Say Love

Say Love
Delapan



Like nya dong,jangan lupa komen dan subscribe juga..


Selamat membaca semoga suka 😆😆😆


----


"Hahahaha..bolehkan gua ketawa" tawa Thomas sudah meledak sejak tadi


"Udah Tom,kelakuan lu nyakitin image Kean" nasihat belaka,bahkan Mark sendiri tak bisa menghentikan tawanya


"Dari awal gua penasaran banget kenapa Nessy gak tertarik sama Kean" Thomas berusaha meredam tawanya


"Gua juga gak nyangka selera Nessy cowok kayak Wang" Mark menenggak wine yang baru ia tuangkan ke gelas


"Kayaknya lu harus ngerubah penampilan lu biar dilirik sama Nessy" usul Mark menepuk-nepuk bahu Kean.Motivasi tidak berguna.


"Najis" tolak Kean mentah-mentah


"Lu harus gerak cepet Kean kalo gamau calon tunangan lu diembat sama Wang" nasihat pujangga cinta bernama Thomas


"Kita liat aja dulu" meneguk wine langsung dari botolnya.


Thomas dan Mark saling melempar pandangan.


"Tunggu dulu..jadi lu beneran jatuh cinta sama Nessy?" Mark menarik bahu Kean untuk mencari jawaban diwajah orang yang duduk disebelahnya.Rasa penasaran yang langsung menyeruak begitu saja.


"Udah gila kali gua" senyum smirk khas Kean


Kean memang senang dengan wanita yang susah didekati.Merasa ada tantangan tersendiri baginya.Tapi sesering apapun ia bergonta-ganti pasangan,tak ada satupun yang pernah menerobos masuk ke hatinya.


Dan Nessy.Sepertinya ia akan berfikir ribuan bahkan jutaan kali meski hanya sekedar memberi predikat suka padanya.


Bagi Kean terlalu ekstrim untuk menyukai wanita satu itu.


"Woyy..mau kemana lu?" teriak Thomas saat Kean membuka pintu privat room yang mereka tempati.


Suara musik yang memekakkan telinga langsung menyambut Kean saat pintu terbuka.


Kean menuruni tiga undakan tangga menuju dance floor.


"Hay,Ke.." sapaan dari alumni mantan Kean angkatan tahun lalu sepertinya.Entahlah ia juga tidak ingat dengan jelas siapa wanita yang menyapanya.


"Gua ada urusan" menghempaskan pegangan tangannya di lengan Kean.Bergelayut manja.Membuat ilfil saja.


"Kalo butuh temen telfon gua aja.Nomor gua belum ganti" pesannya.Siapa juga yang peduli.Namanya saja Kean tidak ingat bagaimana bisa ia menyimpan nomornya.


Jangan bercanda.


Satu mobil berhenti tepat disebelahnya.Kean reflek menoleh.Dua orang yang sedang tertawa,itulah yang dilihat Kean sekilas melalui kaca mobilnya mereka yang terbuka.


Tunggu!


Tidak salah lagi.Itu Nessy dan lelaki yang bersamanya pastilah Wang.Kean memang tidak tahu rupa Wang seperti apa.Tapi firasatnya yang mengatakan seperti itu.


Lampu berubah hijau.Mobil itu melaju lebih dulu meninggalkan Kean yang masih diam disana sampai lampu kembali berubah merah.


"Terimakasih Wang,aku senang sekali hari ini" berdiri didepan pagar rumahnya


"Akan ku telfon setelah sampai di hotel" Wang melambaikan tangannya sebelum memacu mobilnya


Nessy terus memandangi mobil Wang sampai hilang dari pandangannya.


"Senengnya!" Nessy menghentak-hentakkan kakinya saking girangnya


"Jadi itu selingkuhan calon tunangan gua" Kean sudah bersandar di badan mobil sambil melipat kedua tangannya.


"Ngapain lu!" merusak mood Nessy seketika


"Kayak gini reaksi lu ketemu calon tunangan sendiri" berjalan menghampiri Nessy


"Tunangan?Selingkuhan?" ledek Nessy


"Mabuk lu?" Nessy berbalik hendak membuka pintu gerbang "Lepasin" berusaha melepas cengkraman Kean


"Emang gua mabuk" punggung Nessy sudah membentur pagar


"Apa-apaan sih lu Kean!" jantung Nessy berdetak cepat karena tipisnya jarak diantara mereka


"Jangan bilang Wang udah pernah ngerasain ini" menyentuh bibir Nessy dengan ibu jarinya


"Eng..enggak kok" gelagapan "cuma pegangan ta..tangan doang" memberi informasi akurat tanpa diminta


"Bagus" tersenyum lega


"Jangan bikin gua marah" mengusap bibir Nessy lalu mengecupnya lembut "masuk sono udah malem" Kean menarik ciumannya, berlalu memasuki mobil meninggalkan Nessy yang mematung ditempatnya


Tinnn..


Suara klakson mobil Kean mengembalikan kesadaran Nessy.


"Kean sialan!!" menendang pagar untuk melampiaskan kekesalannya "aduh..aduh sakit" erangnya memegangi jempol kakinya yang naas