
Hari begitu lelah bagi mereka berdua yang terlalu lama atas perjalanaman yang sungguh panjang. Shalsa masih terlelap di hotel yang telah dipesankan bersama Anhar disampingnya. saat sedang tertidur tiba-tiba dia mendengar suara kepanikan suaminya dan shalsa begitu sangat terusik tidurnya.
"Kim, Sekarang panggilkan dokter wanita kesini juga" dengan wajah sangat panik.
"Ada apa tuan muda?? " dengan wajah heran
"Anda panggilkan saja jangan banyak bertanya paham" dengan wajah merah padam.
Anhar dengan wajah panik karena melihat darah yang sangat segar berceceran di atas sprey yang begitu bersih dan orang tersebut malah tertidur santai.
"Mengapa pagi pagi kamu membuatku terbangun" sambil mengucek matanya.
"Diamlah disana jangan kemana mana aku akan segera membawa dokter"
"Arghhh Kim mana lambat sekali kamu membawa dokter wanita" marah Anhar.
"Apa yang kamu lakukan mas, Astaga mengapa aku bisa tembus" sambil menepuk jidatnya.
Shalsa bangun terburu-buru dan langsung menganti sprey dan mencucinya dikamar mandi hingga tidak ada setitik nodapun.
"Sayang keluarlah, aku akan mendobrakmu sekarang juga. cepatlah dokter sudah menunggumu" sambil mengedor pintu kamar mandi.
"Astaga suamiku aku sedang datang bulan, sudahlah aku mau bersihkan noda dulu" sambil berteriak.
"Pak istri anda sedang menstruasi dan itu terjadi kepada setiap wanita" dokter Via.
''Astaga, ada apa kok manggil dokter? " shalsa keluar sudah mandi dan nyuci.
"Kemana sprey yang tadi banyak darah?Aku tidak mau kamu kehabisan darah sayang"dengan ekpresi khawatir dan baju berantakan
"Diam! saya bertanya sekali lagi kenapa darah banyak yang bersebar di sekitar tempat tidur dan kenapa kamu memengang perutmu sayang? "dengan wajah merah padam dan hanya fokus pada istrinya.
"Astaga tuan mengapa kalian membuat saya malu, sudahlah kalian semua keluar dari kamarku dan satu lagi saya akan baik baik saja " dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan yang sedikit kesal, malu dan sensi mungkin karena bawaan menstruasi wanita.
"Baiklah aku dan kim akan keluar dan kamu hanya diam mengikuti pemeriksaan Dokter karena aku sangat mengkhawatirkanmu" sambil meraih kepala dan mencium keningnya depan semua orang yang menyebabkan kepala shalsa.
"Astaga dok maafkan suami saya sedang stres sepertinya" sambil menepuk jidatnya dengan kelakuan Anhar yang menyebabkan
"Gpp nona Shalsa, Izinkan saya memeriksa anda dan sihlahkan kalian meninggalkan kami berdua" sambil mempersihlahkan Anhar dan Seketaris Kim keluar.
Ruangan yang begitu luas hanya tertinggal Shalsa dan Dokter Eva. Shalsa begitu heran dengan tanggapan suaminya, padahal menstruasi adalah sudah terjadi pada setiap wanita dan sakit perum keramku dengan ditambah perilakunya membuat kepalaku serasa mau pecah terbelah belah.
"Dok maafkan suami saya atas sikap tidak mengenakan untuk anda" dengan wajah yang sudah malu tidak bisa di deskripsikan.
"Tidak apa apa, anda sangat beruntung memiliki suami yang sangat perhatiab seperti tuan muda"
"Akhh dok bisa aja, malahan saya sedang keram perutnya dia terus saja mengajakku untuk berbicara dan ingin rasanya marah marah terhadapnya tapi saya tidak berani" sambil tertawa kecil.
....................................
Ruangan Kamar Tuan Muda ada Anhar dan seketaris Kim yang begitu khawatir menunggu dokter Eva keluar.
"Sekarang juga cari tahu tentang menstruasi wanita" sambil melirik Seketaris Kim yang dibuat mengaga dengan tugas konyol tentang wanita, baginya mengurus pekerjaan kantor lebih baik.
"Baik tuan" dengan siaga.