Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Malam Pertama#6



Malam pengatin bagi pasangan yang saling berpadu kasih adalah hal yang paling di tunggu, namun tidak denganku yang harus menyerahkan masa depanku menjadi suram.Malam ini setelah aku melakukan semua perkerjaanku. Bunda Anhar masuk kedalam kamar dengan membawa dua gelas Jus mangga tanpa menaruh curiga Aku ambil jus tersebut.


"Sayang bunda izin masuk ya, " ucap Bunda Anhar sambil membawa nampan


"masuklah bun, sini duduk bersamaku" ucap Shalsa dengan tersenyum.


"Malam begini kemana suamimu belum ada di kamar? ganti pakaianmu dan mandilah tadi pagi bukankah sangat melelahkan bagimu" ucap Bunda Anhar


"Baiklah bun, saya izin mandi dahulu " ucap Shalsa dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi dan berendam di dalam air sambil memejamkan mata berharap semua yang terjadi hanyalah mimpi burukku.


~Ruangan kerja Anhar~


Di sudut ruangan ada seorang yang sibuk dengan laptopnya dan beberapa file dimeja kerjanya. sampai ia tidak menyadari ada sang bunda yang sudah ada dihadapanya saat ini.


" Anhar, Jangalah terlalu lelah berkerja. lanjutkan pekerjaanmu besok dan beristirahatlah" ucap bunda dengan kasih sayang.


"Iyah sebentar lagi pekerjaanku selesai bun" masih belum fokus dengan kehadiran bundanya


"Eh ada bunda, sejak kapan bunda sudah ada disini? " tawa Anhar


"Hadeeh, anak bunda kebiasaan kalau lagi fokus siapapun kamu hiraukan" ucap bundanya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Baiklah, minumlah jus mangga ini buat menghikangkan penatmu nak" Ucap Bunda tanpa curiga


Tanpa berpikir Anhar langsung meneguk gelas tersebut hingga gelas menjadi kosong


"Terimakasih bunda, istirahatlah dan kembali kekamarmu bun" ucap Anhar.


~Shalsabila~


Waktu begitu cepat tidak terasa Shalsa sudah 30 menit berendam dan ia langsung bergegas keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk yang masih terlilit dalam badannya, siapapun yang melihatnya pasti akan tergoda dengan tubuh putih yang seksi dan mulus.


Ia langkahkan kakinya menuju lemari pakaian, saat terbuka lemari tersebut ia begitu kaget dengan pakaian yang ada di depan matanya. Dia mencari piyama namun tidak ia temukan satu bajupun dan hanya beberapa lingere yang begitu sangat transparan.


"Bagaimana ini, semua pakaian di koperku tidak ada dikamar. bagaimana kalau tuan muda sampai masuk dalam kamar? pakaian ini begitu transparan sama saja diriku yang tidak mengenakan baju. " batin Shalsa yang begitu gelisah.


Dibalik pintu ada seseorang yang menatap seseorang perempuan dengan handuk melilit ditubuhnya dan terlihat begitu menggoda. serta tubuhnya begitu sangat gerah dan Nafsunya semakin tinggi ingin sekali memakan mangsa yang sudah didepannya. Namun ia hanya bisa menelan ludahnya beberapa kali. Shalsa yang hanya menatap bingung pakain dihadapannya sampai ia tidak menyadari ada sepasang mata yang sudah memperhatikannya sejak tadi. Saat Shalsa menoleh wajahnya begitu terkejut dan pipinya bersemu menjadi merah


"Aaaaaaaa, Tuann" ucap Shalsa kaget sambil berteriak.


"Bisakah kamu diam atau orang diluar mengira kamu disiksa oleh saya" ucap Tuan Anhar dengan dingin sambil menahan nafsunya


"Ngapain kamu ada disini ha? mengapa tidak mengetuk pintu dulu? " ucap Shalsa geram


"Apakah kamu tidak ingat ini kamar siapa? dan satu lagi jadi orang jangan ceroboh dan menyalahkan oranglain pintu sampai tidak terkunci dan jangan bilang kamu sengaja menggodaku kan? "


" Tuan!!!! " kesal Shalsa