Shalsabila Is My Wife

Shalsabila Is My Wife
Gadis penurut#5



Shalsa melangkahkah kakinya menuju tangga untuk berada dikamar lantai 3 yang bagiku begitu melelahkan mengikuti pelayan yang sudah banyak membawa barang-barangku. Begitu kaget saat melihat tuan muda sudah sampai di dalam kamar dan perasaan tadi dia berpikir bahwa tuan muda masih di ruangan tamu. Ia memberanikan mengetuk dan membuka pintu( cleekkk)


"Masuk! " ucap Tuan Anhar dingin


"Baik tuan" ucapku sambil mempersihlahkan pelayan untuk pergi keluar


"Nyonya biarkan saya yang menata dan merapihkan pakaianmu, karna ini semua tugas saya" ucap Pelayan maya


" Terimakasih, saya biasa sendiri merapihkan barang pribadi saya, sihlakan kembali bekerja. bukankah masih banyak pekerjaan yang belum kamu kerjakan".ucap Shalsa dengan ramah.


''Baik Nona saya undur diri, tuan" ucap Pelayan Maya dan meninggalkan kami hingga berdua di kamar.


"Kamar yang cukup menarik dengan desain merah bata dan biru langit" ucapanku tanoa sadar sambil menatap ruangan kamar tua Anhar


"Apakah kamu belum puas menatap kamarku? belum pernah melihat kamar sebagus ini? " ucap Tuan Anhar mengangetkan Shalsa


"eh ada tuan, maaf saya pertama masuk begitu terpukau dengan kamar tuan. " tawanya Shalsa


"Rapihkan barang barangmu, dan satu lagi 10 menit lagi bawakan saya roti bakar dari masakanmu sendiri bukankah kamu pandai memasak? " ucap Anhar dingin dan melangkahkan keruangan kerja disamping ruang kamarnya.


"Baik tuan, adakah lagi yang perlu saya kerjakan? " tanya shalsa kepada tuan Anhar


" saya peringatkan di depan bunda kita harus tetap bersandiwara menjadi pasangan suami istri dan kamu disini bukanlah seorang ratu hanya pelayan pribadi saya. Paham? " ucap tuan Anhar menghentikan langkahnya.


" Saya mengerti tuan, dan saya juga sadar diri posisi saya bukanlah siapa siapa disini" ucap Shalsa


" Bagus" ucap tuan Anhar dan melanjutkan langkahnya menuju ruangan kerja.


Shalsa mengambil pakaian dan menata pakaiannya didalam rumah. hanya butuh waktu sebentar ia sudah menyelesaikan tugasnya dengan rapih.saat sedang ingin menyimpan koper pandanganku jatuh terhadap satu foto keluarga suamiku. Hati banyak bertanya-tanya dimanakah ayahandanya, mengapa disaat kami menikah ia tidak hadir. Ia mengingat perintah tuan muda dan langsung menuju ruang dapur


"Ada keperluan apa membawa nona kemari? " pelayan


" Saya hanya ingin membuat roti bakar, dan oh ya tuan suka rasa apa?? " ucap Shalsa sambil membuka pinyu kulkas dan menyiapkan bahan bahannya.


"Nyonya saya saja yang membuatkannya dan nyonya bisa kembali ke kamar".ucap pelayan


" Tuan Muda ingin memakan masakan istrinya apakah salah? " ucap Shalsa


"Nyonya begitu ramah dan mandiri, roti kesukaan tuan roti bakar tawar dan es jeruk lemon. " ucap pelayan


Dalam waktu singkat ia sudah selesai membuat roti bakar dan es jeruk lemon lalu ia sajikan dalam nampan dan mengantarkannya keruangan Tuan Anhar


" Pantas saja sikapnya dingin seperti roti tawar ini hidupnya tidak ada sedikit senyuman dan es jeruk lemon asam sekali bagaikan prilaku yang angkuh dan dingin"


"Maaf Tuan, ini makanan dan minumanya. saya pamit undur diri" ucap Shalsa hendak melangkahkan kakinya menuju pintu keluar namun langkahnya terhenti dengan perintah tuan muda


"Temani saya makan dan suapi saya jangan banyak bertanya" ucap Tuan Anhar hanya fokus menatap ponselnya.


"Baiklah tuan muda" kesal Shalsa


" seenaknya saja dia memerintahkanku, apakah dia pikir aku nyaman disisinya? namun nyatanya tidak. apakah aku sangggup menghadapi sikapnya? " ucap Shalsa dalam hati