Say Love

Say Love
Sebelas



Maaf ya lama sayangkuh...


Bagaimana otak author lagi mampet gada ide.Mohon dimaklumi ya 😂😂😂


-----


‌


"Liat anak kamu ma,Kean yang mau jadi tunangannya aja dia kerjain" ujar Ardit yang mengintip kegiatan anaknya di dapur sebelum menjemput Maya dan Oktav


"Iya pah,lagian kenapa Kean nya juga mau-mau aja" tertawa juga karena anaknya sampai mengerjai Kean


"Papa jadi takut Kean bakal batalin pertunangan mereka ma" gumam Ardit menarik istrinya untuk berhenti memantau interaksi keduanya


"Tapi mama dulu gak separah itu kan pah?" sambil mencari kepingan memorinya semasa SMA dulu


"Justru mama lebih parah" Ardit mendorong kening Nessy dengan telunjuknya


"Kok nyolot sih pa" gerutu Jessie yang memanyunkan bibirnya.Duduk di kursi penumpang sebelah Ardit


"Nyolot bukannya orang yang udah tua ya mah?" Menoleh sekilas


"Dudududu" bersenandung tidak jelas sambil membuka,menutup galeri foto demi mengabaikan Ardit


Sejak dulu memang selalu seperti itu meski usia mereka sudah tidak muda lagi.Bahkan jika dilihat-lihat Arthur dan Juliana jauh lebih dewasa dalam berumah tangga.


Berbanding terbalik dengan Jessie dan Ardit,pasangan Ken dan Eva tampak selalu romantis setiap saat.Apalagi jika bukan karena Ken yang sedari dulu memang bucin parah dengan Eva.


Bahkan,keputusannya untuk mendidik Keanu sebagai CEO River Group di usia muda saja hanya karena ia ingin bermesraan dengan Eva setiap saat.


Seperti sekarang ini saja,Ken tengah tiduran di bangku taman belakang dan menjadikan paha Eva sebagai bantalan.


"Mah suapin dong" rengek Ken saat Eva mengupas apel di taman belakang rumah mereka.


"Aaaaaaa.." Ken membuka mulut lebar-lebar.Masih dalam posisi kepalanya yang ada dipangkuan Eva.


"Papa gak kasian nih sama anaknya yang jomblo" protes Keyra yang bergabung dengan mereka


"Mending kamu bantuin Kean sana" usul Ken yang meminta Eva menyuapinya lagi


"Kak Kean juga sama aja" melipat kedua tangannya "Keyra bete" rengek anak perempuannya itu pada Eva


"Kita mau kesana jam berapa pah?" tidak jadi menyuapi buah Apel pada Kean,meski suaminya itu sudah membuka mulutnya lebar-lebar.


"Mah.." menarik tangan Eva


"Papah..kita mau kesana jam berapa kasian Keyra" mempertahankan tangannya


"Keyra biarin aja duluan mah.Kan anak Maya mau kesana juga" teringat ucapan Ardit tempo hari


"Kayaknya seumuran sama kamu deh Ra" tambah Ken setelah mengunyah apel


"Cewek apa cowok pah?" mendadak antusias


"Cewek" lalu Keyra segera berlari menuju kamarnya untuk berganti pakaian.Setidaknya ia akan punya teman mengobrol nanti.


"Mah.." paham sekali dengan arti dari tatapan Kean.


"Tunggu Keyra pergi dulu pah" menjentikkan jarinya dikening Ken.Membuat suaminya mengasuh namun tersenyum juga.


Tak perlu menunggu lama selepas Keyra pergi Ken mendapatkan apa yang ia mau sebagai seorang suami.


---


"Nes,udahan ya gua capek" keluh Kean dengan tampang memelas


"Yaudah,duduk dulu di sofa gua siapin kamar" terkejut dengan ucapan Nessy karena ia mau menyiapkan sendiri kamar yang akan ditempati oleh Kean.


Kean terhura.Eh terharu..


"Gua bantuin" bergegas menyusul Nessy setelah ia mencuci tangannya juga


Juliana baru datang bersama Arthur..


"Harus ya kak mereka tunangan dulu?" tanya Juliana pada suaminya saat melihat Kean mengejar Nessy


"Harusnya sih enggak" menyerahkan tas selempang Juliana pada pelayan.