
*Nessy POV
Cinta? Kurasa tidak ada yang mampu mendefinisikan kata itu dengan tepat bagi semua orang. Karena setiap orang punya kisahnya, punya alasannya bagaimana mengartikan kata tersebut. Kata yang kadang membuat orang bisa melambung tinggi atau bahkan menghancurkannya sekalipun.
Seperti halnya cintaku yang sudah bertumbuh untuk Kean ternyata begitu menyakiti seorang Wang. Idola yang awalnya begitu aku idamkan untuk menjadi pendamping hidup sebagai seorang fans. Tapi kenyataannya takdir membawaku pada lelaki yang sering membuatku kesal bahkan sampai aku marah.
Dia.
Malvin Keanu River.
Ceklek..
terdengar pintu ruang rias ku terbuka.
Kupikir papa yang datang untuk membawaku menuju altar pernikahan. Namun ternyata itu Wang yang masuk membawakan sebuket besar mawar putih dengan tiga mawar merah ditengah rangkaiannya. Kupikir setelah kejadian beberapa hari lalu ia tak akan datang memenuhi undangan yang kuberikan. Tapi ternyata ia datang seperti janjinya saat itu.
"Terimakasih Wang" ku terima buket yang ia berikan padaku. Mempersilahkan ia duduk di kursi yang ada di depanku.
"Katakan Wang" aku tahu ada yang ingin ia sampaikan. Meski hanya ucapan perpisahan sekalipun.
"Kau cantik Nes" ku balas dengan senyuman melihat ada ketulusan yang terpancar dari matanya. Meski, sedetik kemudian raut wajahnya berubah drastis.
"Hey..aku tidak apa-apa" ucapnya yang sepertinya bisa membaca kekhawatiran dari raut wajahku.
"Maafkan aku Wang" tidak Wang jangan seperti ini, kumohon. Aku tak sanggup menatap matanya yang memancarkan gurat kekecewaan.
"Itu karena aku bodoh Wang" gurauku yang ingin mencairkan suasana yang tak pernah se-asing ini sebelumnya.
"Bodoh" lirihnya menatapku. Entah apa maksudnya aku tidak bisa memahaminya dengan baik. Mungkinkah itu penyesalanmu tentang akhir kita Wang?
Lama kami saling berpandangan dalam diam. Menelusup jauh kedalam mata masing-masing untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang tidak berani diucapkan.
Sampai akhirnya papa datang membuat suasana canggung perlahan hilang.
"Ayo Nes" ajak papa yang mengulurkan tangannya padaku. Segera ku sambut tangan papa yang akan membawaku menuju altar. Berpamitan pada Wang yang masih duduk membisu.
Langkahku hampir mencapai pintu, namun terdengar suara Wang memanggilku "Nessy" panggilnya tanpa menoleh.
"Kenapa Wang?" Berusaha menjawab senetral mungkin. Berharap papa tidak akan menaruh curiga melihat raut wajah Wang yang sedikit mendung saat ia membalikkan badannya.
*Author POV
Semua tamu undangan berdiri menyambut kedatangan pengantin wanita. Tidak bisa dipungkiri sepertinya mereka sedikit terkejut melihat siapa yang menggandeng tangan Nessy menuju altar pernikahan. Namun kebingungan itu menguap begitu saja melihat betapa cantiknya Nessy hari itu mengenakan gaun pengantinnya.
Didepan sana, Kean yang sedang menunggu mempelainya tak hentinya menebar senyum semenjak matanya menangkap sosok Nessy. Berbeda sekali dengan Nessy yang terlihat tegang sepanjang langkahnya menghampiri Kean. Bagaimana bisa ia tidak tegang diantarkan menuju altar pernikahan oleh lelaki yang pernah begitu ia suka sekaligus ia kecewakan hari ini.
"Loh" Jessie terkejut menyadari siapa yang menggandeng tangan Nessy lalu kedatangan Ardit yang merangkul bahunya.
"Biarin mah, biar Wang paham kalo dia udah gak bisa ngarepin Nessy lagi" jawab Ardit berusaha menenangkan Jessie yang tidak suka dengan keputusannya.