Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Pergi



Kekecewaan yang begitu mendalam ketika harga dirinya dihina begitu menyakitkan, Shalsa pergi mengenakan taksi yang melintas di jalan menuju rumah teman kecilku. Aku begitu kecewa dengan semua yang telah terjadi berawal kebahagiaan menghampiri namun lenyap seketika dan menjadi kabut yang hitam dan tak bisa terlihat.


Anhar sibuk mencari hampir menelusuri setiap jalan namun nihil istrinya tidak kelihatan, perasaan yang begitu kehilangan dan sangat frustasi tidak bisa menemukannya. Hari sudah larut malam dan Anhar pulang dalam keadaan mabuk berat dan pakaian yang begitu berantakan seperti bukan Anhar yang dikenal. gina sedang meminum air putih tiba-tiba melihat Kak anhar baru pulang dan dengan otak liciknya dia membawa Anhar masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.


"Apakah kamu sayang istriku" sambil memeluknya dan beranggapan bahwa dihadapannya adalah istrinya.


"Iyah mas sayang, kemarilah aku sudah rindu akan sentuhanmu" dengan melepas pakaiannya satu persatu hingga terjatuh dan tanpa sehelai kainpun. Anhar yang melihatnya bagaikan singa yang kehausan dan ia melihat bahwa yang dihadapannya adalah istrinya. Anhar mencumbunya dari mencium bibirnya lalu turun ke leher namun tiba tiba anhar tersadar bahwa istrinya sedang pergi dan ia langsung memakai kembali pakaian dan pergi keluar rumah meninggalkan gina yang sudah bernafsu karean cumbuannya.


" Arghhh sialan malah meninggalkanku seenaknya" kesal gina merasa dipermainkan.


"Baiklah aku berjanji akan mendapatkanmu Kak Anhar" dengan tersenyum licik.


Anhar pergi ke suatu tempat yaitu arpatement pribadinya, dia menghabiskan waktunya disana dengan meminum alkohol dan memecahkannya.


Ponsel Anhar berdering..


"Kamu ada dimana bro? " bastian kawan dekatnya namun pergaulannya tidak baik karena senang bermain dengan wanita.


"gue lagi di arpatement, kalau mau kesini sekalian ajak leo" dengan nada masih mabuk.


"Lo mabuk bro? " Bastian kaget dengan yang ia dengar.


Anhar bukan menjawab ia mematikan panggilannya secara sepihak dan kembali tertidur.


...........................


Taxsi sudah sampai di alamat tujuan, Shalsa melangkah masuk dan menekan bel berharap sahabatnya ada di rumah.


"Shal, ngapain kamu malam malam ada disini? " Vina membuka pintu rumahnya


"Sudahlah, ayok nanti kamu ceritakan di dalam kamar" Vina memenangkan.


Vina dan Shalsa berjalan menuju kamar peristirahatan, dan keluarga Vina sedang pergi keluar kota dan rumah begitu sangat sepi hanya Vina dan bibi yang tinggal.


"Terimakasih Vin, maaf merepotkanmu malam malam ya. " Shalsa menghapus air matanya.


"dua pekan ini kamu izin kemana shal? kok lama banget" Vina penasaran dan informasi dari pimpinan hanya cuti saja.


"Aku ada acara keluarga." ucapnya dengan berbohong


"Izinkan aku menginap disini ya untuk beberapa hari" sambil dengan mata sembab


"Mau selamanya juga gpp aku malahan senang ada temennya , kalau ayah ke luar kota bersama bunda aku merasa kesepian. " langsung termenung dan sedih.


"Sudahlah sesama yang kesepian mari kita bersama" sambil berpelukan.


"Haishh kamu bisa aja shal,bagaimana kalau kita jalan jalan malam hari? " sambil tertawa senang dan sepertinya ia butuh refresing.


"Bolehlah, apakah kamu punya topi cewek? " Khawatir suaminya bisa mendapatkan jejaknya.


"Ada, tapi mengapa kamu mengenakan topi? " sambil menatap dengan heran.


"hehehe aku sedang bertengkar dengan ibuku dan khawatir kalau sampai ketemu sama orang suruhan ibu maka aku bisa di paksa pulang. " mencoba berbohong.


Shalsa dan Vina pergi keluar untuk menghirup udara malam