
Tiba tiba pintu kamar terbuka dan ada sang bunda yang menatapnya dengan penuh kemenangan karena posisi mereka seperti sedang berciuman..
" Maaf bunda mengganggu lanjutkan saja waktu berdua kalian nak, jangan lupa kunci pintunya" ucap bunda Vina
"Kenapa tadi tidak kamu kunci pintunya Tuan An" ucap Shalsa kesal
" Mengapa harus dikunci, apakah kamu senang berlama lama bersamaku? cepat kemasi barangmu kalau sampai 20 menit gak turun bersiap-siaplah hukuman buat dirimu" ucapnya tuan Anhar dengan tatapan berbeda.
" Baiklah Tuan muda, sihlakan anda tinggalkan saya sendiri, dan saya tidak suka di temani oleh orang sepertimu" ucap Shalsa
"Berani sekali kamu sudah menantangku? padahal dalam sedetik aku bisa menghancurkan keluargamu dalam sekejap jika kamu berani menentangku''ucap Tuan muda dengan dingin.
Waktu begitu cepat berputar, kulangkahkan kakiku meninggalkan keluargaku dan Adik kesayanganku. Rasanya aku tidak ingin pergi dan meninggalkan mereka semua. perlahan air mataku turun dan sudah tidak bisa tertahan lagi meneteskan air mata ini saat memeluk sang Ayah tercinta dan bunda walaupun ia berpikir bahwa bundanya telah tega menyerahkan dirinya pada pemuda yang tidak ia sayangi.
" Nak jaga dirimu baik baik, hormati suamimu seperti kamu menghormati ayahmu, Lakukan tugasmu dan khidmat kepada suamimu. Jangan kecewakannya karena surgamu dan ridhonya bukan ditangan ayahmu lagi" ucap Ayah dengan meneteskan air mata
"Kakak jangan sampai melupakan aku ya, kenapa kaka begitu cepat pergi dari sini. padahal aku masih ingin bermain bersamamu kak. Jangan pergi... hiks..hiks. .hiks..." Ucap Angga
" Tenang sayang, kakakmu akan tetap sering berkunjung ketempat ini, betul kan sayangku" ucap bunda Vina dengan penuh drama
Aku hanya bisa sedih akan meningalkan orang kesayanganku dan aku membalasnya dengan senyuman.
"Aku akan selalu bakti kepada imamku ayah" ucap Shalsa menyakinkan Ayah Angga
"Jaga dirimu baik baik nak, nak Anhar bapak titipkan putri bapak padamu ya" ucap Ayah Angga
" Baik pak" ucap Tuan Anhar
Kami langkahkan kaki kami menuju mobil dan seketaris kim sudah menunggu di dalamnya.
" Tidak usah tuan, terimakasih banyak saya bisa menggunakan ojek online. saya hanyalah seorang pelayan tidak pantas mendapatkan semua Fasilitas ini" ucap Shalsa menolak secara halus
" Tidak ada seorangpun yang berani menentang ucapanku. Atau kamu ingin aku larang berkerja di luar dan mengabdi di kantorku? " ucap Anhar dengan tatapan sinis
" Baik tuan maafkan kesalahan saya" ucapku melemah.
"Mungkin tawaran ini lumayan bagus juga, dari pada setiap detik aku harus bersamanya terus menerus membuat kepalaku rasanya ingin meledak. tidak ada salahnya aku mengambil tawarannya". ucap Shalsa dalam hati.
" Bagus, jadilah gadis penurut seperti ini" ucap Anhar tanpa memandang.
Tuan muda tidak pernah begitu perhatian terhadap wanita, apakah ia sudah mulai tertarik dengan nona muda.semoga kalian selalu bahagia dan kamu nona telah banyak melakukan banyak perubahan terhadap diri pribadi tuan muda... Batin seketaris Kim
Mobil sudah sampai keperkarangan garasi rumah, rumah yang begitu megah bagaikan istana. dan kulangkahkan kakiku menuju ruangan tamu. kupandangi banyak sekali pelayan dirumah ini mungkin ratusan.
" Selamat datang putriku tersayang " ucap Bunda Devi menyambutnya dengan pelukan
" Ekhmm, sekarang anak bunda dia atau aku sih" ucap Anhar kesal
" wahh ada yang cemburu nih sama putri bunda" ucap bunda Devi menggodanya.
" pelayan... Tolong rapihkan barang barang Shalsa dikamar Anhar dan siapkan lemari khusus untuknya" ucap bunda Devi kepada Kia
" Apa?? " ucap mereka bersamaan
Bunda Devi hanya menatapnya heran.