Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Awal baru



Shalsa terbangun di pagi hari dengan kamar yang berantakan dan posisi tubuh terbalut dengan selimut, ia merasa sudah sangat terhina kesuciaan yang ia jaga direbut secara paksa walaupun dengan suaminya tanpa di dasari oleh rasa cinta. dengan langkah terengah-enggah ia menuju kamar mandi walaupun masih terasa sangat perih sebelum tuan muda terbangun. Shalsa menyalakan sowernya dengan deras dan sambil menggosokan tubuhnya sudah ternodai dengan merasa jijik.


" Aku sudah sangat jijik, aku sudah tidak suci lagi, rasanya aku ingin mengakhiri hidupku." dengan terus menangis.


Shalsa sudah hampir 30 menit berendam kemudian ia menyiapkan semua keperluan tuan muda dan meninggalkan sepucuk surat dan pergi menuju kantor


"Semangat, Lupakanlah semua yang terjadi malam hari itu. dan jangan Jemput aku di kantor, semua sudah aku siapkan...


Aku pamit Mas" ~ Shalsa


Anhar terbangun dari tidurnya dan melihat istrinya tidak ada di sampingnya. namun ketika ia melihat semua ruangan semua sudah sangat rapih dengan baju kerja yang sudah di siapkan dan makanan sudah ada di meja makan hotel yang telah ia masakan.


"Mungkin sedang di kamar mandi" batin Anhar.


Anhar melangkahkan kaki menuju kamar mandi dan begitu khawatir bahwa istrinya tidak ada di mana mana.


"Shalsa kamu dimana" teriaknya


"Maafkan aku"


"Kamu ada dimana, Arghhh"


dan ia melihat surat di dekat meja tempat tidur dan membaca isi suratnya.


"Maafkan aku yang telah memaksamu shal, aku tahu semua ini salahku. sihkahkan jika kamu ingin menghukumku aku terima" dengan begitu sendu.


.........................................................


Shalsa sudah menuju kantor dengan wajah yang dingin tidak ada senyum diwajahnya, semua staf karyawan begitu heran dengan sikap shalsa yang berubah sangat dratis.


"Pagi bu" ucap satpam


" hm" langsung meninggalkan satpam.


Shalsa langsung menuju ruangannya dan mengerjakan laporan yang harus ia selesaikan.


"Shal kamu di panggil Angga keruangan"


"Iya" jawabnya singkat


Semua staf dan sahabatnya heran dengan sikap shalsa yang begitu ramah dan periang berubah menjadi dingin kepada siapapun.


"Kenapa ya shalsa gak seperti biasanya? " Vani


" sudah berikan ia waktu untuk menyendiri "


"benar kamu van, Kita jangan mengganggu dulu"


" Nanti dia akan cerita kalau mau bercerita"


" benar"


Shalsa melangkah menuju kantor presider dengan wajah datarnya dan tanpa menatap manis orang yang ada dihadapannya.


" Ada apa bos memanggil saya? " dengan tatapan dingin


"Mengapa kamu berbeda? apakah kamu baik baik saja shal"


"seperti yang anda lihat sekarang, aku sehat tidak perlu ada yang di khawatirkan"


"Aku tahu kamu pasti ada masalah, jangan sembunyikan dari aku shal, kamu hanya mencoba tegar padahal perasaanmu sangat hancur kan? "


"Anda tidak perlu mencampuri urusan saya, jika tidak ada yang dibahas saya undur diri" sambil memeri hormat secara formal.


Tiba-tiba ada seseorang wanita paruh baya menghampiri anaknya.


"Siang sayang" perempuan cantik dan bersolek seksi


"Maaf saya pamit pak, nona"


Shalsa keluar menuju ruangan kerja dan kagetnya ia melihat banyak rangkaian bunga dan makanan Favoritenya di meja kerjanya.


"Siapa yang mengantarkan semua ini? " bertanya kepada semua orang


"Laki laki tampan dan berwibawa dia mengenakan jas silver dan mempunyai seketaris tampan namun tatapannya tajam"


Vani menjelaskan.


"Oh,satpam tolong bawa bunga bunga ini keluar dan rapihkan ruangan saya" shalsa tegas


tiba tiba ada pesan masuk ke dalam hand phonenya dan mengirimkan suatu file.


"ini foto kami berdua, jangan harap bisa memisahkan kami berdua, karena kami telah tidur bersama" ~ Kea