Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Perasaan Aneh#10



Malam begitu indah dihiasi bintang-bintang dan bulan yang terlihat sangat cantik. Shalsa memandang keatas langit dan berpikir tentang yang telah terjadi kepadanya. lalu ia melangkahkan kakinya menuju kamar mereka dan terlihat lemari yang terpisah dan pakaian yang tersusun rapi. Ia belum terbiasa tidur bersama laki laki kecuali Ayah nya saat masih kecil. Ia menjatuhkan dirinya ke atas kasur dan berharap semua yang terjadi kepadanya hanyalah sebuah khayalan.Namun dia sudah terjatuh kedalam penjara yang dikelilingi oleh Api dan tidak mungkin bisa keluar.


Shalsa menghempaskan tubuhnya di sofa dengan ditupi selimut dan tertidur dengan hari yang begitu melelahkan seperti hatinya saat ini.


.....................


Tempat yang begitu ramai dan dentuman musik DJ mengiringinya, serta wanita bertubuh seksi menari dengan melengok lengokkan tubuhnya. namun, semua Itu tidak membuat Anhar tertarik untuk bersama wanita malam. Ia di dalam doskotik hanya mengambil Air dingin karena walaupun ia senang ke club hanya untuk meringankan masalah yang terjadi. Alkohol ia tidak pernah sama sekali menyentuhnya.


"Nona muda sedang beristirahat dan tertidur lelap" pesan seketaris Kim


Ia hanya membaca pesan dan memasukan kembali hpnya kedalam saku.


" Bagaimana apakah kamu menyukai gadis yang menjadi istrinya. " Kevin temannya


"Hmm biasa saja" sambil meneguk air untuk meredakan dahaganya.


"Bagaimana rasanya menikah bro? "


"Kalau mau tahu jawabannya ya nikah aja" ucap Anhar Santai.


"Wanita menurutku sama saja" Bastian


"Jangan menilai semua wanita sama, karena satu wanita yang pernah mengkhianatimu" Anhar.


"Benar bro"


Mereka berbicang-bincang dengan Asik.


Malam sudah semakin larut, Anhar memutuskan untuk kembali kerumah. Mobil BMW putih memasuki perkarangan rumah. disana terlihat tuan muda yang sudah lelah dan para pelayan memberi hormat kepada tuan muda. Saat memasuki kamar ia menemukan sosok yang sudah menjadi istrinya yang sedang tertidur lelap di sofa. dia menatap dan mengelus rambut Shalsa yang bergeliat manja. Humor disana banyak mengatakan bahwa tuan muda suka bermalam dengan wanita murahan namun semua itu hanyalah sebuah kebohongan.


" Mas sudah datang" sambil mengucek kedua matanya.


"Tidur kembali saja, dan sihlahkan tidur bersamaku namun ada guling yang akan memisahkan kita"


"Terimakasih tuan saya sudah terbiasa dengan kehidupan yang sudah saya alami. "


"Saya sadar diri kok tuan. "


Shalsapun kembali tertelap dan tertidur di samping Anhar


.........


Shalsa bangun pagi hari dan menyiapkan semua keperluan tuan Anhar dari mandi, pakaian, hingga sarapan sudah tersedia sangat rapih.


"Pagi Menantuku sayang"


"Menantu yang tidak di anggap" Andini Adik Anhar


"Kalau kalian ingin melanjutkan makan siahlakan makan jangan banyak berbicara. " menengahi anhar


"Baiklah kakakku sayang" ucap Dini manja.


"Pagi ini kamu berangkat sekalian bersamaku"


"Tapi tuan... "


"Tidak ada tapi tapian, saya tidak suka dibantah, paham kamu? "


"Baiklah"


Shalsa langsung membantu para pelayan membereskan piring piring kotor menuju westafel di dapur


"Nona muda biarkan saya saja yang merapihkan semuanya" pelayan


"Tidak apa apa saya sudah terbiasa membantu bunda saya setiap pagi sebelum berangkat kerja"


"Mulia sekali hati non, tidak seperti Non Kea"


"Semua orang baik bi, hanya saja ada hal yang mengelapkan mata dan hatinya" ucapnya tersenyum dan pergi untuk ke kantor bersama Anhar.