
Mobil sudah sampai di kantor nona muda, semua menatap seseorang yang keluar dari mobil yang sangat mewah
"Terimakasih telah mengantarkanku mas "
"Baiklah"
Saat mobil hendak menjauh dari kantor Brawijaya ada seorang lelaki tampan dan ber Jas rapih menghampir Shalsa yang sedang berada dihalaman kantor dengan pakaian kantor yang begitu rapih dan elegan.
"Selamat pagi shal" ucapnya dengan tersenyum
"Pagi juga bos"sambil tertawa
"Kamu sama siapa aja berbicara sangat Formal, Aku kan sahabatmu shal" ucapnya mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Hehehe, ini kan kantor bukan diluar,Angga.Kamu adalah atasanku".
"Yasudah ayo kita ke dalam kantor bersama"
Semua karyawan kantor memandang mereka heran dan tatapan sinis, ketika atasannya berjalan bersama divisi keuangan dan mobil sport yang mengantarkannya. Bos memasuki live presider dan Shalsa memasuki live karyawan, disana banyak orang yang membicarakannya namun ia hiraukan"
"Lihat pakaiannya elegan sekali, jangan jangan dia habis menjadi simpanan om om"
"Lihat saja tadi dia keluar dari mobil mewah jangan jangan rela menjual tubuhnya dengan memiliki baju dan tas bermerek "
"Sekarang malah mendekati bos kita, gak punya harga diri banget"
"Menikah dengan tuan muda membuat kepalaku merasa pusing, dimana aku harus mengikuti perintahnya dari baju dan Tas bermerek pemberiannya harus ia gunakan dan baju baju lamanya ia bakar, padahal aku membelinya sambik berebutan dengan orang orang di pedangang kaki lima. semua orang jadi membicarakanku" Kesal shalsa
Pintu live berbunyi dan libe sudah terbuka, dengan terburu-buru ia melangkahkan kakinya menuju ruangannya dengan mata yang hampir menangis.
"Shal, kenapa kamu hampir menangis" Vani satu divisi dengannya.
" Tidak apa apa Van aku hanya kelilipan saja" ucapku mencoba tersenyum.
"Sudahlah jangan dengarkan pembicaraan mereka, aku tahu kamu tidak seperti mereka ucapkan" Vani mengetahui ketika ada orang masih membicarakannya dengan berbisik.
Shalsa fokus mengerjakan laporan laporan yang sudah 2 hari ia tinggalkan dan tugasnya semakin menumpuk, perlahan-lahan ia mengerjakannya dengan teliti hingga tidak terasa waktu istirahat telah sampai.
"Shal kamu ikut kita Resto bersama menemui klien saya"
Shalsa pun mengalihkan pandangannya dari layar komputer dan langsung melihat siapa yang ada di depannya.
....................................
Shalsa memasuki restoran bersama dengan atasannya hanya berdua dan seketaris nya menunggu di mobil. Ia memilih kursi yang kosong untuk bertemu klien penting.
"Mengapa kamu mengajakku? bukan bu Mita" tanyanya heran karna Mitha adalah atasan Divisi keuangan.
"Kalau aku mengajaknya yang ada dia malah genit terhadapku dan bagaimana muka aku ditaruh di depan klien pentingku"
"Hahaha ada ada saja kamu ga, " ucapnya sambil membayangkan kalau atasannya bersama miss mitha.
"Sebelum klienku datang, kamu ingin memesan apa shal? "
"Aku memesan nasi kebuli dan ayam bakar, Minummannya Jus Apel ya"
"Makanan Favoritmu tidak berubah dari dulu ya" ucap Angga.
" pelayan!! saya memesan nasi kebuli dan ayam bakar 2 minumannya jus apel satu dan tea lemonty satu"
"Baik tuan"
Di pojok ruangan ada sepasang mata yang memperhatikannya, Ia begitu geram melihat istrinya sedang tertawa manis dengan lelaki lain selain dirinya, dihadapannya ia tidak pernah melihat bahagianya wajahnya. Anhar sedang mengadakan pertemuan dan semuanya ia berhentikan pembahasannya tiba tiba dan langsung pamit..
"Mohon maaf, meeting kali ini saya tunda dikarenakan ada keperluan mendadak dan tidak bisa saya tinggal. pembahasannya nanti akan kami berikan jadwal selanjutnya" ucap Anhar mengakhiri semuanya.
"Baik Tuan"
Anhar mendekati seorang wanita yang sedang bercengkrama di meja makan, dan langsung menariknya dengan kasar.
"Ayo cepat ikut saya pulang" Anhar dengan wajah merah padam
"Tuan... " kaget shalsa mengetahui suaminya ada disini.
"Tolong Jangan kasar kasar sama wanita" ucap Angga melihat shalsa di tarik paksa dan meninggalkan Angga di meja makan
"Tuan saya harap anda tidak ikut campur urusan mereka, dan jauhi nona muda" seketaris Kim dengan tatapan Tajam
"Nona muda? siapakah lelaki yang bersamanya? mengapa ia hanya menurut dan tatapannya begitu ketakutan. Aku harus mencari tahu tentangnya" Angga