Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Permintaan Bercerai



Shalsa akhirnya memutuskan menumpang bersama alex sahabatnya yang selalu ada disana dia sedang kesepian dan ternyata dia menaruh hati kepada shalsa sosok yang periang dan tegar menurutnya.


"Bolehkah aku bertanya sesuatu, dan ini hal pribadi shal? "


"Sihlahkan lex selagi tidak melewati batas aku akan menjawabnya" sambil bersandar di dalam mobil.


"Apakah benar bahwa kamu sudah menikah? dan sepertinya aku tidak pernah melihat kamu mengenalnya dari dulu?"


"Aku sudah merried dan masalah itu aku menikah karena paksaan dari ibuku yang ingin putrinya hidup dengan berkecukupan" mencoba sedikit berbohong.


"Aku sudah mencari tahu semuanya dan kamu tidak bisa berbohong, izinkan aku membantumu dan memberikanmu kebebasan seperti burung yang terbang bebas dan aku yang akan menebus semua hutang piutang ayahmu"


"Jangan macam-macam dengannya karena suamiku bukanlah tipe orang yang mudah melepaskan yang sudah menjadi miliknya."


"Aku akan berusaha untuk menyelamatkanmu dari seorang pria yang hanya bisa melakukannya dengan uang" dengan wajah merah padam.


............................................................


Kantor Pratama sudah ada Anhar yang sedang meeting dengan beberapa klien dari luar negeri. Anhar selesai meeting begitu kaget mendengar istrinya jalan bersama laki laki lain yang diselidiki pernah menaruh hati padanya.


"Tuan nona muda sedang perjalanan pulang kerumah keluarga nona muda dan bersama seseorang pria"


"Baiklah, siapkan mobil sekarang juga. dan kamu tolong atur semua jadwal saya 1 minggu kebelakang harus free"


"Baik Tuan" sambil memberi hormat.


Anhar kemudian merapihkan berkas-berkas yang sempat ia periksa dan langsung menuju rumah mertuanya untuk menjemput shalsa di sana, perjalanan 30 menit dari kantor menuju rumah dan sekarang mobil BMW hitam sudah memasuki pengarangan halaman rumah Shalsa. dan terlihat Shalsa sedang duduk di halaman depan rumah sambil melamun.


"Tuan muda? " kaget shalsa ketika melihat suaminya ada di rumahnya


"Aku mempunyai mata yang akan selalu mengawasimu dari jauh" sambil tersenyum licik.


"Jadi,selama ini kamu mengawasiku dari jauh dan ada mata mata yang selalu menjagaku? "kaget dengan semua penuturan yang suaminya lontarkan.


"iya, dan sekarang kamu ikut saya pulang. sekarang juga! "


"Maaf saya butuh waktu sendiri dan tidak ingin kembali dulu kerumahmu, karena tempatku pulang hanya disini"


"Maksud perkataanmu apa?? aku tidak mengembalikanmu kepada orang tuamu! " dengan sorotan mata yang sudah tajam.


"Aku ingin kita akhiri semua pernikahan yang tidak ada ikatan cinta sekalipun dan kamu audah mengingkari perjanjian kontrak yang kamu buat"


"Cerai?? satu kata yang menurutmu mudah di ucapkan namun tidak bagiku" sambil menatap dengan wajah sudah emosi.


"Apakah semua gara gara laki laki yang baru saja mengantarkanmu? " Anhar dengan emosi


"Tidak ada hubungannya dengan dia, ini memang keputusanku dan satu lagi aku akan melunasi hutang ayahku jika kamu berkenan namun jika ingin membuat kami jatuh dan bangkrut aku sudah siap. lakukan saja sesukamu Tuan muda! Aku tidak peduli." kesal shalsa.


"Tidak akan ada perpisahan diantara kita dan aku sampai kapanpun tidak akan melepaskanmu"


"pernikahan kita ini semua hanya paksaan dan lebih baik kita akhiri saja semuanya"


"Aku mohon jangan berkata seperti itu lagi, lihat semua sikapku menunjukan bahwa aku sangat menyanyangimu dan takut akan kehilanganmu" Anhar dengan wajah sendu


"bukanlah rasa cinta yang ada dihatimu hanyalah sebuah rasa prihatin dan bersalah telah melakukan kesalahan terhadapku, dan aku sudah memaafkannya"


"Aku ingin secepatnya kamu mengurus surat perceraian kita, aku sudah tidak sanggup lagi dengan semua ini. kamu sudah tidak mempercayaiku lagi dan kamu hanya bisa menuduhku dan ternyata kamulah yang melakukan hal keji bersama wanita lain, Aku sudah muak dengan semua ini! " sambil lari ke dalam rumah dan menuju kamar dengan terkunci.