Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Kedatangan Paman



Perjalanan berlibur telah mereka lalui bersama selama dua pekan, banyak hal yang mereka lakukan dari bertravelling di Negara Turky dengan mempelajari sejarah di turky dan beberapa Asitektur dalam bagunan yang sungguh menarik. Pesawat telah mendarat di bandara Sukarno Hatta disana terdapat sepasang kekasih yang sangat romantis dan di kawal oleh beberapa Ajudan di belakang. Shalsa begitu bahagia melihat sikap dan anhar yang mulai lembut dengannya dan tidak sedikit dingin. Mobil Hitam sudah menunggu menjemput kami ke rumah utama dan keluarga banyak yang merindukan kedatangan kami termasuk bunda Anhar.


“Sihlahkan tuan dan Nona.” Ajudan mempesihlahkan dengan membuka pintu mobil.


“Terimakasih pak, tidak perlu repot-repot.” dengan tersenyum namun ada pria yang disampingnya menatap dengan kesal istrinya tersenyum dengan pria lain.


“Masuklah sayang.” Anhar dengan suara manja


Mobil pun berlaju dengan kecepatan sedang dan sudah sampai di halaman rumah utama. Anhar melihat banyak mobil dan beberapa orang ramai di rumah. Anhar mengengam tanganku menuju ruangan keluarga dan ada Ayah disana dengan beberapa keluarga lainnya.


“Welcome back to home sayang” bunda Anhar dengan menyambutnya begitu senang.


Shalsa hanya tersenyum dan membalas pelukan hangat bunda Anhar yang begitu menyayanginya dengan tulus.


“Paman dari kapan datang ke indonesia, salam bibi” Anhar memeluk pamannya yang sangat ia rindukan namun pandangannya terhenti dengan gadis yang begitu polos dan cantik dengan ras india yang begitu menarik, shalsa menatapnya dengan heran siapa mereka.


“Paman akan tinggal bersamamu disini dan kenalankan dia adik ipar paman, sengaja paman ajak kemari untuk bergabung berkerja di perusahaanmu An” paman menjelaskan


“kenalkan namaku gina” ucap gina tersenyum dan menatap anhar dengan tatapan berbeda.


Anhar memeluk istrinya yang hanya terdiam dan tersirat wajah kekecewaan. Anhar memeluknya dan memeperkenalkan kepada semua anggota keluarga.


“Paman kenalkan ini istriku namanya shalsabilla.”


“Salam paman dan bibi” sambil mencium tangan mereka berdua.


“Pekerjaanmu apa? Dan pendidikan terakhirmu?” paman menatapnya denga pandangan tidak suka.


“Kenapa kamu tidak memilih pasangan yang setara pendidikan denganmu An, lihatlah dari cara berpakaian dan rambutnya sungguh tidak menarik. Adik ipar paman sudah cantik dan pintar lulusa S2 luar Negeri di Paris” dengan mengejek semuanya.


“Cukup paman! Bagiku wanita yang bisa menarik perhatiankub hanya istriku. Jika kedatangan paman hanya mengusik kehidupan kami lebih baik paman tidak tinggal disini. Atau, saya dan istri akan pergi dari rumah utama” dengan merah padam kemarahan yang begitu memuncak istri kesayangan dipermalukan.


“Sudahlah mas, Aku sadar siapa aku.” Dengan menangis sambil menunduk.


“Sejak kapan putra papah membakang dan tidak sopan terhadap orang lain, dan semua ini karna kamu gadis pembawa sial.”


“Sudah cukup kalian menghina saya, jika kalian merasa kedatangan saya di sini tiak nyaman lebih baik saya pergi” shalsa berlari tanpa menghiraukan panggilan Anhar dan bundanya.


“Kalau sampai terjadi apa apa dengan istriku saya akan menghukum kalian termasuk Ayah.” Dengan pandangan tajam


Anhar pergi langsung mengejar Shalsa namun nihil yang ia cari tidak ada dipandangannya.


"Kim, cepat kamu cari Shalsa dengan melacak ponselnya." Perintah Tuan muda


"Baik Tuan"


ketika Kim mengecek ponselnya dan ternyata handphone nona muda tidak aktif dan tidak dapat di lacak.


"Maaf Tuan ponsel nona tidak aktif"


Anhar berubah mimik wajahnya menjadi sangat menyeramkan tanpa berpikir panjang dia memasuki mobil dan mengendarai dengan kecepatan tinggi.