yaitu istrinya, Ia langsung ke rumah dengan kecepatan tinggi.


"Sayang maafkan aku" sambil memeluk dari belakang.


"Kamu mas, kenapa ada disini? bukankah ada pekerjaan penting? " dengan terus menatap ke depan tanpa menoleh kebelakang.


"Tidak ada yang lebih penting selain dirimu sayang, Maafkan Mas ya sudah berkata kasar. Mas tidak tahu kamu yang datang" dengan mencium rambutnya.


"Tidak apa apa mas, Maafkan aku yang terlalu berlebihan sehingga kamu harus pulang" sambil berbalik badan dan menatap suaminya


"Jangan tinggalkan Mas ya? "dengan memeluk Shalsa


"Iya mas aku tidak akan meningalkanmu apapun yang terjadi"sambil memeluk erat suaminya.


"Mengapa Mad mencintaiku? " pertanyaan itu tiba tiba datang dari hatinya tersendiri.


"Karena kamu adalah hidupku" dengan tersenyum dan mengecup bibir shalsa dengan lembut.


"Makasih ya mas telah mencintai wanita sederhana ini" dengan menghapus air matanya.


"Shal, Jangan panggil aku Mas lagi tapi panggilan sayang ya" sambil mencubit hidungnya.


"Mas alay banget deh, gak apa apa panggil Mas juga"


"panggil aku Hubby ya? " dengan mengedipkan kedua mata.


"Iya Hubbyku sayang" sambil mencium pipinya Anhar.


"Aku punya hadiah untukmu" dengan tersenyum


"Apakah kejutannya? "dengan tatapan penasaran


"Taraaaa" dengan mengeluarkan dua buah tiket.


"Turky dan Pakistan menjadi tempat bulan madu kita" dengan mata yang berbinar binar


"Makasih Hubby" dengan memeluknya dan loncat loncat dengan kegirangannya.